
Jabodetabek.id – Universitas Diponegoro (Undip) melepas 3.833 orang wisudawan dari program Diploma III sampai Pascasarjana Doktor, pada upacara calon wisudawan ke 176 yang berlangsung selama 4 hari, sejak 4 sampai 7 November 2024 di Gedung Muladi Dome, Undip, Semarang, Jawa Tengah.
Pada Upacara yudisium dan penglepasan calon wisudawan Program Doktor Hukum, Magister Hukum, dan Magister Kenotariatan, Fakultas Hukum Undip Periode IV Tahun 2024, dihadiri oleh Dekan Fakultas Hukum Undip Prof.Dr.Retno Saraswati,SH.,MHum, Wakil Dekan Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Hukum Undip, Dr. Aditya Yuli Sulistyawan,SH.,MH, dan Wakil Dekan Sumberdaya Fakultas Hukum Undip, Bapak Solechan,SH,MH.
Dari sekian ratusan wisudawan Fakultas Hukum, Setia Untung Arimuladi selaku wisudawan Program Doktor (S3) diminta untuk memberikan sambutannya sekaligus ungkapan rasa syukur sebagai perwakilan wisudawan dan wisudawati Fakultas Hukum Undip.
Setia Untung yang juga purnabakti dari intansi Kejaksaan RI itu mengingatkan bahwa wisuda adalah sebuah prosesi yang secara formal mengukuhkan mahasiswa untuk menyandang kehormatan sebagai sarjana sekaligus suatu tanggungjawab.
Kegiatan upacara wisuda kata dia, sebuah momentum pelepasan para peserta didik untuk menjadi dirinya sendiri, agar mampu mengembangkan kemampuannya untuk memanfaatkan sebagian modal kecil ilmu dan teknologi yang pernah diperoleh di kampus Undip untuk menyikapi dinamika pasar kerja dan kehidupan.
“Atmosfeer persaingan sangat ketat dengan indikator-indikator yang terus berubah sesuai tuntutan pasar kerja. Dengan mendasarkan perkataan tersebut kiranya bagi kita untuk terus mengembangkan kemampuan diri kita agar dapat bersaing tidak hanya dalam bidang hukum tetapi juga dapat berkompetisi dalam bidang kerja lainnya sesuai dengan minat dan kebutuhan pasar kerja pada saat ini,” ucap Setia Untung dalam sambutannya.
Kompetisi bidang kerja, kata dia baik yang formal maupun non formal dirasa sangat kompetitif akhir-akhir ini, karena membutuhkan motivasi dan inovasi untuk menggapai dan mewujudkannya.
“Dalam kondisi masyarakat saat ini, sudah sewajarnya kita semua harus memberikan konstribusi bukan saja pemikiran-pemikiran dalam tataran konsep semata, apalagi sekedar berwacana, tetapi melalui action nyata sebagai agent of change, pembawa perubahan bagi masyarakat disekitarnya,” ungkap dia.
Mewakili para wisudawan, Mantan Wakil Jaksa Agung ini berharap kepada Fakultas Hukum Undip untuk dapat terus meningkatkan kualitas serta pelayanan di bidang ilmu hukum kepada masyarakat berdasarkan Tri Dharma Perguruan Tinggi dimana bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Saya mewakili para wisudawan dan wisudawati untuk menyampaikan ungkapan terimakasih yang setulus-tulusnya terkhusus kepada kedua orang tua kami, keluarga wali wisudawan dan wisudawati untuk segala dukungan moral ataupun material yang telah diberikan selama ini,” ungkap dia.
Karena itu mewakili para wisudawan dan wisudawati, Setia Untung menyampaikan ungkapan syukur sebagai bentuk terimakasih kepada orang-orang terdekat dan disekitarnya, yang berbunyi.
“Kala matahari terik kau banting tulangmu untuk mencari nafkah. kala gelap datang engkau panjatkan doa-doamu tanpa lelah. Kala aku masih tertidur pulas engkau penuh khidmah untuk terus menengadah. Kala aku ditempa kesulitan, rintangan, putus asa engkaulah orang yang pertama memohonkan doa agar aku kuat menghadapi masalah,” tuturnya.
Setia Untung yang pernah menjabat sebagai Kepala Badan Diklat Kejaksaan RI, menekankan, beruntunglah kepada wisudawan dan wisudawati yang orangtua, isteri dan suaminya masih dapat menyaksikan secara langsung memakai toga kebanggaan.
