
Jabodetabek.id – Distrik Lampu Merah yang terkenal di Amsterdam adalah pusat pekerja seks yang beragam, multikultural.
Di sana Anda bisa menemukan hampir semua jenis wanita atau pria untuk melayani keinginan Anda dalam berhubungan intim.
Satu yang unik di sana, ada pekerja seks saudara kembar yaitu Louise dan Martine Fokken.
Mereka adalah tim yang tertua, dengan total pengalaman masing-masing lebih dari setengah abad.
Baca juga : Salim Abd Al-Karim Hasarma, Korban Ke-100 yang Ditembak Mati Israel
Bukan itu saja bahkan di sana mereka dinobatkan sebagai ‘gadis jendela tertua’ di Distrik Lampu Merah pada 2012 sebelum mereka pensiun.
Dan mereka juga telah membuat film dokumenter tentang mereka yang disebut “Meet the Fokkens” dan memiliki sebuah buku yang merinci kehidupan mereka.
Saudara kembar ini yang berusia akhir 70-an tahun itu telah melayani lebih dari 335.000 klien selama ‘karier’ sepanjang hidupnya.
Berbicara kepada Guardian, Louise menjelaskan bagaimana dia masuk ke industri seks.
Baca juga : Ratusan Laki-laki dan Perempuan Telanjang di Laut Merah Israel, Ini Alasannya
“Saya dipukuli ke jalan oleh suami saya di awal usia 20-an,” katanya, dilansir LADBible.
“Dia memberi tahu saya kecuali saya mendapatkan uang untuknya, dia akan meninggalkan saya, dan saya punya anak dan mencintainya, jadi saya harus melakukannya.”
Saat itu Martine sedang melahirkan anak pertamanya saat dia diberitahu jika saudara kembarnya sedang bekerja di jendela, sebutan untuk rumah bordil, yang terkenal.
Dan dia juga tidak tahu jika Louise berada dalam kesulitan, jadi dia menawarkan bantuan.
“Lalu mereka membutuhkan tukang bersih-bersih di rumah bordil dan Martine mengambil pekerjaan itu dan para pria memintanya untuk berbisnis. Jadi kami mulai melakukan threesome, dan itulah bagaimana kami akhirnya bekerja di rumah (bordil) yang sama bersama-sama,” kata Louise.
Mereka mengatakan lebih mudah ada di industri seks bersama karena mereka bisa menjaga keamanan satu sama lain.atu sama lain.
Ada salah satu kejadian, saat itu ada seorang klien untuk menanggalkan pakaiannya dan mencurigai ada sesuatu yang terjadi. Baru setelah dia merasa di bawah bantal, dia menemukan pria itu menyembunyikan pisau besar.
Di tengah persaingan ketat di Distrik Lampu Merah, Martine memutuskan untuk mengkhususnya diri dalam permainan seks bondage untuk pria yang lebih tua, itu dilakukan untuk menarik klien.
“Kami tahu triknya, kami tahu apa yang mereka inginkan. Kami tahu bagaimana berbicara dengan mereka dan kami tahu bagaimana membuat mereka tertawa juga,” katanya kepada BBC.
Mereka mengatakan tidak menyesal mengambil pekerjaan ini dan memiliki kenangan indah tentang karier mereka di industri seks.
Dan saat ini mereka berdua sekarang sudah pensiun, dengan Louise keluar lebih dulu karena radang sendi dan setelah itu Martine.
Louise mengatakan kepada Guardian jika industri tidak menjadi lebih baik seiring berjalannya waktu.
“Seluruh keluarga dulu hidup dari penghasilan Anda dan sekarang kantor pajak mengeluarkan jumlah gila yang harus Anda bayar,” katanya.
Dia juga mengatakan jika ada kejahatan terorganisir yang muncul di industri ini sekira tahun 2000-an. (Dari berbagai sumber).










Leave a Reply