
Jabodetabek.Id- Setelah Makan Bergizi Gratis resmi dimulai pada 6 Januari 2025 lalu, beberapa kali muncul laporan tentang kasus keracunan MBG.
Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana menyebutkan jika faktor penyebabnya adalah kurangnya pengalaman mitra dalam menyiapkan makanan untuk MBG.
Menurut Dadan, para satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) yang bekerja untuk MBG ini masih baru.
“Rata-rata yang muncul di berita terakhir ini adalah semua satuan pelayanan yang baru melaksanakan,” kata Dadan Kompleks Akademi Militer, Magelang pada Kamis, 27 Februari 2025.
Jadi menurutnya, para SPPG yang sudah berkecimpung dalam bisnis masak porsi besar tidak kesulitan jika harus mengolah masakan MBG dengan jumlah yang banyak.
“Karena untuk bisa memasak, biasa masak 1 sampai 10 untuk bisa 1.000 sampai 3.000 butuh waktu untuk membiasakan sampai kematangannya cukup,” kata Dadan.
Selain tingkat kematangan, ia juga mengatakan tentang kesamaan rasa masakan dalam kebiasaan memasak di porsi besar.
Biaya Pengobatan karena Keracunan MBG akan Ditanggung SPPG Terkait
Merespon tentang kasus keracunan, Dadan mengatakan kalau SPPG terkait akan menanggung segala biaya pengobatan.
Ia membeberkan jika dalam satu porsi Makan Bergizi Gratis, sudah termasuk biaya bahan baku dan biaya operasional.
Menurut penjelasannya, biaya untuk pengobatan karena keracunan MBG ini juga bisa ditanggung dari biaya yang sudah dianggarkan oleh BGN tersebut.
“Biaya operasional di satuan pelayanan itu, sifatnya at cost untuk menanggulangi hal-hal yang seperti itu,” kata Dadan saat menemui media di Lanud Halim Perdanakusuma, pada Jumat, 28 Februari 2025.
“Nanti di-handle sama kepala satuan pelayanan,” imbuhnya.
Untuk nominalnya, Dadan menjelaskan jika biaya operasional tetap MBG ini tiap porsinya bervariasi.
Yakni mulai dari kisaran Rp1.000 hingga Rp3.000 dan biaya tersebut juga digunakan untuk menggaji para sukarelawan yang ikut dalam pelaksanaan MBG ini.
“At cost tergantung kebutuhan mereka tapi range-nya antara Rp1.000 sampai Rp3.000 per porsi tergantung kebutuhan,” kata Dadan.
“Termasuk harus menggaji nanti sukarelawan,” imbuhnya.
Evaluasi Pelaksanaan MBG yang Terus-menerus Dilakukan
Dadan mengungkapkan jika mereka selalu melakukan evaluasi tiap pelaksanaan Makan Bergizi Gratis ini.
“Kami evaluasi setiap hari dan kami menyarankan untuk yang baru-baru, tidak mulai langsung banyak tetapi harus mulai dari kecil,” ujarnya.
“Jadi, kalau mereka menjadi mitra kemudian ingin melakukan penyaluran makan bergizi, maka kami sarankan mulai dari 100-190,” imbuh Dadan.
Hal senada juga pernah disampaikan oleh Wapres Gibran saat melakukan kunjungan untuk memantau MBG di SMAN 13 Jakarta Utara pada 18 Februari 2025 lalu.
Karena MBG masih program baru, masih banyak kekurangan dalam pelaksanaannya dan mengatakan kalau pemerintah selalu terbuka dengan masukan maupun kritikan.
Dari masukan dan kritikan tersebut selanjutnya akan dijadikan bahan evaluasi pelaksanaan MBG.
Ia juga mengungkapkan kalau evaluasi MBG dilakukan setiap hari dan meminta masyarakat tak sungkan turut mengevaluasi.
“Kita setiap hari akan mengevaluasi, jika ada yang kurang, silakan disampaikan,” imbuhnya.
Menurutnya, evaluasi ini sesuai dengan instruksi dari Prabowo untuk terus meningkatkan pelayanan MBG sampai kepada para penerima manfaat.
Mengenai evaluasi pelaksanaan MBG ini juga diungkapkan oleh Ketua MPR Ahmad Muzani yang mendapatkan catatan perbaikan dari Presiden Prabowo.
Saat menemui awak media di kompleks Istana Kepresidenan pada 3 Februari 2025 lalu, Ahmad Muzani mengatakan kalau ada beberapa hal yang harus diperbaiki.
Menurutnya, meski program MBG dinilai baik, namun ada beberapa hal yang harus jadi perhatian.
Ahmad Muzani mengatakan Presiden Prabowo menyebut tentang masalah keterlambatan hingga porsi MBG.
“Tetapi catatan itu adalah upaya untuk perbaikan dan penyempurnaan dari pelaksanaan program makan siang bergizi,” ujar Ahmad Muzani.
“Catatan itu misalnya keterlambatan yang terjadi di beberapa tempat, beliau juga menyampaikan ada beberapa lauk yang terlalu kecil, dan semuanya beliau ikuti semua pandangan,” imbuhnya.














Leave a Reply