“Sementara, wisudawan dan wisudawati yang orangtua, isteri atau suaminya telah dipanggil oleh Allah SWT, mereka di sana dengan bangga dan tersenyum melihat putra-putrinya, isteri atau suaminya memakai pakaian yang menjadi saksi sejarah meraih gelar sarjana,” papar dia.
Ia juga menyampaikan terimakasih kepada orang tua wali wisudawan dan wisudawati, yang telah rela mengorbankan dan mengusahakan apapun untuk melihat anaknya menyelesaikan proses di perguruan tinggi.
“Setidaknya, gelar yang kami peroleh, menjadi pelipur hati bapak ibu wali atas lelah, letih, pengorbanan yang selama ini dilakukan. Dengan penuh rasa kebahagiaan, gelar ini kami persembahkan untuk kedua orang tua, isteri, suami dan keluarga kami dan Doakan Kami,” ungkapnya.
Ia menilai bahwa Fakultas Hukum Undip mempunyai ciri khas tersendiri dalam memandang hukum. Dia menyampaikan, ketika dirinya menulis disertasi pernah mengutip salah satu buku dari guru besar Prof. Satjipto Rahardjo yang berjudul ‘Hukum dan Perilaku: Hidup baik adalah dasar hukum yang baik’.
“Prof Satjipto Rahardjo ingin mengatakan pada kita semua bahwa bertingkah-laku baik merupakan fondasi awal dalam berhukum. Semakin tinggi kualitas perbuatan dan sikap yang baik, semakin tinggi pula kualitas hukumnya, karena manusia menciptakan hukum, bukan hukum menciptakan manusia,” kutip dia.
“Pernyataan guru kami rupanya sejalan dengan apa yang disampaikan seorang anggota Majelis Pidana Mahkamah Agung Belanda, Bernardus Maria Taverne. Ia mengatakan ‘Beri saya seorang hakim yang baik, sehingga dengan undang-undang yang buruk sekalipun saya bisa membawa keadilan’. Ungkapan ini memberikan kita makna bahwa betapa pentingnya perbuatan baik seorang penegak hukum,” sambungnya.
Bahkan kata dia, sekuat atau kerasnya substansi hukum yang berupa aturan perundang-undangan, bilamana struktur hukum yang berupa aparat penegakan hukum lemah, termasuk hakim, polisi, jaksa, dan advokat, maka aturan hukum itu hanya menjadi ‘macan di atas kertas’.
“jadi, berbuat baiklah, bersikap baiklah, karena hanya itu yang dapat mengangkat derajat manusia dalam mentaati hukum,” imbuhnya.
Dengan diwisudanya para mahasiswa dari program doktor dan sarjana ilmu hukum, bukan berarti usai, namun bertambah tanggung jawab moral bersamaan dengan gelar yang disematkan kepada para wisudawan dan wisudawati.
“Tanggung jawab sebagai mahasiswa bolehlah sudah usai. Namun tanggung jawab atas ilmu dan gelar yang diperoleh, akan terus dan terus di pundak selama hayat masih di kandung badan. Semoga apapun yang kami lakukan di masa depan dapat memberikan manfaat bagi orang lain,” papar dia.
Amanah sebagai lulusan Fakultas Hukum Undip, sebagai pelestari tradisi budaya intelektual, menjadi leader dan pelopor dalam masyarakat akan berusaha untuk menjaga nama baik kampus almamater tercinta.
“Bahwa Ilmu dan gelar yang kita dapatkan ini adalah titik awal kebangkitan dan perjuangan. Teruslah berfikir dan berbuat baik kepada siapapun. Hari ini bukanlah akhir dari perjuangan kita. Hari ini bukanlah akhir dari mimpi kita. Hari ini adalah awal dari kebangkitan dan perjuangan yang telah menanti kita di depan sana. Impian dan harapan untuk hidup mapan, bekerja di perusahaan ataupun pegawai negeri tidaklah mudah untuk digapai. Gelar sarjana bukanlah jaminan bagi kita, teruslah berusaha, berjuang, berinovasi dan berikhtiar untuk mewujudkan cita cita dan harapan,” demikian Setia Untung











Leave a Reply