
Tak Gabung ke Asosiasi Penyanyi VISI, Anji Mengaku Dirinya Tak Diajak karena Kurang Terkenal
Jabodetabek.Id- Belakangan ini, sejumlah musisi Indonesia mengumumkan keterlibatan mereka dalam Vibrasi Suara Indonesia (VISI), sebuah asosiasi yang menaungi para penyanyi di Tanah Air.
Namun, musisi sekaligus pencipta lagu Anji Manji ternyata tidak bergabung dengan asosiasi tersebut.
Anji akhirnya memberikan penjelasan mengenai keputusannya itu.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, ia mengungkapkan bahwa dirinya tidak diajak bergabung dengan VISI, meskipun lebih dikenal sebagai seorang penyanyi dibandingkan pencipta lagu.
“Banyak yang bertanya, kenapa saya tidak bergabung dengan VISI? Jawabannya adalah karena saya tidak diajak bergabung,” tulis Anji, dikutip Senin 3 Maret 2025.
Ia kemudian menyampaikan beberapa kemungkinan alasan mengapa dirinya tidak masuk dalam VISI.
Pertama, menurutnya, bisa jadi para penggagas VISI tidak memiliki akses untuk menghubunginya.
Kedua, Anji merasa dirinya tidak seterkenal beberapa penyanyi lain yang tergabung dalam VISI.
“(Pertama) Penggagas VISI tidak memiliki nomor Anji atau tidak tahu akun media sosial Anji. Rasanya tidak mungkin karena ini. (Kedua) Anji sudah bergabung di AKSI,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti perbedaan visi antara dirinya dengan VISI dalam hal sistem royalti.
“(Ketiga) Visi Anji berbeda dengan visinya VISI. (Empat) Anji kurang terkenal,” tulisnya melalui akun Instagram @duniamanji.
Perbedaan visi ini diyakini berkaitan dengan sistem royalti yang diperjuangkan.
VISI mendukung sistem kolektivitas royalti, sementara Anji yang tergabung dalam AKSI lebih condong pada sistem Direct Licensing.
“Visi Anji berbeda dengan visinya VISI. Alasan ini masuk akal. Karena dari yang saya baca, VISI mendukung sistem penghimpunan royalti untuk PERTUNJUKAN PUBLIK secara kolektif. Sementara saya lebih cenderung mendukung sistem Direct Licensing, yang juga diajukan AKSI untuk PERTUNJUKAN PUBLIK. Bahkan AKSI sudah menyiapkan sebuah sistem yang disebut DDL (Digital Direct License),” jelasnya.
Ia juga menyoroti perbedaan definisi terkenal yang bisa bervariasi, mulai dari popularitas karya hingga jumlah pengikut di media sosial.
“Alasan ini juga masuk akal, walaupun definisi terkenal itu bisa macam-macam. Bisa dari popularitas karya, jumlah follower media sosial atau apapun. Apapun alasannya, saya masih seorang Penyanyi. Keberadaan saya di AKSI salah satunya adalah untuk memastikan bahwa peran Penyanyi juga diperhatikan,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Anji menegaskan bahwa perjuangannya dalam hal royalti adalah demi melindungi hak cipta bagi para pencipta lagu.
“Anggota kami (AKSI) banyak yang hak-haknya terpinggirkan karena sistem, aturan dan kebiasaan. Apalagi banyak dari mereka yang tidak memiliki ‘kekuatan bersuara’ di media. Untuk itulah kami ada,” ungkapnya.
Ia juga berharap keberadaan AKSI dan VISI bisa membawa manfaat, bukan malah menimbulkan pertentangan.
“Semoga adanya AKSI dan VISI bisa membawa kebaikan, bukan pertentangan. Saya, sebagai Penyanyi, terbuka sekali jika ingin diajak diskusi tentang apapun oleh teman-teman di VISI,” tutupnya.
Menanggapi pernyataan Anji, Piyu Padi Reborn turut memberikan komentar mengenai AKSI.
“Ini posting tulisan yang pasti dilakukan dengan pengendapan yang dalam bukan spontan tiba tiba terpikir dikepala lalu ditulis,” tulis akun @piyu_logy dalam kolom komentar/
“Salut buat Anji makanya Anji lebih tepat dan pantas berada di AKSI @aksibersatu karena pemikirannya tidak akan bisa disetir dengan suatu visi yang bertolak belakang dengan visinya Anji sendiri yg ingin menempatkan sebuah profesi pada tempat yg layak berkeadilan bukan terpinggirkan spt selama ini. Terimakasih Anji.,” tulis Piyu.
Sejarah AKSI dan VISI
AKSI (Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia) resmi berdiri pada 3 Juli 2023 dengan Ahmad Dhani dan Piyu sebagai penggagasnya.
Piyu menjabat sebagai Ketua Umum, sedangkan Ahmad Dhani sebagai Ketua Dewan Pembina.
Asosiasi ini bertujuan menjadi wadah bagi para komposer untuk berkarya, bersuara, dan meningkatkan kesejahteraan serta perlindungan terhadap karya musik di Indonesia.
Sementara itu, VISI baru berdiri setahun lebih setelah AKSI terbentuk.
Beberapa penyanyi yang ikut menggagas VISI antara lain Armand Maulana, Ariel NOAH, dan BCL.
Keberadaan AKSI dan VISI sendiri tidak lepas dari perdebatan mengenai sistem royalti di Indonesia, yang hingga kini masih menjadi topik hangat di kalangan musisi.











Leave a Reply