
Jabodetabek.Id – Pada awal tahun 2025, terjadi berbagai insiden kecelakaan sepeda motor dengan kendaraan besar roda empat.
Terbaru, kecelakaan maut yang melibatkan sebuah bus pariwisata yang menghantam 10 sepeda motor di Jalan Raya Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur (Jatim) pada Rabu, 8 Januari 2025 pukul 19.15 WIB.
Berdasarkan keterangan awal dari pihak kepolisian, kejadian itu diduga akibat bus pariwisata dari Bali tersebut mengalami rem blong ketika melintas di Jalan Raya Beji.
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kota Batu, AKBP Andi Yudha Pranata pun menuturkan korban tewas dari insiden itu di lokasi kejadian.
“Sementara ada empat korban yang meninggal dunia, untuk luka-luka masih kami data,” tutur Andi kepada wartawan di lokasi kejadian, Kota Batu, Jatim, pada Rabu, 8 Januari 2025.
Kecelakaan maut itu pun menyisakan kisah pilu bagi para korban, terkhusus untuk mereka yang menaiki sepeda motor.
Salah satunya, seorang ayah yang ditinggalkan istri dan anak balitanya yang masih berusia 20 bulan usai terhantam bus pariwisata itu dari arah berlawanan. Begini kisah pilunya.
Hendak Melintas, Satu Keluarga Terhantam Bus Pariwisata
Warga asal Kabupaten Jember, Jatim, Muhammad Syafiudin Nuris Wanto (29) mengalami tragedi memilukan ketika melihat istri dan anaknya tewas usai terhantam bus pariwisata di Kota Batu, pada Rabu, 8 Januari 2025.
Mulanya, Syaifudin hendak liburan bersama keluarga kecilnya, yakni istri, Anis dan anaknya yang masih berusia 20 bulan, Syafa.
Hal ini diungkap Andi dalam kesempatan yang sama, dengan menyebut korban sepeda motor itu hendak berlibur di Kota Batu dengan menyewa sepeda motor.
“Mereka hendak berlibur di Kota Batu dengan menyewa sepeda motor,” sebutnya kepada wartawan di lokasi kejadian, pada Rabu, 8 Januari 2025.
Korban yang terseret bus pariwisata di Kota Batu itu menaiki sepeda motor ketika insiden maut terjadi.
Syaifudin yang membawa istri tercinta dan buah hatinya itu tertabrak bus pariwisata Nopol DK 7942 GB saat hendak melintas dari arah Jalan Imam Bonjol, Kota Batu.
Andi menuturkan, Syaifudin mengalami luka sedang sementara istri dan buah hati tercintanya meninggal dunia.
“Jadi untuk yang laki-laki (Syaifudin) luka sedang buka kita laksanakan operasi, kemudian yang istri dan anaknya meninggal dunia,” tandasnya.
Berkaca dari hal itu, terdapat kasus-kasus lainnya yang juga melibatkan sepeda motor vs mobil besar dalam sepekan terakhir. Berikut di antaranya:
Gagal Nyalip, Pengendara Motor Terlindas Truk
Pada Kamis, 9 Januari 2025, terjadi kecelakaan maut melibatkan truk dan sepeda motor di Jalan Raya Narogong, Cileungsi, Bogor, Jawa Barat.
Korban meninggal dunia merupakan pengendara motor berinisial LN akibat terlindas truk.
“Korban kecelakaan meninggal dunia satu orang, pengendara sepeda motor,” ungkap Kanit Gakkum Satlantas Polres Bogor, Ipda Ferdhyan Mulya di lokasi kejadian, pada Kamis, 9 Januari 2025.
Peristiwa nahas itu terjadi pada sekitar pukul 05.10 WIB, kecelakaan berawal ketika korban melaju dari arah Klapanunggal menuju Cileungsi.
“Setibanya di TKP (tempat kejadian perkara) bergerak ke kiri jalan mendahului kendaraan jenis truk yang bergerak searah di depannya,” jelas Mulya.
Kemudian, korban yang menaiki sepeda motor korban itu tergelincir hingga menyebabkan dirinya terjatuh ke sebelah kanan jalan.
“Lalu bagian kepala terlindas oleh ban belakang sebelah kiri kendaraan jenis truk, sehingga terjadilah kecelakaan lalu lintas,” jelasnya.
Akibat peristiwa nahas itu, korban sepeda motor yang terlindas truk di Bogor tersebut meninggal dunia di lokasi kejadian.
Kurang Konsentrasi, Pemotor Tabrak Sisi Belakang Truk
Selain di Jatim dan Jabar, kecelakaan maut yang melibatkan sepeda motor juga terjadi di Provinsi Bali.
Pada Rabu, 1 Januari 2025, terjadi kecelakaan yang melibatkan truk dengan sepeda motor di Jalan Raya IR Soekarno, Bangli, Bali.
Kecelakaan itu mengakibatkan seorang pengendaraan sepeda motor berinisial DM (67) yang berasal Banjar Guliang Kawan, Bangli, meninggal di lokasi kejadian.
Korban tewas lainnya yakni orang yang diboncengnya, IK (64) asal Kecamatan Gianyar. Keduanya tewas akibat mengalami cedera berat di bagian kepala.
Adapun supir truk BHU (57) asal Situbondo, Jatim tidak mengalami luka apapun dari insiden itu.
Kanit Laka Polres Bangli, Ipda I Ketut Karya menuturkan kecelakaan itu bermula saat sepeda motor menabrak truk yang sedang berhenti di bahu jalan.
Penyebab kecelakaan itu diduga akibat pengendara sepeda motor kurang konsentrasi dalam berkendara sehingga tidak melihat tanda isyarat berupa tripikun dan lampu hazard dari truk tersebut.
Akibatnya, pengendara motor tersebut menghantam bagian belakang truk. Kepala pengendara dan orang yang diboncengnya membentur bagian belakang truk hingga meninggal di lokasi kejadian.
“Kecelakaan ini diduga karena pengendara sepeda motor kurang berhati-hati,” sebut Ketut Karya kepada awak media di Bangli, Bali, pada Rabu, 1 Januari 2025.
“Akibat benturan keras di kepala, pengendara dan orang yang dibonceng mengalami luka-luka serta meninggal dunia di tempat kejadian,” tandasnya















Leave a Reply