Jabodetabek.id

Hadirkan Fakta-Realita dan Anti Hoax

Tanda-tanda Rip Current dan Cara Keluar Agar Tetap Aman, Tak Melawan Arus Ombak Jadi Kuncinya

Foto rip current di pantai
Foto rip current di pantai (Foto: noaa.gov/Dr. Tom Herrington, Stevens Institute of Technology)

Jabodetabek.id- Kabar duka datang dari dunia pendidikan ketika 13 siswa SMP Negeri 7 Mojokerto terseret arus di Pantai Drini, Gunungkidul, Yogyakarta.

Kegiatan outing class yang seharusnya memberikan memori indah bagi para siswa justru berubah menjadi momen kehilangan teman.

Dalam insiden tersebut, tim SAR berhasil menyelamatkan 9 siswa dan langsung mendapatkan perawatan medis sementara 4 lainnya meninggal dunia.

Terseretnya 13 siswa ke tengah laut ini dihubungkan dengan fenomena rip current.

Pantai di Yogyakarta memang menawarkan keindahan alam, namun di jajaran pantai tersebut ada bagian yang diam-diam berulang kali menelan korban jiwa.

Para petugas penyelamatan di pantai pun selalu mewanti-wanti pengunjung untuk tidak berenang di laut karena ada arus balik yang membahayakan.

Apa Itu Rip Current?

Mengutip dari laman resmi BMKG, rip current adalah arus kuat dari air laut yang bergerak menjauh dari pantai. 

Rip current terbentuk karena pertemuan ombak yang sejajar dengan garis pantai, sehingga menyebabkan terjadinya arus balik dengan kecepatan arus yang tinggi.

Untuk kecepatan arusnya, semuanya tergantung pada kondisi gelombang, pasang surut, dan bentuk pantai.

BMKG menambahkan jika rip current yang telah diukur, kecepatannya bisa melebihi 2 m per detik.

Karena itu, arus ini bahkan dapat menyapu perenang terkuat sekalipun ke laut.

National Ocean Service juga menyebutkan kalau rip current tidak akan mudah untuk dihadapi bahkan oleh perenang olimpiade.

Tanda-tanda Rip Current

Sebenarnya, tanda-tanda rip current ini sulit untuk diidentifikasi karena semuanya kembali pada keadaan ombak, gelombang, dan bentuk pantainya.

Namun, keberadaan rip current ini bisa terlihat dengan jelas dari tempat yang lebih tinggi karena ada beberapa perbedaan dengan kondisi di sekitarnya.

  • Celah sempit perairan yang lebih gelap dan tampak lebih tenang diapit oleh area ombak yang pecah
  • Memiliki saluran air yang bergelombang dan terlihat berbeda dengan air di sekitarnya
  • Perbedaan warna air, seperti adanya area air yang tampak berlumpur di mana itu terjadi akibat sedimen dan pasir yang terbawa dari panta.
  • Area buih atau busa ombak dan rumput laut yang konsisten selalu terbawa oleh arus ombak
  • Aliran air yang menjauh dari bibir pantai dengan arus deras yang cepat

Karena arus di rip current terlihat tenang, hal itu yang membuat wisatawan merasa terlena bakal aman.

Padahal ia berada di tengah bahaya di mana arus balik ke laut lebih kencang dari bawah yang bisa sewaktu-waktu menyeret.

Apa yang Harus Dilakukan Saat Tersadar Sudah Berada di Area Rip Current?

Tetap coba untuk tenang karena rip current tidak menarik ke bawah, tapi membuat tubuh untuk berputar-putar di area tersebut.

Terus mencoba mengapung karena beberapa penelitian seperti yang ditulis di laman Frontiers.org menyebutkan bahwa rip current pada akhirnya membawa kembali ke pantai.

Karena sifatnya sebagai arus balik yang menarik dan disebutkan kalau perenang profesional pun kesulitan, penting diingat untuk tidak melawan arus.

Hal tersebut hanya akan membuat tubuh kelelahan karena melawan arus yang kuat.

Lebih dari itu, cara terbaik untuk tetap aman saat pergi berwisata ke pantai adalah tetap berada di bibir pantai, mengikuti instruksi keamanan dari penjaga pantai, dan menghindari keinginan untuk berenang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *