
Jabodetabek.id – Perkembangan terbaru konflik antara Israel dan Palestina kali ini yaitu Kanselir Jerman Angela Merkel menegaskan dukungan terhadap Solusi Dua Negara.
Ini untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina. Dan ini disampaikan saat dia melakukan kunjungan resmi terakhirnya sebagai kanselir ke Israel pada Minggu (10/10).
“Saya pikir pada titik ini, bahkan jika pada tahap ini tampaknya hampir tidak ada harapan, gagasan solusi dua negara tidak boleh diambil dari meja, tidak boleh dikubur. Warga Palestina harus dapat hidup dengan aman dalam negara,” kata Merkel dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Israel Naftali Bennett.
Baca juga : Hadiri Liga Sepak Bola, Presiden Brasil Tidak Diizinkan Masuk
Merkel pun memfokuskan tentang perkembangan proyek permukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki.
Tindakan itu menurutnya tidak akan membantu proses perdamaian, malah akan memperkeruh keadaan saat ini. Tapi Bennett langsung menentang penilaian Merkel.
Politisi sayap kanan itu tetap pada pendiriannya, yaitu menolak pembentukan negara Palestina.
“Berdasarkan pengalaman kami, arti negara Palestina berarti sangat mungkin akan ada negara teror, kira-kira tujuh menit dari rumah saya dan dari hampir semua titik di Israel,” kata Bennett.
Baca juga : Keji, Israel Hancurkan Makam Palestina di Masjid Al-Aqsa
Walau pun seperti itu, Bennett mengatakan, pemerintahannya siap mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan kondisi kehidupan warga Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza.
Komentar Bennett yang menyamakan pembentukan negara Palestina dengan kehadiran negara teror segera dikecam pejabat senior Palestina, Hussein al-Sheikh.
“Bentuk terorisme terburuk adalah pendudukan, bukan pembentukan negara Palestina,” kata al-Sheikh dari akun Twitter pribadinya.
Sebelumnya, Pemerintah Jerman menjanjikan bantuan sebesar 100 juta euro untuk Palestina.
Dan dana itu akan digunakan untuk membiayai proyek-proyek penting di Jalur Gaza dan Tepi Barat, termasuk Yerusalem.
Lalu utusan khusus Jerman untuk Palestina, Oliver Owcza, memuji hubungan historis serta bilateral antara Palestina dan Jerman.
Di sini Owcza menegaskan, negaranya mendukung penyelesaian konflik Israel-Palestina melalui mekanisme solusi dua negara.
Jerman pun mendukung Palestina menggelar pemilu, termasuk di daerah yang diduduki Israel.
Di samping itu juga Perdana Menteri Palestina Mohamed Shtayyeh menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Jerman atas bantuan tersebut.
Berlin, dalam pandangan Shtayyeh, juga konsisten mendukung hak-hak rakyat Palestina, termasuk memperoleh kemerdekaan.
“Kami berharap teman-teman kami di Jerman, Uni Eropa, dan masyarakat internasional akan membantu menekan Israel untuk mengizinkan pemilu diadakan di semua wilayah Palestina, termasuk Yerusalem,” kata Shtayyeh pada 15 September lalu, dilaporkan kantor berita Palestina, WAFA. (Dari berbagai sumber).











Leave a Reply