Jabodetabek.id

Hadirkan Fakta-Realita dan Anti Hoax

Setahun Lebih Menghilang, Jack Ma Pendiri Alibaba Group Kembali Muncul di Hongkong

Jack Ma, Pendiri Alibaba Group, kembali muncul ke publik setelah menghilang pada tahun lalu. Dan saat ini sedang berada di Hongkong. (Foto: Dok Net/ Istimewa).
Jack Ma, Pendiri Alibaba Group, kembali muncul ke publik setelah menghilang pada tahun lalu. Dan saat ini sedang berada di Hongkong. (Foto: Dok Net/ Istimewa).

Jabodetabek.id – Jack Ma, Pendiri Alibaba Group, kembali muncul ke publik setelah menghilang pada tahun lalu.

Jack Ma saat ini berada di Hong Kong dan telah bertemu dengan rekan bisnis dalam beberapa hari terakhir, dikutip Jabodetabek.id dari Reuters.

Jack Ma adalah pengusaha dan miliarder yang dikenal blak-blakan di China. Minggu lalu, dia berada di Hong Kong untuk bertemu beberapa rekan bisnisnya.

Dan sebagian besar bisnis Jack Ma berbasis di Kota Hangzhou, China timur. Ma memiliki satu rumah mewah dan beberapa operasi bisnis di Hong Kong.

Baca juga : KTT Virtual Pemimpin G20, Janji Cegah Bencana Ekonomi di Afghanistan

Pemberitaan mengatakan jika Jack Ma menghilang dari hadapan publik sejak menyampaikan pidato yang mengkritik regulator keuangan China pada Oktober tahun lalu di Shanghai.

Dengan menghilang Jack Ma mengakibatkan batalnya IPO besar Ant Group miliknya. Sejak saat itu, Ma muncul secara terbatas di China daratan.

Jack Ma yang dahulunya mantan guru bahasa Inggris itu menghilang dari pandangan publik selama tiga bulan.

Tiba-tiba dia kembali muncul ke publik pada Januari. Kemunculan Jack Ma telah meredakan kekhawatiran tentang ketidakhadirannya. Kemunculan Jack Ma membuat saham Alibaba Group melonjak.

Baca juga : Gak Boleh Main TikTok, Remaja Perempuan Tewas Gantung Diri

Bulan Mei lalu, dia melakukan kunjungan ke kampus Alibaba di Hangzhou. Ma juga menghadiri acara tahunan Ali Day untuk staf dan keluarganya.

Lalu pada 1 September, beredar foto-foto Jack Ma mengunjungi beberapa rumah kaca pertanian di provinsi Zhejiang timur dan menjadi viral di media sosial China.

Alibaba lalu mengatakan akan menginvestasikan 100 miliar yuan atau setara dengan 15,5 miliar dolar AS pada 2025 untuk mendukung kemakmuran bersama.

Saat ini Alibaba Group menjadi raksasa perusahaan terbaru yang menjanjikan dukungan untuk inisiatif pembagian kekayaan yang didorong oleh Presiden China, Xi Jinping.

Alibaba Group dan perusahaan teknologi lainnya telah menjadi target tindakan keras regulasi yang luas terhadap berbagai masalah, mulai dari perilaku monopolistik hingga hak-hak konsumen.

Pada April raksasa e-commerce tersebut dikenakan denda sebesar 2,75 miliar dolar AS, karena pelanggaran monopoli bisnis.

Dan untuk awal tahun ini, regulator juga memberlakukan restrukturisasi menyeluruh pada Ant Group yang gagal melakukan penawaran umum perdana senilai 37 miliar dolar AS di Hong Kong dan di Pasar STAR.

Penawaran tersebut akan menjadi yang terbesar di dunia. (Dari berbagai sumber).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *