Jabodetabek.id

Hadirkan Fakta-Realita dan Anti Hoax

Anita Dewi Kini Dipecat dari Tempat Kerjanya Pasca Sempat Curhat Kehilangan Tumbler di KRL

Menyoroti fakta terkini terkait kasus penumpang KRL yang kehilangan tumbler hingga viral di media sosial.
Menyoroti fakta terkini terkait kasus penumpang KRL yang kehilangan tumbler hingga viral di media sosial. (Foto: Instagram.com/@depok24jam)

Jabodetabek.Id – Sebagian publik di media sosial (medsos) tengah ramai menyoroti kasus hilangnya barang pribadi milik penumpang Kereta Rel Listrik (KRL), Anita Dewi berupa botol minuman atau tumbler.

Sebelumnya, Anita sempat melempar curhatan di medsos terkait kasus kehilangan tersebut melalui akun Threads pribadinya, @anitadwdl.

Saat itu, Anita mengaku lupa hingga tasnya tertinggal di kereta Commuter Line rute Tanah Abang-Rangkasbitung.

Setelah melapor pada petugas keamanan di Stasiun Rawa Buntu, tasnya berhasil ditemukan di gerbong khusus wanita.

Atas kisruh yang sempat terjadi di medsos, Anita bersama suaminya, Alvin Harris telah menyampaikan permintaan maafnya dan sempat bertemu dengan petugas KRL yang sempat dinilai tak bertanggung jawab.

Terkini, viralnya curhatan Anita Dewi itu berbuntut panjang, bahkan telah menuai langkah tegas dari perusahaan tempatnya bekerja.

Anita Dewi Dipecat dari Tempat Kerjanya

Anita Dewi, sang pemilik tumbler yang sempat disebut-sebut hilang di KRL itu kini dipecat tempat kerjanya.

Hal tersebut dikonfirmasi langsung oleh PT Daidan Utama, perusahaan pialang asuransi tempat Anita bekerja.

Pihak manajemen Daidan mengumumkan, pemecatan Anita melalui akun Instagram resmi @daidanutama pada Jumat, 28 November 2025.

Manajemen mengklaim, pihaknya telah melakukan proses investigasi mengenai kasus hilangnya Tumbler Anita di KRL yang berujung pemecatan petugas KAI.

Hasilnya, mereka mengambil pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap Anita.

“Dengan ini kami ingin menginformasikan bahwa per tanggal 27 November 2025 yang bersangkutan sudah tidak bekerja lagi di perusahaan kami,” demikian tertulis dalam keterangan manajemen Daidan.

Di sisi lain, langkah pemecatan itu dinilai dengan dalih, sikap Anita dinilai tak sesuai dengan nilai-nilai dan budaya kerja yang dianut perusahaan.

“Tindakan yang digambarkan dilakukan oleh karyawan kami tersebut adalah tindakan yang tidak merepresentasikan nilai-nilai dan budaya kerja perusahaan kami secara keseluruhan,” imbuh perusahaan.

Daidan juga mengutarakan pihaknya turut prihatin atas pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dialami petugas KAI gara-gara curhatan Anita.

“Kami turut prihatin atas pemutusan hubungan kerja yang dialami oleh karyawan perusahaan angkutan publik tersebut,” terang Daidan.

“Dan sangat mengapresiasi, setiap tindakan empati dan solidaritas, berkaitan dengan kasus ini,” tutupnya.

Tak hanya Anita, suaminya, Alvin Harris juga ikut terdampak setelah kisruh terkait kasus kehilangan tumber itu viral di medsos.

Tempat Kerja Suami Anita Ikut Bicara

Setelah ramainya kasus tersebut, warganet sempat mendesak Roemah Koffie untuk memecat Alvin dengan menggeruduk akun resmi perusahaan di medsos.

Menyikapi hal itu, Roemah Koffie pun akhirnya buka suara merespons kasus hilangnya tumbler yang juga menyeret Alvin yang merupakan karyawan kedai kopi itu.

Manajemen menyatakan tengah berkomunikasi dan melakukan rekonsiliasi dengan pihak-pihak yang terdampak kasus tersebut.

“Kami memastikan bahwa setiap langkah yang kami tempuh senantiasa berlandaskan pada kebenaran dan kebaikan,” tulis manajemen Roemah Koffie pada Kamis, 27 November 2025.

“Harapan kami, proses ini dapat menjaga empati dan rasa hormat yang selama ini menjadi nilai yang ingin kita junjung bersama,” sambungnya.

Sempat Tuding Petugas KRL, Berujung Minta Maaf

Menilik ke belakang, hebohnya kasus kehilangan tumbler itu sempat menuai reaksi keras warganet, lantaran Anita Dewi menuding petugas KRL yang tidak bertanggung jawab.

Dalam insiden itu, petugas KRL diketahui sempat mengirimkan foto kondisi tas berikut isinya, termasuk tumbler Tuku yang dimaksud.

Karena soal prosedur, tas itu harus diambil di Stasiun Rangkasbitung.

Ketika Anita mengambil tas keesokan hari bersama suaminya, tumbler Tuku tersebut sudah tidak ada. Ia pun menuliskan kekecewaannya atas kelalaian petugas KRL sampai akhirnya berujung viral.

Petugas KRL bernama Argi yang mengatasi insiden itu, sempat memberikan klarifikasi dengan menyatakan dirinya menerima tas tersebut dari petugas lain, dan meletakkannya di ruang jaga karena kondisi stasiun sedang ramai.

Setelah menuai kecaman karena petugas KAI dipecat, Anita dan Alvin muncul ke publik melalui video yang diunggah ke Instagram untuk meminta maaf pada Kamis, 27 November 2025 malam.

“Saya Alvin, Saya Anita beberapa hari ini banyak berita beredar dan berkembang di sosial media terkait perbuatan kami berdua maka dari video yang kami buat ini,” kata pasangan suami istri itu setelah Instagram mereka kembali terbuka untuk publik.

“Kami meminta permohonan maaf yang sebesar-besarnya khususnya kepada saudara Argi dan semua pihak terkait yang terkena dampak dan dirugikan atas ucapan dan perbuatan kami berdua,” sambungnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *