Jabodetabek.id

Hadirkan Fakta-Realita dan Anti Hoax

Menilik Gaji Ifan Seventeen yang Dikabarkan Mencapai Miliaran dalam Setahun dan Utang PT PFN yang Harus Diselesaikan

Ifan Seventeen, Direktur Utama PT PFN saat Mengunggah Keterangan Resmi di Instagramnya.
Ifan Seventeen, Direktur Utama PT PFN saat Mengunggah Keterangan Resmi di Instagramnya. (Foto: instagram.com/ifanseventeen)

Jabodetabek.Id- Selain polemik mengenai pengangkatannya, gaji Ifan Seventeen sebagai Direktur Utama PFN juga menjadi sorotan.

Sebagai pimpinan di salah satu badan usaha milik negara (BUMN), Ifan berhak menerima remunerasi yang berasal dari uang rakyat.

Melansir dari laman Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Produksi Film Negara, sistem penggajian direksi dan dewan komisaris ditetapkan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Proses ini mengikuti ketentuan dalam Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-3/MBU/03/2023 tentang Organ dan Sumber Daya Manusia BUMN.

Beberapa faktor yang menjadi pertimbangan dalam penetapan gaji direksi antara lain skala usaha, tingkat inflasi, kompleksitas bisnis, kondisi keuangan perusahaan, dan aspek relevan lainnya.

Selain itu, kinerja keuangan perusahaan, efektivitas manajemen risiko, dan potensi pendapatan perseroan juga turut menjadi faktor penentu.

Berdasarkan Laporan Keuangan PFN tahun 2023, perusahaan ini memiliki liabilitas tidak lancar berupa utang gaji direksi sebesar Rp2.016.305.709.

Pada tahun tersebut, PFN hanya memiliki dua orang direksi, yaitu Direktur Utama Dwi Heriyanto Budisusetio dan Direktur Produksi Sutijati Eka Tjandrasari.

Dengan asumsi bahwa angka tersebut merupakan total gaji direksi yang ditangguhkan pada 2023, maka setiap anggota direksi PFN diperkirakan menerima gaji sekitar Rp1.008.152.854 per tahun atau sekitar Rp84.012.737 per bulan.

Namun, angka tersebut masih berupa perkiraan, karena jumlahnya bisa lebih rendah atau lebih tinggi tergantung keputusan RUPS dan kebijakan terbaru Kementerian BUMN.

Selain gaji pokok, direksi PFN juga menerima berbagai tunjangan dan fasilitas tetap.

Beberapa tunjangan tersebut antara lain tunjangan transportasi, tunjangan komunikasi, dan tunjangan perumahan, yang disesuaikan dengan kondisi perusahaan.

Sorotan publik terhadap gaji Ifan Seventeen muncul karena kondisi PFN yang sebelumnya mengalami kesulitan keuangan.

Banyak pihak yang mempertanyakan apakah dengan kehadiran Ifan sebagai Dirut, perusahaan ini dapat bangkit dan kembali berkontribusi besar bagi industri perfilman nasional.

Dalam pernyataannya, Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan bahwa pemilihan Ifan tidak hanya berdasarkan popularitasnya sebagai figur publik, tetapi juga melihat potensinya dalam mengelola industri kreatif.

“Kita membutuhkan sosok yang bisa membawa PFN lebih dikenal dan berkontribusi bagi perfilman nasional. Dengan latar belakang Ifan, kami melihat ada potensi besar dalam dirinya,” ujar Erick.

Meskipun demikian, publik masih menantikan langkah konkret Ifan Seventeen dalam membuktikan kapasitasnya sebagai pemimpin PFN.

Keberhasilannya di kursi Direktur Utama akan menjadi tolok ukur apakah keputusan ini tepat atau justru semakin memperburuk kondisi PFN yang sebelumnya berada di ambang kebangkrutan.

Sebagai badan usaha milik negara yang bergerak di bidang perfilman, PFN diharapkan mampu berperan lebih aktif dalam memajukan industri kreatif nasional.

Publik pun berharap bahwa Ifan Seventeen dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan membawa perubahan positif bagi PFN.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *