Jabodetabek.id

Hadirkan Fakta-Realita dan Anti Hoax

Waspada! Covid-19 Lebih Rentan Menginfeksi Kelompok Orang Ini

Waspada! Covid-19 Lebih Rentan Menginfeksi Kelompok Orang Ini
Waspada! Covid-19 Lebih Rentan Menginfeksi Kelompok Orang Ini (Foto: Dok Net/ Istimewa)

Jabodetabek.id – Seperti kita ketahui bersama Virus Covid-19 bisa menjangkau siapa saja, kapan saja, dan di mana saja.

Meski begitu, ada loh beberapa kolompok orang yang dinilai paling rentan terinfeksi Covid-19. 

Kelompok ini disebut rentan karena kurang memiliki kemampuan mempersiapkan diri dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Baca Juga: Keji, Israel Hancurkan Makam Palestina di Masjid Al-Aqsa

Merangkum dari laman Instagram resmi Satgas Covid-19 Bidang Perubahan Perilaku, @satgasperubahanperilaku, Senin (10/10/2021), ada beberapa kategori masyarakat yang masuk ke dalam kelompok rentan, diantaranya:

1. Kelompok masyarakat miskin dan sangat miskin

Hambatan vaksinasi:

Infrastruktur: akses, jarak, rantai dingin, informasi.

Finansial: biaya transportasi, biaya peluang.

Akses informasi: mengenai vaksinasi, baik secara klinis maupun administrasi.

Baca Juga: Siang Ini, Bandung Akan Ada Fenomena Hari Tanpa Bayangan

Upaya penjangkauan:

  • Melakukan vaksinasi keliling atau dari rumah ke rumah.

2. Kelompok Transpuan

Hambatan vaksinasi:

Infrastruktur: diskriminasi masyarakat, sulit mendapatkan informasi.

Administrasi: tidak punya NIK atau KTP.

Finansial: transpuan yang ODHA perlu melampirkan hasil tes CD4 (yang memakan biaya) untuk bisa divaksin.

Baca Juga: Cuaca di Jaktim dan Jaksel pada Sore dan Malam Hari Diprediksi Hujan Disertai Petir

Upaya penjangkauan:

  • Mengadakan vaksinasi khusus transpuan dengan menggandeng organisasi komunitas.
  • Meniadakan syarat NIK/KTP.

3. Kelompok orang dengan penyakit penyerta termasuk orang dengan HIV -AIDS (ODHA)

Hambatan vaksinasi:

Infrastruktur: minim jenis vaksin yang sesuai dan minim resiko KIPI.

Sosial: kewajiban mengungkapkan status ODHA saat screening dapat menyurutkan niat mendapatkan vaksinasi karena stigma tinggi masyrakat, teman sejawat, atau nakes.

Baca Juga: Jaga Asa ke Perempat Final, Ganda Putri Indonesia Tak Mau Anggap Remeh Prancis

Finansial: agar bisa divaksin ODHA perlu melampirkan hasil tes CD4 (yang memakan biaya) dan tidak bisa dilakukan di semua fasilitas kesehatan.

Upaya penjangkauan:

  • Memperluas cakupan penyedia layanan vaksinasi ke RS dan klinik swasta untuk mempermudah akses.
  • Memprioritaskan distribusi vaksin dengan efikasi tertinggi pada kelompok lansia dan berpenyakit penyerta.
  • Mengadakan vaksinasi khusus bagi ODHA dengan menggandeng organisasi komunitas.

4. Kelompok masyarakat adat

Hambatan vaksinasi:

Infrastruktur: jauhnya jarak layanan, transportasi yang tidak memadai atau mahal, rumitnya prosedur, serta minim pendampingan.

Administrasi: tidak punya NIK atau KTP.

Sosial: rasa enggan, curiga, dan tidak percaya terhadap kebijakan serta layanan pemerintahan termasuk vaksinasi.

Baca Juga: Francesco Bagnaia Tak Rela Ditinggal Valentino Rossi

Bahasa: informasi seputar Covid-19 dan vaksin tidak sampai atau tidak tersampaikan dengan efektif.

Upaya penjangkauan:

  • Meniadakan syarat NIK atau KT
  • Melibatkan organisasi masyarakat sipil atau tokoh kunci masyarakat adat setempat untuk edukasi awal dan melakukan penjangkauan khusus vaksinasi yang tidak memaksa masyarakat adat keluar daerahnya.

(Dari Berbagai Sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *