Jabodetabek.id

Hadirkan Fakta-Realita dan Anti Hoax

Ini Alasan Taliban yang Hingga Saat Ini Enggan Izinkan Kaum Perempuan di Afghanistan Kembali Bersekolah

Saat ini pemerintahan Taliban di Afghanistan belum memberikan komitmen kuat mengenai pendidikan bagi perempuan. (Foto: Dok Net/ Istimewa).
Saat ini pemerintahan Taliban di Afghanistan belum memberikan komitmen kuat mengenai pendidikan bagi perempuan. (Foto: Dok Net/ Istimewa).

Jabodetabek.id – Ini salah satu yang Sekjen PBB khawatirkan. Belum adanya kebebasan kaum perempuan dalam mendapatkan pendidikan yang diberikan Taliban di Afghanistan.

Saat ini pemerintahan Taliban di Afghanistan belum memberikan komitmen kuat mengenai pendidikan bagi perempuan.

Sekali pun internasional mendesak agar semua anak di Afghanistan dapat kembali bersekolah. 

Menteri Luar Negeri Khan Muttaqi mengatakan, pemerintah Taliban bergerak dengan hati-hati karena baru berkuasa selama beberapa minggu.

Baca juga : Usai dengan AS, Kini Taliban Jadwalkan Pertemuan dengan Uni Eropa di Doha

Mereka tidak bisa diharapkan menyelesaikan reformasi yang tidak dapat dilakukan masyarakat internasional selama 20 tahun.

“Mereka memiliki sumber daya finansial yang banyak dan dukungan dan bantuan internasional yang kuat tapi di saat yang sama kalian meminta kami melakukan semua reformasi dalam dua bulan?” kata Muttaqi dalam acara Center for Conflict and Humanitarian Studies di Doha Institute for Graduate Studies, Selasa (12/10).

Sudah hampir dua bulan pemerintahan yang didukung internasional ambruk dan pemberontak merebut kekuasaan di Afghanistan.

Dan dalam hal ini pemerintahan Taliban menekan negara-negara lain bersedia bekerja sama dengan mereka untuk mencegah krisis ekonomi.

Baca juga : Sekjen PBB : Khawatir Janji Taliban untuk Hak Kaum Perempuan dan Anak Perempuan Afghanistan Dilanggar

“Masyarakat internasional harus mulai bekerja sama dengan kami,” kata Muttaqi.

“Dengan itu kami dapat menghentikan kerentanan dan di saat yang sama dengan ini kami dapat terlibat dengan positif dengan dunia,” katanya.

Atas tindakannya tersebut Taliban dikritik oleh dunia internasional atas pendekatan mereka pada pendidikan anak-anak perempuan.

Sampai saat ini Taliban belum mengizinkan remaja putri sekolah menengah untuk kembali ke kelas. Baru anak-anak sekolah dasar yang diperbolehkan masuk.

Salah satu keberhasilan selama 20 tahun kehadiran AS di Afghanistan adalah memberikan pendidikan pada anak-anak perempuan di negara itu.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan Taliban melanggar janji dalam menjamin pendidikan perempuan. Dia juga mengatakan perekonomian tidak akan pulih selama perempuan tidak diizinkan bekerja. (Dari berbagai sumber).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *