
Jabodetabek.Id – Beberapa hari terakhir sosial media ramai dengan perselisihan antara penyanyi dan pencipta lagu.
Seperti Agnez Mo yang mendapatkan tuntutan dari Ari Bias atas royalti lagu Bilang Saja dari 3 konsernya di tahun 2023.
Agnez Mo diharuskan membayar uang Rp1,5 miliar sesuai dengan putusan dari Pengadilan Niaga PN Jakarta Pusat pada Kamis, 30 Januari 2025.
Kemudian ada Vidi Aldiano dengan Keenan Nasution karena lagu Nuansa Bening.
Dalam permasalahan dengan Vidi Aldiano ini, Keenan Nasution justru menolak uang royalti yang diberikan oleh pihak sang penyanyi.
Nuansa Bening dirilis pertama kali oleh Keenan pada tahun 1978.
Lalu pada tahun 2008, Nuansa Bening dinyanyikan ulang oleh Vidi dan menjadi lagu yang melejitkan namanya di awal karier.
Keenan mengaku tak pernah mendapatkan hak royalti atas lagunya dari pihak Vidi sejak tahun 2008.
Sampai pada tahun 2024, pihak Vidi baru menemuinya dengan membawa uang Rp50 juta.
Kemunculan Serikat Vibrasi Suara Indonesia (VISI)
Beberapa penyanyi di Indonesia tiba-tiba ramai mengunggah postingan seragam bertuliskan VISI yang merupakan kependekan dari Vibrasi Suara Indonesia.
Beberapa musisi perwakilan VISI yakni seperti Armand Maulana, Ariel NOAH, Kunto Aji, Bunga Citra Lestari (BCL) tampak hadir di kantor Kementerian Hukum Republik Indonesia pada Rabu, 19 Februari 2025.
Dalam kesempatan yang berbeda dengan kehadiran Agnez Mo, VISI juga melakukan audiensi yang berkaitan dengan karya bermusik mereka.
Ditambah dengan rencana pemerintah akan mengadakan revisi Undang-Undang Hak Cipta, sehingga menurut Menteri Hukum Supratman Andi Agtas kehadiran mereka sebagai tambahan sudut pandang dari sisi penyanyi.
Saat menemui media, Armand Maulana mengatakan jika VISI dibentuk di atas kesepakatan puluhan penyanyi di Indonesia.
“Alhamdulillah kan kemarin kumpul, terus saya ngomong sama Mama Ina (Vina Panduwinata) dan ternyata dari dulu sampai sekarang belum ada serikat penyanyi, belum ada,” ujar Arman.
“Makanya kita-kita kemarin terkumpul lah sekian puluh penyanyi, akhirnya terjadilah VISi, Vibrasi Suara Indonesia,” imbuh vokasi band GIGI tersebut.
VISI Bukan untuk Menandingi AKSI
Armand mengatakan VISI didirikan untuk membantu memberi masukan kepada pemerintah.
“Kita di sini kasih masukan untuk pemerintah, bahwa ada angle dari penyanyi juga,” ujar Armand.
Armand juga menyebutkan kalau ada anggota VISI juga penyanyi dan komposer lagu.
“Di VISI juga kan ada penyanyi komposer, ada Kunto Aji, Ariel, saya, BCL juga lumayan,” imbuhnya.
“Nggak ada tanding-tandingan, ini kan penyanyi kumpul untuk memberikan masukan pada pemerintah,” tambahya.
Masukan dari Para Musisi untuk Revisi Undang-Undang Hak Cipta
Dalam video yang diunggah oleh Supratman, ia menjelaskan jika diskusi dilakukan karena DPR sedang menginisiasi revisi Undang-Undang Hak Cipta.
Sehingga suara dari para penyanyi sangat diperlukan.
Ia mengungkapkan jika masukan dari para penyanyi, komposer, pencipta lagu, promotor, termasuk dari para akademisi akan jadi bahan pertimbangan oleh pemerintah.











Leave a Reply