
Jabodetabek.Id – Campak saat ini tengah menjadi perhatian serius karena sempat menimbulkan kasus luar biasa (KLB).
Sebuah video viral lagi di media sosial, yakni berupa curhatan orang tua yang anaknya sedang dirawat di rumah sakit.
Dibagikan oleh akun Instagram @chelly_nasution, ia membagikan video berada di kamar perawatan rumah sakit karena anaknya sakit campak.
Dalam video tersebut, ia mengungkapkan bahwa anaknya sakit campak usai pulang bermain dari playground.
Ajak Anak Main ke Playground saat Lebaran: Nggak Suka Sama Oleh-olehnya
Video yang diunggah berupa kondisi kamar inap untuk pasien opname dan terlihat tiang infus di sebelah ranjang.
“Jangan ajak aku ke playground dulu ya karena aku nggak suka sama oleh-olehnya,” tulisnya dalam keterangan video, dikutip pada Selasa, 31 Maret 2026.
Ia kemudian mengatakan bahwa anaknya pergi ke playground saat momen Lebaran.
Melalui uanggahannya itu, ia juga turut menyadari bahwa di momen Lebaran, sudah ada imbauan untuk tidak mengajak anak-anak ke tempat yang ramai, mengingat kasus campak sedang tinggi.
“Ternyata aku abai, aku ajak anak-anak ke playground saat Lebaran padahal sudah ada larangan untuk anak-anak tidak mendatangi tempat padet pengunjung di area tertutup,” ungkapnya.
“Mungkin imun anakku lagi lemah jadi tertular virus, cepat sehat sayang,” lanjutnya.
Pada unggahan lain, terlihat sang anak yang menangis dan meminta untung segera pulang.
“Ternyata campak sejahat ini. Pertama kalinya dan semoga ini yang terakhir terkena virus ini,” tuturnya.
Menuai Simpati dan Saling Berbagi Pengalaman dengan Warganet
Video yang telah diputar lebih dari 1,5 juta kali penayangan itu kemudian ramai dengan komentar dari warganet.
Tak sedikit yang merasa simpati dan berbagi pengalaman ketika anak sedang sakit campak.
Beberapa komentar seperti, “Kalau ajak anak ke playground, sebisa mungkin sampai rumah langsung mandi dan ganti baju,” tulis akun @hey****i
“Kalau lagi rame atau masa liburan, sebaiknya hindari aja. Ajak lagi kalau udah hari biasa,” tulis akun @iku***a
Kasus Campak di Indonesia
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melaporkan penurunan signifikan kasus suspek dan terkonfirmasi campak di Indonesia.
Hingga minggu ke-12 tahun 2026, kasus harian turun drastis sebesar 93 persen, dari puncak 2.220 kasus pada minggu pertama menjadi 146 kasus pada pertengahan Maret.
“Tren penurunan ini terpantau konsisten di 14 provinsi dan 10 kabupaten/kota dengan riwayat lonjakan kasus pada akhir 2025 dan awal 2026,” Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit (P2) Kemenkes, dr. Andi Saguni, dikutip dari laman resmi Kemenkes pada Selasa, 31 Maret 2026.
Meskipun tren kasus menurun, data nasional mencatat 10 kasus kematian akibat campak sepanjang 2026.
Salah satu kasus fatal menimpa seorang dokter internsip di Kabupaten Cianjur, berinisial AMW (25), yang meninggal dunia pada 26 Maret 2026 akibat komplikasi campak pada jantung dan otak.










Leave a Reply