
Jabodetabek.id – Salah satu variabel yang perlu diperhatikan dalam pengecoran beton adalah nilai slump. Jika ingin meningkatkannya, bahan aditif berupa water reducing dan superplasticizer dapat digunakan selama pengecoran.
Lantas, apa itu nilai slump dan apa dampak superplasticizer serta water reducing terhadapnya? Simak ulasan di bawah ini untuk mengetahuinya.
Apa Itu Nilai Slump Beton?
Nilai slump merujuk pada ukuran konsistensi atau kekentalan beton segar. Semakin tinggi nilainya, maka beton akan semakin cair. Sebaliknya, angkanya akan rendah bila struktur tersebut kaku. Bahkan, slump bisa berada di angka 0 bila benar-benar kaku.
Hal ini akan berbanding lurus terhadap workability atau kemudahan pengerjaan karena beton cair akan mudah dituang dan diproses. Bagaimanapun juga, nilai tersebut tidak boleh terlalu tinggi karena akan mengurangi kekuatan struktur.
Fungsi keberadaan nilai slump adalah memastikan bahwa beton cukup mudah untuk dikerjakan tanpa terlalu banyak air. Selain itu, variabel tersebut juga digunakan untuk mengontrol kualitas agar campuran cukup konsisten dan sesuai dengan desainnya.
Dampak Water Reducing dan Superplasticizer terhadap Nilai Slump
Ada dampak positif yang diberikan oleh water reducing dan superplasticizer terhadap nilai slump. Dampak tersebut akan memberi efek terhadap aspek-aspek lainnya. Inilah penjelasannya:
● Meningkatkan Nilai Slump
Nilai slump dapat meningkat secara signifikan jika ditambah bahan tambahan yang mengandung dua zat tersebut. Bahkan, peningkatannya bisa mencapai 3% pada kondisi tertentu.
Peningkatan ini membuat beton yang kaku menjadi flowing concrete atau lebih mudah dituang. Jadi, workability-nya akan meningkat sehingga semakin mudah dikerjakan selama proses pengecoran.
Nilai slump juga akan meningkat karena bahan aditif ini mampu mendispersi serta melepaskan partikel yang menggumpal. Alhasil, air yang terperangkap akan lebih mudah bebas sehingga beton menjadi lebih cair dan mudah dituang.
Makin tinggi dosis superplasticizer, maka makin tinggi juga nilai slump-nya. Namun, hal ini hanya berlaku pada batas jenuh tertentu sehingga Anda tetap harus berhati-hati saat memakainya.
● Mengurangi Air
Meskipun nilai slump meningkat, ternyata superplasticizer dan water reducing mampu mengurangi kebutuhan airnya. Bahkan, kebutuhan air tersebut bisa menurun dalam jumlah signifikan.
Berkurangnya kebutuhan tersebut membuat Anda bisa menghemat biaya dengan lebih baik. Selain itu, sumber daya air tanah maupun permukaan juga akan lebih lestari. Anda pun bisa mengalokasikannya untuk kebutuhan lain secara efisien.
● Meningkatkan Kualitas Beton
Kebutuhan air yang berkurang akan menekan rasio antaranya dengan semen. Dengan kata lain, FAS pun akan menjadi lebih rendah meskipun nilai slump-nya naik. Hal ini membuat beton menjadi lebih kuat.
Tidak hanya itu, porositas atau kadar pori-pori di dalamnya juga akan menurun. Alhasil, struktur menjadi lebih padat dan semakin sulit untuk ditembus oleh zat cair yang mampu merusak dan menyebabkan korosi pada tulangan.
Meningkatnya kualitas beton akan memperpanjang umurnya. Jadi, Anda tidak perlu melakukan perbaikan berulang atau khawatir struktur rusak hingga membahayakan pengguna dalam jangka waktu dekat.

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan saat Menggunakan Water Reducing dan Superplasticizer
Kedua kandungan dalam bahan aditif ini memang bisa menaikkan nilai slump. Bagaimanapun juga, Anda perlu memperhatikan sejumlah hal saat menggunakannya, seperti:
● Perhatikan Dosis
Anda harus memperhatikan dosis water reducing dan superplasticizer. Caranya adalah menghitung rasio penggunaan dengan bahan material yang dibutuhkan untuk membuat beton.
Setelah itu, Anda bisa mencobanya terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke proses pengerjaan. Hal ini untuk mengetahui apakah perhitungan sudah tepat atau belum. Bila belum, maka uji cobalah hingga cocok.
Kekurangan dosis membuat nilai slump tidak bisa naik secara maksimal. Di sisi lain, kelebihan dosis akan menimbulkan pemisahan agregat, naiknya air ke permukaan, serta waktu ikat yang terlalu lama sehingga kualitas dan proses pengerjaan terganggu.
● Metode Pencampuran
Metode pencampuran juga perlu diperhatikan agar hasilnya maksimal. Sebagai contoh, superplasticizer akan lebih efisien bila ditambah setelah semen dan air tercampur sebagian atau bersama dengan air pencampuran akhir.
Jangan tambahkan bahan aditif tersebut saat campuran semen sudah kering. Hal ini akan mengurangi manfaatnya.
● Kompatibilitas Semen
Tidak semua jenis semen cocok dengan semua jenis superplasticizer dan water reducing. Jika dipaksakan meskipun tidak cocok, maka manfaat dari bahan aditif ini akan kurang terasa. Bahkan, beton akan mengeras terlalu cepat.
Maka dari itu, Anda perlu mencobanya terlebih dahulu dalam kadar sedikit sebelum menggunakannya untuk proses pengecoran. Bila perlu, konsultasikan dengan profesional untuk mendapatkan hasil terbaik.
Water Reducing dan Superplasticizer Berdampak Baik, Namun Harus Hati-Hati
Jadi, bahan aditif yang mengandung water reducing dan superplasticizer dapat memberi dampak baik terhadap nilai slump yang berhubungan dengan efek lainnya. Bagaimanapun juga, Anda tetap harus berhati-hati dan teliti saat memakainya agar hasilnya optimal.
Hal lain yang tak kalah penting untuk diperhatikan adalah memakai bahan aditif berkualitas, seperti SikaCim® Concrete Additive. Bahan ini dapat menekan kebutuhan air sampai 20%. Workability pun akan meningkat sehingga proses pengecoran bisa selesai lebih cepat.
Di sisi lain, kekedapan beton terhadap air akan meningkat. Efek kenaikan kuat tekan juga akan naik hingga 40% pada usia 28 hari.
Menariknya, Sika sudah berpengalaman selama 115 tahun dalam menangani berbagai proyek global. Contohnya adalah Teater Nove Divadlo di Pilsen, Republik Ceko. Sika juga pencetus semen waterproofing pertama di Indonesia yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan.
Bersama bahan aditif dari pengeras beton Sika, Anda bisa meningkatkan nilai slump secara optimal. Alhasil, beton menjadi lebih mudah dikerjakan tanpa mengurangi kualitasnya. Itulah mengapa Anda tak perlu menunggu lebih lama lagi untuk menggunakannya.













Leave a Reply