Jabodetabek.id

Hadirkan Fakta-Realita dan Anti Hoax

Banjir Sisakan Endapan Lumpur, Warga Aceh Timur Ini Cerita Terpaksa Harus Sewa Alat Berat: Nggak Mungkin Bersih Pakai Cangkul

 

Warga di Aceh Timur harus menggunakan alat berat untuk bersihkan lumpur yang mengendap di rumahnya.
Warga di Aceh Timur harus menggunakan alat berat untuk bersihkan lumpur yang mengendap di rumahnya. (Foto: Instagram/bg_dosen)

Jabodetabek.id – Lebih dari sebulan penyintas banjir Sumatera berjibaku dengan pembersihan lumpur yang menimbun rumahnya.

Baca Juga Ini: https://dlhenrekang.org/berita/

Banjir bandang yang terjadi di Sumatera pada akhir November 2025 lalu membawa banyak lumpur dan menyisakan endapan cukup tinggi.

Tak sedikit warga yang harus merelakan rumahnya karena ketinggian lumpur bahkan mencapai atap.

Sementara warga yang masih berusaha untuk membersihkan rumah dari lumpur, harus mengerahkan banyak tenaga dan biaya.

Sewa Beko Ratusan Ribu per Jam

Seorang warga di Aceh Timur, menceritakan proses pembersihan lumpur di rumahnya dengan menggunakan alat berat atau beko.

Beko yang didatangkan itu harus membuat keluarganya merogoh kocek hingga Rp1,2 juta untuk membersihkan lumpur selama 2 jam.

Baca Juga Ini: https://dlhenrekang.org/berita/

“Sewa beko itu satu jam Rp600 ribu, jadi kita pakai uang pribadi. Pengerjaannya selama 2 jam, jadi kita habis Rp1,2 juta untuk mengeruk lumpur itu aja,” ucap warga dalam video yang diunggah di akun Instagram @bg_dosen pada Sabtu, 3 Januari 2025.

“Nah, sekarang tinggal banjirnya aja. Kalau kita ke belakang rumah atau samping rumah, itu lumpurnya bisa sepinggang,” lanjutnya.

Ia mengatakan bahwa keluarganya terpaksa menyewa beko karena lumpur yang mengendap cukup tinggi, jadi membutuhkan bantuan alat berat.

“Kami sekeluarga terpaksa sewa beko karena nggak mungkin akan bersih pakai cangkul saja,” ujarnya.

“Uangnya pun didapat karena ada bantuan dari sanak family yang ada di luar,” imbuhnya.

Lumpur Masih Menutupi Jalanan Perkampungan

Kondisi perkampungan yang ada di Blang Gleum, Julok, Aceh Timur itu terlihat dalam video masih dipenuhi dengan banyak lumpur.

Air sisa banjir juga masih terlihat menggenang, sehingga lumpur basah dan membuat jalanan di kampung tersebut licin.

“Ini kondisi kampung kami setelah sebulan (banjir). Ada perubahan sedikit dari yang sebelumnya lumpur selutut sekarang sudah dikeruk pakai beko,” sambungnya lagi.

Update Kerusakan Rumah di Aceh Timur

Menurut data Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, ada 8 ribu warga dari 22 kecamatan yang masih tinggal di posko pengungsian.

Catatan Pemkab juga menyebut bahwa sebanyak 5.171 unit rumah warga di Aceh Timur masuk dalam kategori rusak berat, 5.294 unit rumah rusak sedang, dan 1.426 unit rumah rusak ringan.

Huntara bagi penyintas banjir pun akan segera dibangun dengan jumlah unit di tahap awal sekitar 1.000 rumah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *