Jabodetabek.id – Aksi unjuk rasa akan digelar sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) di depan Istana Negara, Jakarta hari ini. Kebijakan lalu lintas terkait demo tersebut pun telah disiapkan.
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan rencana untuk melakukan penutupan jalan belum ada sejauh ini. Kebijakan lalu lintas masih bersifat situasional.
“Pengalihan arus lalin masih sebatas situasional melihat perkembangan di lapangan,” kata Sambodo saat dihubungi, Kamis (28/10/2021).
Baca Juga: Berdasarkan Usulan Buruh Jateng, Berikut Besaran UMR 2022
Namun, dirinya menyebut jalan di kawasan Patung Kuda akan ditutup sementara jika nantinya massa pendemo datang dalam jumlah masif.
“Kemungkinan akan ada penutupan nanti di Patung Kuda Kemudian putaran Harmoni kemudian di Kedubes AS tapi lihat situasi,” tutur Sambodo.
Sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) berencana menggelar aksi unjuk rasa di Istana Negara, Jakarta yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda atau 28 Oktober.
“Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda tahun 2021 di tengah catatan 2 Tahun kepemimpinan rezim Jokowi-MA, Pemerintah gagal mensejahterakan rakyat,” kata Ketua Sentral Gerakan Buruh Nasional (SGBN) M Yahya kepada wartawan, Selasa (26/10).
Baca Juga: Jokowi melalui Program UU Omnibus Law berikan Jaminan Bagi Para Korban PHK
Dirinya mengungkapkan pada pukul 11.00-17.00 WIB rencananya aksi unjuk rasa itu akan digelar. Titik kumpul demonstran berada di depan Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat.
Massa aksi kurang-lebih 500 orang,” ujarnya
Sementara itu, Ketua Umum Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (Kasbi) Nining Elitos mengatakan dalam unjuk rasa itu ada sejumlah tuntutan yang diusung.
Pertama, tuntutan mencabut UU Nomor 11 Tahun 2019 tentang Cipta Kerja dan berbagai aturan turunannya.
Gebrak juga mendesak penghentian pemutusan hubungan kerja (PHK), setop kriminalisasi dan penangkapan aktivis, serta menjamin persamaan hak dan perlindungan bagi pekerja rumah tangga dan buruh migran.
Mereka juga menuntut jaminan perlindungan bagi buruh di berbagai sektor, pengusutan korupsi di BPJS Ketenagakerjaan, pengembalian 58 orang pegawai KPK, penghentian pembungkaman dan represifitas terhadap gerakan rakyat.
Selain itu, Gebrak menuntut penghentian kekerasan terhadap perempuan.
“Tuntutan Gebrak itu cabut omnibus law UU Cipta Kerja beserta turunannya, hentikan pembungkaman dan represifitas terhadap gerakan rakyat, usut kasus korupsi BPJS, usut kasus korupsi bantuan sosial, setop PHK sepihak, hentikan kekerasan terhadap perempuan. Rezim Jokowi-Amin gagal sejahterakan rakyat,” tutur Nining.
Beberapa elemen masyarakat yang berencana ikut aksi di Istana pada 28 Oktober antara lain Kasbi, Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI), Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Sentral Gerakan Buruh Nasional (SGBN), Konfederasi Serikat Nasional (KSN), Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif untuk Demokrasi (SINDIKASI), LBH Jakarta, YLBHI, SP-Perbankan, KPR, SEMPRO, LMND-DN, hingga GMNI-Presidium. (Dari Berbagai Sumber).












Leave a Reply