Jabodetabek.id

Hadirkan Fakta-Realita dan Anti Hoax

Lebih Mengenal Oskar Fischer Prize, Diangkat dari Perjuangan Penelitian Penyakit Alzheimer

Ilustrasi Oskar Fischer Prize
Ilustrasi Oskar Fischer Prize (Foto: Istimewa/ Dok Net)

Jabodetabek.Id – Banyak dari kita mungkin masih bingung dengan Oskar Fischer Prize atau Penghargaan Oskar Fischer. Dalam konten kali ini, Jabodetabek.Id akan mengulas tuntas soal Oskar Fischer Prize.

Oskar Fischer Prize merupakan sebuah penghargaan yang diberikan untuk menghormati kontribusi luar biasa dalam penelitian penyakit Alzheimer.

Penghargaan tersebut dinamai berdasarkan Oskar Fischer, seorang neuropatologis dan psikiater Ceko yang, bersama dengan Alois Alzheimer, yang menjadi salah satu peneliti pertama yang mempelajari dan mendeskripsikan penyakit Alzheimer pada awal abad ke-20.

Penghargaan ini biasanya diberikan kepada peneliti atau ilmuwan yang telah membuat kemajuan signifikan dalam memahami, mendiagnosis, atau mengobati penyakit Alzheimer, dan bertujuan untuk mendorong inovasi serta meningkatkan kesadaran dan pendanaan untuk penelitian Alzheimer.

Berdasarkan Laporan Alzheimer Dunia 2018 oleh Alzheimer’s Disease International (ADI) yang dilansir dari situs resmi oskarfischerprize.com, diperkirakan 50 juta orang di seluruh dunia hidup dengan demensia dengan biaya 1 triliun dolar AS bagi ekonomi global. Populasi itu diperkirakan akan lebih dari tiga kali lipat pada tahun 2050.

Untuk memperluas pemahaman dan penjelasan tentang penyakit Alzheimer, pengusaha Amerika Serikat James Truchard telah memberikan sumbangan sebesar 5 juta dolar AS kepada Fakultas Sains Universitas Texas di San Antonio (UTSA) untuk mendirikan Penghargaan Oskar Fischer.

Inisiatif tesebut bakal melibatkan peneliti paling cemerlang di dunia dalam tinjauan literatur komprehensif dengan tujuan mensintesis informasi tersebut menjadi satu penjelasan untuk penyebab penyakit Alzheimer, mengambil pendekatan sistem baru untuk penelitian Alzheimer, melanjutkan pekerjaan yang dimulai oleh Oskar Fischer lebih dari satu abad yang lalu.

Tantangan itu akan memberikan hingga 4 juta dolar AS dalam Penghargaan Oskar Fischer, termasuk hadiah utama sebesar 2 juta dolar AS, dua hadiah tempat kedua masing-masing sebesar 500 ribu dolar AS dan empat hadiah tempat ketiga masing-masing sebesar 250 ribu dolar AS secara keseluruhan. Adapun penghargaan uang ini adalah hadiah terbesar di dunia sejenisnya.

Panggilan untuk pengajuan dibuka pada 15 Desember 2019 dan akan berlanjut hingga 15 Desember 2020. UTSA akan bekerja sama dengan komite interdisipliner ilmuwan luar biasa dari Texas dan seluruh dunia untuk memberikan Penghargaan Oskar Fischer pada musim semi 2021.

Perjalanan Oskar Fischer

Sudah lebih dari 112 tahun sejak Oskar Fischer dan Alois Alzheimer menerbitkan deskripsi tentang kondisi yang sekarang kita sebut sebagai penyakit Alzheimer.

Walaupun sudah menghabiskan puluhan miliar dolar untuk penelitian, kita belum banyak meningkatkan pemahaman kita tentang Alzheimer melebihi pekerjaan klinis dan laboratorium yang teliti yang dideskripsikan oleh Oskar Fischer dalam empat makalah penting pada tahun 1907, 1910, dan 1912.

Oskar Fischer bekerja di Departemen Psikiatri di Universitas Jerman di Praha, di bawah arahan psikiater dan neuropatolog terkenal, Arnold Pick. Pekerjaan Oskar Fischer memenuhi standar tinggi untuk penelitian, misalnya makalahnya pada tahun 1907 menggambarkan adanya plak pada 12 dari 16 kasus demensia, empat di antaranya adalah demensia senil.

Makalah itu juga memberikan deskripsi pertama tentang plak neuritik, dilengkapi dengan gambar rinci dari plak tersebut. Ketelitian pekerjaannya didukung lebih lanjut oleh fakta bahwa ia menyertakan deskripsi dari 10 kontrol yang tidak memiliki demensia atau plak.

Sebaliknya, makalah Alois Alzheimer tahun 1907 menggambarkan satu pasien, Auguste Deter, yang diamati Alzheimer selama periode 6 bulan ketika dia pertama kali diterima.

Observasi klinis lanjutan dilakukan oleh Perusini yang mengamati Auguste selama tiga dari lima tahun terakhir hidupnya. Ternyata, Auguste memiliki beberapa kondisi selain demensia, termasuk arteriosklerosis, kemungkinan diabetes, dan angina (Peng, 2016).

Arteriosklerosis tampaknya menjadi penyebab kematiannya pada tahun 1906 pada usia 55 tahun, pada saat itu Alzheimer memeriksa otaknya.

Analisis DNA terbaru dari otaknya menghasilkan studi pertama yang menunjukkan hasil positif untuk varian gen onset dini dan studi kedua yang menunjukkan hasil negatif. Pengujian lebih lanjut perlu dilakukan.

Oskar Fischer bukan hanya seorang ilmuwan peneliti yang sukses dengan banyak publikasi, namun juga seorang pengusaha dan pebisnis yang sangat sukses, mendirikan rumah sakit jiwa dengan sepupunya Leo Kosak.

Pada tahun 1910, mereka membeli Chateau Veleslavin untuk rumah sakit jiwa mereka. Kekayaan Oskar Fischer berlanjut hingga Jerman menginvasi Cekoslowakia pada tahun 1939, pada saat itu ia dicopot dari posisi mengajarnya karena warisan Yahudinya.

Pada tahun yang sama, Gestapo Nazi (Sosialis Nasional) mengambil alih rumah sakit jiwa tersebut. Gestapo menangkap Oskar Fischer pada awal 1941 dan mendeportasinya ke Benteng Kecil di Theresienstadt di Cekoslowakia, sebuah penjara yang mirip dengan Dachau di Jerman.

Menurut tetangga dan rekan sejawatnya, Vladimir Vondracek, Oskar Fischer meninggal pada 28 Februari 1942 setelah dipukuli dengan parah.

Artikel di atas merupakan informasi mengenai Oskar Fischer Prize atau Penghargaan Oskar Fischer yang merupakan sebuah penghargaan yang diberikan untuk menghormati kontribusi luar biasa dalam penelitian penyakit Alzheimer. (Dari berbagai sumber).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *