Jabodetabek.id

Hadirkan Fakta-Realita dan Anti Hoax

Ditengah Ketegangan dan Perang dengan Beijing Taipei, China Malah Merilis Video

Ilustrasi. Tank ampfibi China yang sedang berlatih. (Foto: Dok Net/ Istimewa).
Ilustrasi. Tank ampfibi China yang sedang berlatih. (Foto: Dok Net/ Istimewa).

Jabodetabek.id – Memang China selalu melakukan hal diluar ekspetasi kebanyakan orang di dunia ini.

Ya bagaimana tidak, di tengah meningkatnya ketegangan dan perang retorika antara Beijing dan Taipei, militer China malah merilis video.

Di mana di video itu memperlihatkan pasukannya berlatih pendaratan dan pengambilalihan pantai dalam sebuah latihan militer baru-baru ini, tepat di seberang selat dari Taiwan.

Baca juga : Ini Alasan Taliban yang Hingga Saat Ini Enggan Izinkan Kaum Perempuan di Afghanistan Kembali Bersekolah

Surat kabar Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) mem-posting video di akun Weibo-nya pada Senin (11/10), dan di video itu ditunjukkan ada tentara “dalam beberapa gelombang” berlatih “merebut pantai”.

Video tersebut menunjukkan tentara menyerbu pantai menggunakan perahu kecil, menerobos kawat berduri dan rintangan lainnya, menggali parit di gundukan pasir, dan berlatih bertarung melalui hutan.

Dan dari informasi yang beredar, latihan itu dilakukan dalam beberapa hari terakhir di sebuah wilayah di provinsi Fujian, bagian terdekat dari daratan China ke Taiwan.

Baca juga : Usai dengan AS, Kini Taliban Jadwalkan Pertemuan dengan Uni Eropa di Doha

Fujian hanya berjarak 180 kilometer di seberang laut dari Taiwan, sebuah pulau yang dianggap China sebagai bagian dari wilayah kedaulatannya.

Tapi telah diperintah oleh kaum nasionalis yang mundur ke sana setelah kalah perang saudara dari Komunis pada 1949.

Taiwan mengadakan parade militer dalam perayaan Hari Nasional, dalam perayaan itu memamerkan kendaraan lapis baja, jet tempur dan rudal.

Presiden Tsai Ing-wen juga memberikan pidato, menyatakan jika “Tidak ada yang bisa memaksa Taiwan untuk mengambil jalan yang telah ditetapkan China untuk kita.”

“Semakin banyak yang kami capai, semakin besar tekanan yang kami hadapi dari China,” kata Tsai,

Dan dia juga menambahkan jika pulau itu “tidak akan bertindak gegabah”, tetapi tidak akan tunduk pada tekanan dari China.

Pernyataan itu muncul setelah pidato oleh Presiden China Xi Jinping, yang bersumpah jika “tugas sejarah penyatuan kembali tanah air harus dipenuhi, dan pasti akan dipenuhi.”

Xi juga mengatakan “separatisme” Taiwan sebagai “hambatan terbesar untuk mencapai penyatuan kembali tanah air dan bahaya tersembunyi paling serius bagi peremajaan nasional.” (Dari berbagai sumber).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *