Jabodetabek.id

Hadirkan Fakta-Realita dan Anti Hoax

Viral 2 Warga Aceh Ditemukan Tewas dalam Mobil yang Masih Menyala, Pemudik Lebaran 2026 Diimbau Waspada

Menyoroti insiden viral terkait penemuan jenazah pria-wanita di dalam mobil yang menyala dan terparkir di kawasan Pidie Jaya, Aceh.
Menyoroti insiden viral terkait penemuan jenazah pria-wanita di dalam mobil yang menyala dan terparkir di kawasan Pidie Jaya, Aceh. (Foto: Instagram.com / @baturajatoday – @acehworldtimes)

Jabodetabek.Id – Linimasa media sosial tengah dihebohkan dengan insiden penemuan pria dan wanita dalam kondisi meninggal dunia di dalam mobil yang masih menyala dan terparkir di kawasan Pidie Jaya, Aceh, pada Selasa, 24 Maret 2026, dini hari.

Dalam unggahan Instagram @baturajatoday, pada Rabu, 25 Maret 2026, kejadian ini bermula usai adanya laporan dari warga Desa Keude Luengputu, Kecamatan Bandar Baru, yang menemukan 2 korban di lokasi kejadian.

“Warga digegerkan dengan penemuan pasangan suami istri yang meninggal dunia di dalam sebuah mobil dalam kondisi pintu terkunci,” demikian tertulis dalam postingan tersebut.

Berdasarkan laporan di lapangan, 2 jenazah tersebut diketahui berinisial M (25) warga Kabupaten Bireuen dan HS (26) warga Kabupaten Bener Meriah.

Lantas, bagaimana awal mula penemuan jenazah pria-wanita di dalam mobil yang terparkir di kawasan Pidie Jaya itu? Berikut ini kronologinya.

Mobil Terparkir Sejak Sore

Penemuan jenazah pria dan wanita itu bermula dari kecurigaan seorang anggota Polri berinisial Y.

Kala itu, Y melihat mobil Honda Jazz berpelat BK 1508 JI terparkir di depan sebuah ruko sejak Senin, 23 Maret 2026 sore.

Saat melintas kembali pada Selasa, 24 Maret 2026 sekitar pukul 00.30 WIB, Y melihat mobil tersebut masih terparkir dengan kondisi mesin tetap menyala.

Menyikapi hal itu, Y lantas bersama dua orang lainnya mengecek ke mobil.

Posisi Miring dengan Kondisi Kaku

Secara terpisah, Kasat Reskrim Polres Pidie Jaya, AKP Saiful Kamal menuturkan, di dalamnya, terlihat 2 orang duduk di jok depan.

Meski begitu, ketika dipanggil keduanya tidak merespons sehingga warga memecahkan kaca belakang sebelah kanan untuk membuka pintu.

“Kedua korban ditemukan dalam posisi miring dengan kondisi tubuh telah kaku,” ungkap Saiful dalam keterangannya, pada Rabu, 25 Maret 2026.

Atas insiden itu, 2 jenazah tersebut kemudian dievakuasi ke RSU Pidie Jaya untuk divisum.

Diduga Keracunan AC Mobil

Dari pemeriksaan mobil diketahui mesin kendaraan dalam keadaan menyala, namun sistem pendingin udara atau Air Conditioner (AC) tidak berfungsi dengan baik.

“Berdasarkan dugaan awal, korban meninggal dunia akibat menghirup gas beracun dari mesin kendaraan yang masih menyala,” papar Saiful.

Polisi juga menemukan jerigen berisi bahan bakar minyak (BBM) di dalam bagasi kendaraan.

Hal itu, disebut memperkuat dugaan sementara korban meninggal dunia akibat menghirup gas karbon monoksida (CO) yang terperangkap di dalam kabin mobil akibat sirkulasi udara yang tidak optimal.

“Hasil visum tidak ditemukan tanda kekerasan. Dugaan sementara korban meninggal dunia akibat menghirup gas di dalam kendaraan,” jelas Saiful.

Penyebab Kematian Masih Diselidiki

Hingga kini, pihak kepolisian mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi di antaranya satu unit kendaraan, telepon genggam, uang tunai, serta kartu ATM milik korban.

Barang-barang tersebut telah diserahkan kepada pihak keluarga.

“Saat ini, Sat Reskrim Polres Pidie Jaya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan secara pasti penyebab kematian kedua korban,” ungkap Saiful.

Berkaca dari hal itu, insiden tersebut dinilai sebagai pengingat akan pentingnya kewaspadaan para pengendara.

Terlebih bagi para pemudik yang tengah melakukan perjalanan dalam momentum puncak arus balik Lebaran 2026.

Pemudik Lebaran 2026 Diimbau Waspada

Dalam kesempatan yang sama, Kasi Humas Polres Pidie Jaya, AKP Mahruzar Haryadi mengimbau kepada masyarakat khususnya para pemudik agar selalu mengutamakan keselamatan selama perjalanan.

Mahruzar juga menekankan pentingnya memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik serta tidak beristirahat di mobil dengan mesin menyala.

“Terlebih dalam waktu lama guna menghindari risiko keracunan gas berbahaya,” imbuh Mahruzar.

“Bagi para pemudik, apabila merasa mengantuk atau lelah saat berkendara, agar segera mampir atau beristirahat di Pos Pengamanan (Pos Pam), maupun Pos Pelayanan Operasi Ketupat 2026,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *