Jabodetabek.id – Imbas protes dan penolakan kerja sama kedua daerah, kantor Kelurahan Cilowong dan Kecamatan Taktakan dikepung sampah dari Tangsel yang masih dibiarkan tergeletak serta dibiarkan menimbulkan bau.
Pantauan wartawan tak ada satupun petugas kelurahan yang datang untuk mengangkut sampah dan dibiarkan tergeletak sejak pukul 08.00 WIB pagi.
Bahkan, baik lurah, staf dan perwakilan pemkot tak ada yang datang sehingga kantor dibiarkan kosong.
Baca Juga: Mahasiswa FTUI Tawarkan Dua Ide Solusi Inovatif Penanganan Sampah di Indonesia
Sempat ada petugas pengangkut sampah datang pada pukul 09.00 WIB. Namun, lantas pergi begitu saja mereka juga tidak melakukan apa-apa.
Bahkan hingga jarak 100 meter lebih, sampah Tangsel yang menghitam itu masih terus menimbulkan bau.
Wali Kota Serang Syafrudin saat dimintai keterangan enggan angkat bicara soal masalah ini dan menolak menanggapi Imbas protes warga kantor pemerintahannya dijadikan penampungan sampah.
Baca Juga: Antisipasi Banjir, Pemprov DKI Siapkan Pola Penanganan Sampah
“Oh itu nanti teknis kepala Dinas LH ya,” kata Syafrudin menolak bicara saat ditanya wartawan di Serang, Rabu (27/10/2021).
Kepala UPT Perlengkapan dan Perbekalan Dinas Lingkungan Hidup Agam mengatakan sebab belum ada instruksi pimpinan Pemkot tidak bisa mengangkut sampah. Selain itu, warga juga mencegah kecuali sudah ada kesepakatan dengan pemkot.
“Berhubung ada salah satu RW yang nyetop atau mencegah sehingga menunggu informasi lebih lanjut,” ujarnya. (Dari Berbagai Sumber).












Leave a Reply