
Jabodetabek.Id – Di tengah riuhnya pusat perbelanjaan di Tanah Abang, Jakarta, muncul sebuah tempat yang kini menjadi viral dan menarik perhatian para pecinta fashion dan pemburu tren. Little Bangkok, demikian tempat ini dikenal. Pusat grosir dan eceran fashion yang baru ini terletak di Jembatan Metro Tanah Abang (JMTA) Lantai 1, yang menghubungkan Metro Tanah Abang dengan Pasar Tanah Abang Blok B. Kawasan Little Bangkok ini baru resmi dibuka pada Senin, 15 Januari 2024.
Little Bangkok terinspirasi dari pasar-pasar fashion di Bangkok – Thailand, yang terkenal dengan keberagaman produk dan harganya yang terjangkau. Tempat ini didirikan untuk menghadirkan nuansa pasar fashion Bangkok ke Jakarta, menyediakan tempat bagi konsumen untuk menemukan produk fashion terbaru dan terkini tanpa harus pergi ke luar negeri.
Meskipun tidak disebutkan secara spesifik kawasan mana yang menjadi acuan untuk Little Bangkok, mengingat Pasar Tanah Abang adalah pusat grosir dan eceran berbagai produk fashion, kemungkinan besar kawasan ini mengacu pada Pasar Pratunam.
Pasar Pratunam merupakan pusat grosir dan eceran berbagai produk fashion di Bangkok, Thailand, mirip dengan Tanah Abang. Di sini, terdapat ribuan toko yang menjual berbagai jenis pakaian, celana, aksesoris, sepatu, dan produk fashion lainnya.
Menurut situs Retail Plus Bangkok pada Selasa (16/1/2024), nama “Pratunam” berarti “gerbang air” dalam bahasa Thailand. Nama ini merujuk pada lokasi pasar yang dekat dengan kanal Saen Saeb dan sejarahnya. Sentra fashion Bangkok ini berdiri sekitar tahun 1957, bermula dari pasar makanan segar (kawasan kuliner kaki lima) di Jalan Ratchaprarop di seberang Hotel Indra. Sebelumnya, kawasan ini adalah persawahan tempat menanam padi.
Dengan adanya pusat kuliner tersebut, kawasan Pratunam perlahan berubah menjadi kawasan komersial kecil. Seiring waktu, semakin banyak pasar muncul, menarik lebih banyak pedagang dan pembeli.
Seiring berjalannya waktu, Pasar Pratunam berkembang menjadi pusat perbelanjaan fashion dengan dibukanya Pantip Plaza, Indra Square, Kompleks Kota, dan Platinum Fashion Mall. Kawasan ini kemudian menjadi salah satu destinasi wisata di Bangkok, terutama bagi wisatawan lokal dan mancanegara yang ingin berbelanja. Pembeli bisa menawar harga, sehingga mendapatkan barang dengan harga lebih terjangkau.

Kondisi ini juga menarik banyak wisatawan asing, termasuk dari Indonesia, yang sengaja datang ke Pasar Pratunam untuk berbelanja sekaligus membuka layanan jastip (jasa titip) dadakan. Bisnis jastip barang dari Bangkok ini memang mendulang keuntungan yang cukup lumayan jika kamu menekuninya dengan baik. Salah satu kesalahan jastiper pemula biasanya terkendala dalam hal pengiriman. Untuk pengiriman kamu bisa memilih jasa cargo Bangkok Jakarta yang terpercaya, seperti Blueray Cargo. Selain memiliki gudang sendiri di Bangkok, Blueray cargo juga menyediakan free pick up barang untuk daerah Pratunam area.
Oleh karena itu, Little Bangkok didesain dengan konsep yang mengingatkan pada pasar-pasar fashion di Bangkok, dengan suasana yang hidup dan dinamis. Stand-stand kecil berjejer rapat, masing-masing menawarkan produk yang berbeda, mulai dari pakaian, sepatu, aksesoris, hingga tas. Dekorasi yang cerah dan menarik, serta penataan barang yang kreatif, menambah daya tarik tempat ini bagi para pengunjung. Dengan berbagai produk fashion yang menarik dan beragam, pertanyaan pun muncul: Apakah Little Bangkok ini 100% menjual fashion import, ataukah juga mengakomodasi brand lokal?
Menurut Building Manager Pusat Grosir Metro Tanah Abang (PGMTA-JMTA), Petterson Sitindaon, meskipun namanya Little Bangkok, produk-produk yang dijual di sini tidak semuanya berasal dari Bangkok. Sebanyak 60%-70% adalah produk lokal, sementara sisanya berasal dari Bangkok dan China.
Selain itu, ia menegaskan bahwa Little Bangkok tidak menjual barang atau pakaian bekas impor. Semua produk yang dijual di pusat perbelanjaan ini adalah barang baru. Ia juga berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan agar tidak ada barang bekas yang masuk ke Little Bangkok.
Petterson menjelaskan bahwa kehadiran Little Bangkok di Pusat Perbelanjaan Tanah Abang adalah sebuah inovasi untuk menarik pengunjung dan menghidupkan kembali pusat perbelanjaan ini, yang sempat mengalami penurunan akibat pandemi Covid-19. Inovasi ini dilakukan dengan mengimplementasikan konsep berdagang dan berbelanja seperti yang ada di Bangkok, Thailand, yaitu melalui live shopping dan jasa penitipan (jastip).
“Kira-kira mirip seperti di Bangkok. Saat kita berjalan di Little Bangkok, bisa melihat tenant-nya sambil online. Belanja online ditambah jastip-er. Mereka bebas berbelanja di sana, bisa sambil live menawarkan barang toko. Model berbelanja seperti itu yang kita ciptakan di Little Bangkok,” jelasnya.
Meskipun bernama Little Bangkok, lanjutnya, barang yang dijual di Little Bangkok tidak semuanya berasal dari Bangkok. Sekitar 60%-70% adalah produk lokal, sementara sisanya berasal dari Bangkok dan China.
“Jadi, gaya berbelanja di Bangkok itu kita bawa kesini. Bukan produknya, tapi trennya. Banyak yang mengira ini barang-barang dari Bangkok, tetapi sebenarnya bukan. Hanya gaya berbelanjanya yang kita bawa ke sini, seperti di Bangkok,” ujar Petterson.
Kesimpulannya, jika kamu menginginkan pengalaman berbelanja seperti di Bangkok kamu bisa mengunjungi Little Bangkok di Tanah Abang. Tetapi jika kamu fokus mencari fashion fashion import dari Bangkok, hanya sebagian kecil saja fashion import Bangkok yang akan kamu temukan disini, karena di Little Bangkok sebagian besar ada produk produk lokal.









Leave a Reply