Jabodetabek.id – Bantuan Kompak (Kelompok Masyarakat Penggerak Konservasi) berupa lampu LED 30 watt sebanyak 724 unit disalurkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kepada kelompok Cinta Bahari di Desa Mattiro Matae, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
“Pemberian bantuan Kompak dalam bentuk lampu LED merupakan perwujudan atensi Pemerintah dalam mendukung kesejahteraan masyarakat pesisir terutama karena kepeduliannya terhadap nilai kelestarian lingkungan,” kata Plt. Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut KKP Pamuji Lestari dalam siaran pers di Jakarta, Minggu (10/10/2021).
Tari, sapaan akrab Pamuji Lestari, menegaskan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan kelestarian alamnya pemerintah punya andil penuh.
Baca Juga: Demi Keselamatan dan Tangkapan Meningkat, BMKG Dorong Nelayan Pakai Teknologi
Dirinya mengatakan, agar dapat membantu dan memudahkan masyarakat yang masih sulit meninggalkan kegiatan menangkap ikan dengan cara yang merusak atau destructive fishing, Bantuan Kompak untuk masyarakat Desa Mattiro Matae yang tergabung dalam Kompak Cinta Bahari dinilai memang perlu dilakukan.
Melansir dari Antara, Tari berharap kegiatan yang mendukung kesejahteraan masyarakat pesisir dengan nilai kelestarian lingkungan ini dapat juga dilakukan di berbagai daerah pesisir khususnya yang dibina dan dikelola langsung oleh KKP.
Kepala Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang Imam Fauzi menyampaikan bahwa sebagai pemanfaat kawasan konservasi pihaknya berkomitmen mendukung kemajuan masyarakat pesisir.
Baca Juga: Pemerintah Perlu Tingkatkan Kesejahteraan Petani dan Nelayan
“Sebagai pihak pengelola, kami sangat mendukung kegiatan nelayan yang ramah lingkungan ini. Dengan lampu mereka sudah bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa merusak lingkungan khususnya ekosistem terumbu karang,” ujar Imam.
Imam menambahkan keputusan memberikan bantuan lampu LED telah melalui berbagai peninjauan di lapangan, meskipun bantuan lampu LED memang sedikit berbeda dengan bantuan-bantuan Kompak selama ini.
“Lampu LED 30 watt ini adalah alat penerangan lingkungan yang dalam kegiatan penangkapan ikan dipakai untuk menangkap ikan teri. Ikan yang sering disebut dengan nama lokal ikan mairo ini memiliki sifat fototaksis positif atau berenang mendekati cahaya pada malam hari,” sambungnya.
Dengan maksud untuk mendukung penangkapan ikan yang ramah lingkungan, bantuan senilai Rp109,63 juta tersebut diberikan.
Bantuan itu, dipilih untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat pesisir Desa Mattiro Matae agar beralih kepada cara tangkap yang lebih ramah lingkungan dan tetap mendukung kelestarian.
Dirinya mengemukakan, masyarakat setempat juga terlihat sangat antusias meninggalkan cara tangkap ikan yang tidak ramah lingkungan yang telah dilakukan sejak dulu seperti bom hingga bius.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mendorong agar nelayan Indonesia menggunakan alat tangkap ramah lingkungan sehingga menjamin terwujudnya keseimbangan pemanfaatan dan kelestarian sumber daya kelautan dan perikanan, yakni sisi ekonomi serta sisi ekologi. (Dari Berbagai Sumber).











Leave a Reply