
Jabodetabek.id – Saat ini banyak sekali produsen mobil listrik yang terus berkembang. Hanya saja jika dibandingkan dengan kendaraan berbahan bakar minyak (BBM), mobil tanpa emisi gas buang ini memiliki harga jual yang relatif lebih mahal.
Selain itu yang membuat harga mobil setrum ini mahal adalah karena statusnya impornya.
Betapa tidak, kebanyakan mobil listrik ini didatangkan dari berbagai negara mulai dari Jepang, Korea Selatan, hingga Amerika Serikat. Sementara produsen di dalam negeri yang memproduksi atau merakit mobil tersebut belum ada.
Baca Juga: Si Cantik Medina, Ini Profil Mahasiswa FIA UI yang Raih Emas di Cabang Catur PON XX Papua
Meski begitu, untuk saat ini mobil listrik paling terjangkau di Indonesia adalah Hyundai Loniq EV.
Sedan yang bisa berjalan tanpa bensin itu ditawarkan dua varian, yaitu Prime dan Signature dengan banderol Rp637 juta on the road DKI Jakarta.
Baca Juga: Waspadalah! Berikut Obat Tradisional yang Punya Berbahaya Jika Dikonsumsi
Mobil ramah lingkungan lainnya yang cukup terjangkau adalah Nissan Leaf, hatchback bertenaga listrik tersebut dibawa utuh dari negeri Sakura dengan banderol Rp649 juta. Kemudian ada Hyundai Kona EV seharga Rp697 juta.
Cukup fantastis untuk sebagian orang karena menyentuh setengah miliar rupiah.
Padahal tergolong murah jika dibandingkan Lexus UX 300e, atau Tesla Model S, Model X dan Model 3 yang dijulai mulai dari Rp1 miliaran.
Maka tidak heran jika jarang melihat mobil tanpa bensin itu berkeliaran di jalan raya.
Baca Juga: Bikin Geleng Kepala, Aksi Perusahaan Pinjol Ilegal Tagih Nasabah Secara Tidak Manusiawi
Sementara untuk keunggulan, Sport Utility Vehicle itu dibekali baterai Lithium-ion 64 kWh, dikawinkan dengan motor listrik 150 kW.
Tenaga maksimal yang bisa disalurkan dari dinamo ke roda mencapai 136 PS dan torsi 395 Nm.
Kona tanpa suara itu resmi mengaspal pada November 2020, dan sudah mendapatkan penyegaran di tahun ini dari sisi eksterior.
Sementara Ioniq EV dalam periode yang sama di tahun ini harga terjual 227 unit. Sedan listrik itu dilengkapi baterai 38,3 kWh, dengan output 113 kW yang dapat berjalan hingga 373 kilometer dalam keadaan bateri penuh.
Baca Juga: Si Cantik Medina, Ini Profil Mahasiswa FIA UI yang Raih Emas di Cabang Catur PON XX Papua
Berbeda dengan Lexus UX 300e yang hanya mencatatkan angka wholesales 20 unit selama sembilan bulan tahun ini.
Lalu Nissan Leaf selama tiga bulan, atau periode Juli-September tahun ini penjualannya ke jaringan diler hanya 20 unit.
Mobil tanpa emisi terakhir adalah Toyota Coms EV, dan C+POD EV. Keduanya tidak dijual umum, melainkan hanya disewakan untuk kepentingan pariwisata di Bali dengan pendistribusian 27 unit yang dimulai dari Maret.
(Dari Berbagai Sumber)















Leave a Reply