Jabodetabek.id

Hadirkan Fakta-Realita dan Anti Hoax

Taliban Katakan Turki Bisa Berperan Aktif Pulihkan Afghanistan

Pejabat Kementerian Luar Negeri Afghanistan Amir Khan Muttaqi menyatakan, Turki dapat memainkan peran aktif dalam berinvestasi, merealisasikan beberapa proyek, merenovasi, dan memulihkan Afghanistan. (Foto: Dok Net/ Istimewa).
Pejabat Kementerian Luar Negeri Afghanistan Amir Khan Muttaqi menyatakan, Turki dapat memainkan peran aktif dalam berinvestasi, merealisasikan beberapa proyek, merenovasi, dan memulihkan Afghanistan. (Foto: Dok Net/ Istimewa).

Jabodetabek.id – Dukungan yang diberikan dari Turki untuk Afghanistan nampaknya ditanggapi oleh pemerintahan baru Afghanistan.

Pejabat Kementerian Luar Negeri Afghanistan Amir Khan Muttaqi menyatakan, Turki dapat memainkan peran aktif dalam berinvestasi, merealisasikan beberapa proyek, merenovasi, dan memulihkan Afghanistan.

Dan dukungan tersebut dapat dilakukan dengan mempertimbangkan sumber daya yang sudah dimiliki Ankara.

Baca juga : AS Masih Upayakan Pembebasan 16 Misionaris dari Penculikan di Haiti

Saat itu Muttaqi memimpin delegasi Taliban dalam kunjungan resmi ke Turki pada minggu lalu. Dan isi dari pembahasan tersebut adalah membahas masalah bilateral dan kerja sama tentang masa depan Afghanistan.

Muttaqi seperti dikutip Jabodetabek.id dari Anadolu Agency mengatakan, pengakuan resmi pemerintah Taliban dan bantuan internasional sangat penting bagi pemulihan ekonomi Afghanistan. 

Baca juga : China Kesal AS Berlayar ke Selat Taiwan, Dan Anggap AS Provokasi Situasi Memicu Masalah

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu dan Muttaqi mengadakan pertemuan membahas isu-isu dan dengan pengakuan resmi terhadap Taliban dan aset milik Afghanistan yang diblokir oleh Amerika Serikat (AS).

Menurut Muttaqi pembekuan cadangan oleh AS pengambilalihan adalah melanggar hukum internasional dan hak asasi manusia.

Dia juga menekankan uang yang diblokir oleh AS dikirim dari negara lain untuk pembangunan Afghanistan.

Baca juga : Tragis, Para Penumpang Kereta di AS Malah Asyik Menonton Saat Seorang Wanita Diperkosa

 

“Pertanyaan sebenarnya adalah, mengapa uang ini diblokir? Apa yang dilakukan warga Afghanistan?” kata Muttaqi.

Menurut Muttaqi, AS dan negara-negara lain mengatakan jika bantuan kemanusiaan harus diberikan kepada Afghanistan dan hak asasi manusia harus diberikan.

Tapi mereka membiarkan rakyat Afghanistan yang berpenduduk sekitar 40 juta jiwa tanpa kebutuhan pokok.

Muttaqi berharap masalah ini dibawa ke permukaan oleh otoritas Turki.

“Seperti yang telah kami katakan dalam pertemuan kami dalam beberapa hari terakhir, dalam pertemuan dengan delegasi AS dan Uni Eropa di Doha, dan dalam pertemuan kami di Turki, negara-negara seperti itu telah didirikan di dunia, beberapa di antaranya telah dicapai dengan paksa, kudeta atau pemilu di mana satu orang atau keluarga dominan. Mengapa ini diakui tetapi pemerintah di Afghanistan tetap menjadi negara de facto?,” katanya.

Muttaqi juga mengatakan ini adalah perampasan hak-hak warga Afghanistan dan mengatakan situasi tersebut memiliki efek negatif pada perekonomian Afghanistan.

Dan untuk bantuan kemanusiaan yang dikirim dari seluruh dunia telah didistribusikan dan AS dan Uni Eropa menjanjikan bantuan dalam pertemuan sebelumnya dengan delegasi. (Dari berbagai sumber).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *