Jabodetabek.id

Hadirkan Fakta-Realita dan Anti Hoax

Budi Arie Bantah Isu Keretakan Projo dengan Jokowi, Singgung Soal Pemimpin yang Lahir untuk Memimpin Rakyat, Benarkah?

Budi Arie sebut hubungan Projo dan Jokowi tetap terjalin baik.
Budi Arie sebut hubungan Projo dan Jokowi tetap terjalin baik. (Foto: Instagram/budiariesetiadi)

Jabodetabek.Id – Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi menegaskan bahwa hubungannya dengan Joko Widodo (Jokowi) masih terjalin dengan baik.

Kabar tersebut muncul usai rencana Projo yang akan mengganti logo organisasi di mana sebelumnya adalah gambar Jokowi.

Selain karena perubahan pada logo, kabar putus hubungan itu juga muncul setelah rencana Budi untuk merapat ke Partai Gerindra.

Sebut  Projo Lahir karena Jokowi

Dalam sambutan di Kongres III Projo pada hari Minggu, 2 November 2025, Budi menyebut bahwa organisasi tersebut lahir karena Jokowi.

“Jangan di-framing (putus hubungan), Projo ini lahir karena ada Pak Jokowi. Projo ini lahir dari semangat perlunya pemimpin rakyat yang ada, yang bernama Joko Widodo,” kata Budi saat sambutan dalam kongres itu.

“Jadi, Projo sejatinya lahir karena ada pemimpin rakyat yang seharusnya lahir dari kandungan rakyat itu sendiri bernama Joko Widodo,” imbuhnya.

Budi juga menyebut bahwa Projo menjadi sejarah dalam kepemimpinan Jokowi sejak dibentuk sejak tahun 2014 hingga 2024.

Akui Komunikasi dengan Jokowi, Cerita soal Rencana Ganti Logo

Budi lantas membeberkan bahwa sebelum kongres hari kedua, ia sempat menghubungi Jokowi dan mengungkapkan rencana menghilangkan wajahnya dari logo Projo.

“Tadi pagi saya masih komunikasi dengan Pak Jokowi, bahwa perubahan logo ini adalah bagian dari transformasi organisasi Projo untuk menjawab tantangan dan perkembangan zaman,” ucapnya.

Untuk selanjutnya, ia menyatakan bahwa Projo akan menggandeng partisipasi publik dengan sayembara logo pengganti.

Tunjukan Dukungan pada Prabowo-Gibran

Mengenai arah dukungan organisasi, Budi menegaskan bahwa akan mengawal dan mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran.

“Sebagai pemerintahan berkelanjutan, pemerintahan Pak Prabowo-Gibran harus kita kawal karena pada Pilpres 2024 berkelanjutan yang menang,” jelasnya.

“Sesuai dengan rekomendasi di Sidang Pleno III, sudah dijelaskan bahwa kita mendukung dan memperkuat pemerintahan Pak Prabowo,” tegasnya.

Projo Bukan Singkatan Pro-Jokowi

Dikenal sebagai organisasi yang selalu mendukung Jokowi, Budi baru-baru ini membantah bahwa Projo singkatan dari Pro-Jokowi.

“Projo itu bahasa Sanskerta-nya ‘negeri’, bahasa Jawa Kawi-nya artinya ‘rakyat’,” ujar mantan Menteri Koperasi itu di tengah Kongres III Projo hari pertama di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 1 November 2025.

“Jadi, kaum projo adalah kaum yang mencintai negara dan rakyatnya. Cuma teman-teman media kan ya, Projo, Pro-Jokowi, itu karena gampang dilafalkan saja,” tambahnya.

Di hari pertama kongres tersebut, Budi sempat menjelaskan alasan pergantian logo Projo.

Mantan Menteri Komunikasi dan Informasi era Jokowi itu mengungkapkan tak ingin Projo seolah mengkultuskan seseorang dalam perjalanan organisasinya.

“Kemungkinan merubah logo Projo, yang nanti akan kami putuskan di kongres ke-3 ini. Logo Projo akan kami ubah, supaya tidak terkesan kultus individu,” terangnya.

Meski ada pergantian logo, Budi menegaskan bahwa namanya akan tetap Projo dengan mempertimbangkan artinya dalam bahasa Sansekerta dan Jawa Kawi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *