
Jabodetabek.id – Merasakan perut kembung pasti pernah dialami hampir setiap orang.
Pada umumnya perut kembung muncul begitu saja dan ketika menyerang, tidak hanya perut menjadi bengkak, tetapi juga bisa menimbulkan gejala yang menyakitkan.
Perut kembung terjadi disebabkan terlalu banyak gas yang mengisi saluran gastrointestinal (GI) dan tidak bisa keluar. Sehingga membuat perut cenderung meregang dan membengkak.
Imbasnya tidak hanya perut terlihat bengkak, tetapi juga menyebabkan kram menyakitkan yang berlangsung selama berjam-jam.
Baca Juga: Pencarian Bocah Tenggelam di Kali Angke Terkendala Arus Deras dan Tumpukan Sampah
Menurut informasi yang berhasil dihimpun, ada beberapa penyebab perut kembung, salah satunya adalah konsumsi buah yang satu ini.
Meskipun relatif rendah kalori dan sering direkomendasikan oleh ahli gizi dan ahli gizi, apel dapat berkontribusi pada kelebihan gas di usus.
Padahal, apel adalah salah satu buah paling populer di dunia. Mereka tinggi serat, vitamin C dan antioksidan, dan telah dikaitkan dengan berbagai manfaat kesehatan.
Apel juga diketahui menyebabkan kembung dan masalah pencernaan lainnya bagi sebagian orang.
Baca Juga: Bukan Lagi Bos Amazon, Ternyata Pemilik Louis Vuitton Duduki Posisi Orang Paling Tajir Saat Ini
Penyebabnya adalah fruktosa (yang merupakan FODMAP) dan kandungan serat yang tinggi.
Fruktosa dan serat keduanya dapat difermentasi di usus besar dan dapat menyebabkan gas dan kembung.
Apel diketahui menyebabkan gangguan lambung dan disarankan bagi mereka yang menderita sindrom iritasi usus besar (IBS) untuk meminimalkannya.
Sindrom iritasi usus biasanya didiagnosis untuk masalah pencernaan kronis yang meliputi kram, sakit perut, kembung, gas, diare dan sembelit.
Baca Juga: Satpol PP Tertibkan Pedagang Sate Taichan di Senayan Sebab Ganggu Ketertiban Umum
Kondisi ini diperkirakan mempengaruhi lebih dari satu dari 10 orang, lebih dari 60 persen di antaranya adalah wanita.
FODMAP adalah jenis karbohidrat yang ditemukan dalam makanan tertentu, termasuk gandum dan kacang-kacangan.
Daftar contoh makanan dan minuman untuk diet rendah FODMAP adalah sayuran dan buah-buahan tertentu, produk susu bebas laktosa, keju, daging, ikan, ayam, telur, nasi, oat, quinoa, susu non-dairy, kacang-kacangan dan biji-bijian.
Daftar contoh makanan dan minuman tertentu yang harus dihindari pada diet rendah FODMAP adalah beberapa sayuran dan buah-buahan, kacang-kacangan, lentil, gandum, produk susu dengan laktosa, sirup jagung fruktosa tinggi, dan pemanis buatan.
(Dari Berbagai Sumber)










Leave a Reply