Jabodetabek.id

Hadirkan Fakta-Realita dan Anti Hoax

Dipenuhi Sejarah Bernuansa Islam, Wajib Hukumnya Berkunjung ke 5 Wisata Religi di Jakbar Ini

Jabodetabek.id – Tak lengkap rasanya jika kalian penggemar wisata religi namun tidak berkunjung ke lima destinasi wisata religi di Jakarta Barat ini.

Berikut daftarnya:

1. Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari

Dengan total luas bangunan mencapai 16.985,43 meter persegi, Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari dibangun di atas lahan seluas 2,4 hektar.

Arsitektur bangunannya dilengkapi dengan sentuhan khas Betawi, yakni ornamen Gigi Balang serta dilengkapi lima menara yang melambangkan Rukun Islam.

Baca Juga: Rekomendasi Wisata Bahari Di Indonesia, Indah Sekali!

Lokasi: Jalan Daan Mogot No KM 14, RT 3/ RW 14, Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

2. Masjid Angke

Didirikan pada tahun 1761 oleh sekelompok orang Bali di Batavia, Masjid Angke menjadi masjid tertua di Jakarta.

Melansir situs Wikipedia, di sekitar Masjid Angke dimakamkan orang-orang keturunan Arab, Bali, Banten, Pontianak, dan Tartar.

Ada dua kelompok makam, yakni di belakang masjid, dan di depan di seberang gang.

Baca Juga: Asyik, Pemerintah Siap Lakukan Ujicoba Pembukaan 20 Tempat Wisata

Selain makam Ny. Chen, di halaman belakang masjid ada pula makam Syaikh Liong Tan, arsitek Masjid Angke; makam Syarifah Maryam; serta makam Syekh Jaffar yang konon adalah anak Pangeran Tubagus Angke.

Sementara itu di seberang jalan di depan masjid terletak makam Pangeran Syarif Hamid Alkadrie, keturunan Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie –pendiri Kesultanan Pontianak.

Di belakangnya terdapat makam Ibu Ratu Pembayun Fatimah, anak dari Sultan Maulana Hasanuddin –penguasa Kesultanan Banten.

Lokasi: Kelurahan Angke, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat.

3. Masjid Jami al-Mansyur

Masjid Jami al-Mansyur pada awal berdirinya, bernama Masjid Jami Kampung Sawah. Nama al-Mansyur sendiri diambil dari nama tokoh agama Islam yaitu Guru Mansyur.

Abdul Malik yaitu putera dari Pangeran Cakrajaya pertama kali mendirikan Masjid Jami al-Mansyur pada tahun 1717 Masehi.

Lokasi: Jalan KH Moh Mansyur No 185, RT4 / RW1, Jembatan Lima, Kecamatan Tambora, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

4. Makam Guru Mansur

Melansir dari laman resmi NU Online, Guru Mansur memiliki nama lengkap Muhammad Mansur bin Abdul Hamid bin Damiri bin Abdul Muhid bin Tumenggung Tjakra Jaya (Mataram, Jawa).

Beliau dilahirkan di Kampung Sawah Jembatan Lima, Jakarta pada tahun 1878 H dan wafat pada hari Jumat sore, 2 Shafar tahun 1387 H bertepatan dengan tanggal 12 Mei 1967 dan dimakamkan di halaman depan Masjid Al-Mansur.

Lokasi: Jalan KH Moh Mansyur No 185, RT4 / RW1, Jembatan Lima, Kecamatan Tambora, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

5. Taman Makam Wijaya Kusuma

Wijaya Kusuma merupakan salah satu nama kelurahan di Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

Bukan tanpa alasan, nama Wijaya Kusuma diambil dari nama salah satu tokoh penting pada abad ke-17 silam.

Menurut beberapa sumber, Pangeran Wijaya Kusuma merupakan seorang Pangeran yang berjuang melawan penjajah Belanda di Batavia.

Beliau menjadi penasehat sekaligus panglima perang ketika masa kejayaan Pangeran Jayakarta.

Lokasi: Jalan Pangeran Tubagus Angke No 9 RT5/ RW5, Wijaya Kusuma, Kecamatan Grogol Petamburan Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta. (Dari Berbagai Sumber). 

Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari
Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari (Foto: NU Online )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *