Jabodetabek.id

Hadirkan Fakta-Realita dan Anti Hoax

Filipina Kesal Kapal Patrolinya di Ajak Duel Kapal Beijing di Lautan China Selatan

Filipina saat ini sedang kesal dan dia telah mengeluarkan protes diplomatik atas kapal China yang menantang kapal Manila yang berpatroli di Laut China Selatan. (Foto: Dok Net/ Istimewa).
Filipina saat ini sedang kesal dan dia telah mengeluarkan protes diplomatik atas kapal China yang menantang kapal Manila yang berpatroli di Laut China Selatan. (Foto: Dok Net/ Istimewa).

Jabodetabek.id – Filipina saat ini sedang kesal dan dia telah mengeluarkan protes diplomatik atas kapal China yang menantang kapal Manila yang berpatroli di Laut China Selatan.

Dan saat itu terdengar kapal-kapal China membunyikan sirene, klakson, dan komunikasi radio yang mengancam kapal Filipina.

Peristiwa itu langsung diungkapkan Kementerian Luar Negeri Filipina pada Rabu (20/10).

Baca juga : Bus Tentara Suriah di Serang Ledakan Bom, 14 Orang Tewas

Antara Manila dan Beijing sudah selama bertahun-tahun ada di situasi ketegangan terutama di jalur perairan strategis yang ada di kedua negara dengan memiliki klaim teritorial.

“Tindakan provokatif ini mengancam perdamaian, ketertiban, dan keamanan Laut China Selatan dan bertentangan dengan kewajiban China di bawah hukum internasional,” kata Kementerian Luar Negeri Filipina melalui Twitter.

Kementerian juga mengatakan pada Rabu jika ada lebih dari 200 tantangan seperti itu terjadi saat Filipina melakukan patroli rutin di sekitar wilayah dan zona maritimnya.

Baca juga : Menghebohkan, Kendaraan Taliban Dilempari Granat dan Jatuh Korban Diantaranya Anak-anak

Dan Kedutaan Besar China di Manila tidak langsung menanggapi permintaan komentar di luar jam kerja.

Lalu saat itu China mengklaim kedaulatan atas sebagian besar Laut China Selatan, tapi Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Vietnam juga mengajukan klaim yang sama untuk beberapa atau semua pulau.

Pengadilan internasional membatalkan klaim ekspansif China di jalur air strategis di mana perdagangan kapal senilai sekitar USD3 triliun lewat setiap tahunnya dan itu terjadi pada 2016.

Walaupun begitu Presiden Filipina Rodrigo Duterte menghiraukan keputusan yang menguntungkan Manila itu dan mengejar pemulihan hubungan dengan Beijing dengan imbalan janji miliaran dolar pinjaman, bantuan dan investasi.

Bukan hanya itu saja, banyak di antara janji China pada Filipina itu belum terwujud.

Dan sejak Duterte menjabat pada Juni 2016, Filipina telah mengajukan lebih dari 80 protes diplomatik terhadap China. (Dari berbagai sumber).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *