Jabodetabek.id

Hadirkan Fakta-Realita dan Anti Hoax

Ngeri, Berikut Kisah Nyata Terkait Bahayanya Bila Memakai Susuk

Wanita yang pasang susuk
Wanita yang pasang susuk (Foto: Quora/ Dok Net)

Jabodetabek.Id – Seorang perempuan dari Malang yaitu berinisial NWR menceritakan pengalamannya memakai susuk kepada pembaca Jabodetabek.Id.

Simak ceritanya di bawah ini, agar menjadi pelajaran bagi kalian untuk tidak sekali-kali memakai susuk, karena banyak efek negatifnya baik kesehatan, kehidupan, dan lain-lain.

Mungkin ini setelah liat foto ini kalian akan bilang ” oh cantiknya karena susuk “.

Demi Allah tidak. Awal cerita tahun 2019 gigi saya sering sakit. Sakit yang bener bener sakit banget, saya sering sakit gigi berujung sesak nafas dan harus dilarikan ke UGD dan selalu terjadi di jam malam atau keadaan dingin.

Ternyata gigi saya berlubang, singkat cerita saya sering sekali berobat di Puskesmas Cisadea kota Malang karena bude saya kerja disana dan setelah berobat malah semakin sakit.

Akhirnya saya memutuskan untuk berobat di Poliklinik Universitas Brawijaya karena saya adalah Mahasiswi aktif di UB, jadi pengobatannya gratis.

Ternyata, bakterinya sudah sampai ke pulpa yg mana bisa menginfeksi gigi yg lain. Dan dokter tidak mau mencabut gigi saya, sedangkan dokter hanya menyarankan perawatan akar gigi padahal perawatan akar gigi juga beresiko pada jantung nantinya, saya bimbang dan memutuskan untuk pulang dan berdiskusi dengan orang tua.

Setelah balik ke rumah saya disuruh datang ke Kyai di salah satu pondok pesantren memang beliau ini membuka pengobatan. Nah salah satunya memakai susuk. Yes saya pakai susuk untuk mengganjal gigi saya. Setelah dibacakan doa saya hanya disuruh baca alfatihah dan susuk itu ditempel ke pipi persis tempat gigi saya. Dan hilang. Ya susuk itu sudah masuk dalam tubuh saya

Saya mendapat pantangan selama 2 bulan saya tidak boleh memakan buah yg bergetah dan daun kelor.

Benar sekali gigi saya memang sudah tidak sakit. Saya tidak tau ilmu medis mana yg bisa menjelaskan ini tp saya tidak berbohong bahwa sampai detik ini gigi saya tetap berlubang namun tidak sakit.

Saya sempat melakukan perawatan akar gigi sebanyak 2x setelah mamakai susuk itu.

Dan ini adalah terakhir saya pergi ke poliklinik karena kesibukan padatnya jadwal kuliah dan karena Corona ini.

Jika ada yg bertanya bagaimana ingin melepaskan susuknya? tinggal makan kelor.

Sepupu saya juga pakai krn sama-sama sakit gigi dan saya tau susuknya kluar dari pipi karena dia lupa dengan pantangannya sehingga memakan sop daun kelor.

Susuk ini adalah pengobatan untuk sakit tidak ada efek mempercantik atau menambah kharisma.

Jika ada yg bilang ” ah g mungkin, mungkin juga buat nambah kharisma juga sekalian “

Kalopun gitu mungkin kisah percintaan saya sangat mulus. Buktinya saya selalu disakitin:

Pernah ditinggal menikah, tidak dianggap, bahkan saya tidak disukai oleh calon mertua saya sekarang dll. Sadgirl parah .

Saya tidak mencari pembenaran bahwa saya pergi ke dukun dan mengatakan pergi ke kyai. Karena memang saya pergi ke kyai salah satu pemilik pondok pesantren saya memanggilnya gus. Syrik tidaknya kembali ke percayaan masing2 ???????? saya hanya berbagi cerita. Tidak untuk dihakimi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *