
Jabodetabek.id – Ular kobra. Hampir semua orang yang ada di India menganggap kobra adalah hewan yang dianggap sakral sekaligus menjadi hewan yang paling membahayakan dan bisa menjadi salah satu media untuk membunuh seseorang.
Minggu lalu, ada seorang pria India dijatuhi hukuman penjara seumur hidup ganda karena membunuh istrinya menggunakan ular kobra.
Dan April tahun lalu, Suraj Kumar (28) membeli kobra seharga 7.000 rupee atau sekitar Rp 1,3 juta. Kobra dikenal sebagai ular paling berbisa di dunia.
Baca juga : Terang-terangan Umbar Strategi Besar Kalahkan Rusia, NATO Akan Perang Lawang Rusia di Seberang Laut Hitam
Di India, perdagangan kobra ilegal, jadi Suraj membelinya melalui pasar gelap dari seorang penangkap ular, Suresh Kumar, di negara bagian Kerala, India selatan.
Sebelumnya, Suraj dan Uthra bertemu dua tahun dari biro jodoh. Ayah Suraj seorang sopir bajaj dan ibunya seorang ibu rumah tangga.
Sedangkan Uthra, yang lebih muda tiga tahun dari Suraj dan mengalami ketidakmampuan belajar dan berasal dari keluarga yang cukup terpandang, ayahnya seorang pedagang karet dan ibunya pensiunan kepala sekolah.
Baca juga : Miracle! Jatuh dari Tebing Setinggi 21 Meter, Bocah Hanya Alami Luka Kecil
Ketika pasangan ini menikah, Suraj menerima maskawin dari orang tua Uthra yaitu 768 gram emas dengan harga sekitar Rp 432 juta dengan kurs saat ini, sebuah sedan Suzuki, dan uang tunai 400.000 rupee atau sekitar Rp 75 juta. Dia juga menerima 8.000 rupee per bulan atau Rp 1,5 juta dari mertuanya “untuk menjaga putri mereka”, menurut penyelidik, seperti dikutip dari BBC, Kamis (21/10).
Saat itu, Uthra kembali ke rumah orang tuanya setelah dipulangkan dari rumah sakit, di mana dia dirawat karena gigitan ular. Karena Uthra dirawat selama 52 hari dan menjalani tiga kali operasi untuk menyembuhkan kakinya yang terinfeksi bisa ular.
Dia digigit ular beludak Russell, ular paling berbisa berwarna tanah yang telah membunuh ribuan orang di India setiap tahun.
Lalu pada 6 Mei malam, menurut penuturan penyelidik, saat Uthra masih dalam proses penyembuhan, dia menerima segelas jus dari Suraj yang telah diberi obat penenang.
Ketika minuman itu mulai bekerja, Suraj mengeluarkan kontainernya yang berisi kobra, membaliknya, dan menjatuhkan kobra tersebut saat istrinya tertidur.
Kobra itu tidak menyerang istrinya, malah merayap pergi. Suraj mengambilnya dan melemparkannya ke Uthra, tapi lagi-lagi ular itu meluncur ke tempat lain.
Suraj mencoba untuk ketiga kalinya, lalu dia memegang ular itu dengan tudung khasnya dan menekan kepalanya di dekat lengan kiri Uthra.
Kobra itu lalu menggunakan taring di bagian depan mulutnya, menggigitnya dua kali. Kemudian menyelinap ke rak di kamar dan diam di sana sepanjang malam.
“Kobra tidak menggigit kecuali Anda memprovokasi mereka, Suraj harus menangkapnya dengan tudungnya dan memaksanya untuk menggigit istrinya,” kata Mavish Kumar, seorang herpetologis.
Menurut penyelidik, untuk menghilangkan jejak atas percobaan pembunuhan istrinya, Suraj mencuci gelas jus, menghancurkan tongkat yang dia gunakan untuk menangani ular dengan aman dan menghapus catatan panggilan di ponselnya.
Ketika ibu Uthra memasuki kamar keesokan paginya, dia memberi tahu polisi jika dia melihat putrinya berbaring di tempat tidur dengan “mulutnya terbuka, dan tangan kirinya tergantung di satu sisi”.
Dan saat itu Suraj juga ada di kamar.
“Kenapa kamu tidak periksa apakah dia sudah bangun?” kata Manimekhala Vijayan kepada menantunya.
“Saya tidak ingin mengganggu tidurnya,” jawab Suraj.
Keluarga itu langsung membawa Uthra ke rumah sakit, dan dokter menyatakan dia meninggal karena keracunan dan memanggil polisi.
Lalu saat laporan otopsi menemukan luka gigitan di lengan kirinya. Sampel darah dan organ bagian dalam mengungkapkan adanya racun kobra dan obat penenang.
Racun kobra dapat membunuh dalam hitungan jam dengan melumpuhkan otot-otot pernapasan.
Atas pengaduan orang tua Uthra, polisi menangkap Suraj pada 24 Mei sehubungan dengan kematian istrinya yang tidak wajar. Setelah penyelidikan selama 78 hari dan dakwaan mencapai lebih dari 1.000 halaman, persidangan dimulai.
Lebih dari 90 orang, termasuk herpetologis dan dokter, bersaksi.
Dengan berbagai penyidikan dan pemeriksaan oleh pihak kepolisian atas kasus pembunuhan yang direncanakan Suraj kepada istrinya. Penuntut umum Mohanraj Gopalakrishnan mengatakan kasus ini sebagai tonggak penting dalam penyelidikan polisi di India.
Dan ketika jaksa dapat dengan tegas membuktikan bahwa seekor binatang digunakan sebagai senjata pembunuhan.
Atas perbuatannya tersebut maka Suraj menerima hukuman seumur hidup ganda yang langka untuk kejahatan tersebut. Dan saat itu juga menurut Gopalakrishnan, dia tidak menunjukkan penyesalan. (Dari berbagai sumber).










Leave a Reply