
Jabodetabek.id – Lagi. Kelompok Negara Islam-Khorasan (ISIS K) melakukan bom bunuh diri di sebuah masjid di Afghanistan.
Dan ISIS K pun mengklaim bom bunuh diri tersebut. Bom bunuh diri kali ini di masjid Syiah di kota Kandahar, Afghanistan, Jumat (15/10).
Dalam serangan bom itu menewaskan sedikitnya 41 orang dan melukai puluhan lainnya.
Dari pernyataannya di saluran Telegram, ISIS K menyatakan jika dua pelaku bom bunuh diri melakukan serangan terpisah di berbagai bagian masjid saat para jamaah sedang menunaikan shalat di dalam masjid.
Baca juga : Letakan Kitab Suci Al-Quran di Kaki Hanoman, Kuil-kuil Hindu Bangladesh Diserang Para Demonstran
“Pembom bunuh diri pertama meledakkan rompi peledaknya di sebuah lorong masjid, sedangkan pengebom bunuh diri kedua meledakkan rompi peledaknya di tengah masjid,” sebut pernyataan itu, dikutip Jabodetabek.id dari New Strait Times, Sabtu (16/10).
Serangan ini berselisih satu minggu dari serangan bom bunuh diri sebelumnya di masjid di Kunduz Utara, kedua lokasi tersebut adalah jantung spiritual Taliban, dan itu pun diklaim oleh kelompok ISIS K.
Taliban, yang menguasai Afghanistan pada pertengahan Agustus setelah menggulingkan pemerintah yang didukung Amerika Serikat, memiliki catatan tersendiri soal perlakuan pada kaum Syiah.
Baca juga : Penembakan di Beirut, Turki Ucapkan Belasungkawa ke Lebanon dan Minta Semua Pihak Menahan Diri
Tapi, pemerintah baru yang dipimpin Taliban telah berjanji untuk menstabilkan negara itu.
Dan, setelah serangan Kunduz, Taliban berjanji untuk melindungi minoritas Syiah yang sekarang hidup di bawah kekuasaannya.
Perlu diketahui, Syiah diperkirakan membentuk sekitar 10 persen dari populasi Afghanistan. Banyak dari mereka adalah Hazara, sebuah kelompok etnis yang telah dianiaya di Afghanistan selama beberapa dekade. (Dari berbagai sumber).















Leave a Reply