
Jabodetabek.Id – Saraf kejepit merupakan salah satu gangguan saraf yang sangat mengganggu dan bisa menyebabkan penderitanya kesulitan melakukan aktivitas. Biasanya penderita yang mengalami kondisi tersebut selalu merasa nyeri, kesemutan dan mati rasa setiap kali beraktivitas.
Seseorang bisa mengalami kondisi tersebut karena kebiasaan yang dilakukan sehari-hari. Untuk mengetahui apa saja kebiasaan-kebiasaan tersebut sebaiknya lihat ulasan berikut.
Contoh Kebiasaan yang Memicu Saraf Kejepit
Agar tidak mengalami saraf terjepit sebaiknya jangan pernah melakukan kebiasaan-kebiasaan yang akan diulas berikut ini.
Duduk, Berdiri dan Tidur di Posisi yang Salah
Posisi duduk seseorang bisa saja menyebabkan gangguan saraf apabila posisinya tidak benar dan dilakukan dalam waktu yang lama. Misalnya, saat duduk di depan komputer terlalu lama dengan posisi yang membungkuk atau bahu tertekuk. Posisi duduk seperti ini akan mengakibatkan saraf tertekan di bagian punggung bawah dan leher.
Selain duduk, berdiri dengan postur yang salah juga memicu munculnya tekanan pada saraf. Contohnya berdiri dengan kepala menunduk, bahu yang membulat atau perut yang posisinya terlalu maju. Selain itu, posisi tidur yang salah juga akan memperburuk kondisi saraf kejepit. Misalnya, tidur menggunakan bantal yang terlalu rendah atau terlalu tinggi dengan posisi tengkurap.
Melakukan Gerakan Berulang
Melakukan gerakan yang diulang secara terus-menerus, seperti saat beraktivitas sehari-hari atau saat bekerja bisa juga menyebabkan saraf tertekan. Contohnya adalah menggunakan mouse atau mengetik, gerakan berulang di bagian tangan dan pergelangan saat mengetik atau memakai mouse ini akan menimbulkan sindrom terowongan karpal yang merupakan salah satu contoh umum gejala saraf tertekan.
Selain mengetik, mengangkat beban berat yang dilakukan berulang kali juga mengakibatkan saraf tertekan. Biasanya saraf yang tertekan karena aktivitas ini adalah saraf yang ada di bagian punggung bawah dan di leher. Selain itu, gerakan dalam olahraga yang diulang-ulang, seperti gerakan pada olahraga golf atau tenis yang dilakukan dengan teknik yang salah juga menjadi penyebab saraf tertekan.
Gaya Hidup Sedenter
Seseorang yang menjalani gaya hidup sedenter atau jarang melakukan aktivitas fisik lebih beresiko mengalami saraf tertekan dibandingkan orang yang menjalani gaya hidup sehat. Gaya hidup seperti ini bisa meningkatkan risiko gangguan saraf karena tubuh yang tidak sering digerakkan bisa membuat otot-otot menopang tulang belakang semakin lemah yang akhirnya mengakibatkan kompresi saraf.
Jarang beraktivitas juga menyebabkan obesitas atau berat badan berlebih. Kalau sampai mengalami obesitas nantinya saraf akan lebih tertekan karena harus menopang berat badan yang berlebihan.
Biasanya saraf kejepit karena kondisi tersebut adalah saraf yang ada di bagian punggung bawah. Selain itu, kebiasaan merokok sebaiknya hindari karena kebiasaan ini bisa menghambat aliran darah ke saraf yang bisa memperburuk kondisi saraf tertekan.
Langkah-langkah Pencegahan dan Penanganan Saraf Kejepit
Ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk mencegah dan menangani kondisi saraf tertekan, diantaranya adalah memperbaiki postur tubuh. Agar postur tubuh bisa lebih bagus sebaiknya saat duduk selalu gunakan kursi ergonomis yang sudah dilengkapi penyangga punggung. Usahakan saat duduk jangan terlalu lama, sempatkan waktu sejenak untuk beristirahat, berdiri dan juga bergerak agar tubuh tidak kaku dan membungkuk.
Cara lainnya adalah menerapkan pola hidup sehat. Pola hidup yang harusnya dijalani penderita adalah rutin melakukan olahraga terutama jenis olahraga yang bisa membuat meningkatkan fleksibilitas dan memperkuat otot-otot inti.
Selain itu, selalu jaga berat badan agar tetap ideal dengan mengonsumsi makanan-makanan bergizi dan menghindari kebiasaan buruk seperti merokok. Kalau sudah menggunakan semua cara tersebut dipastikan akan terhindar dari saraf kejepit.














Leave a Reply