Jabodetabek.id

Hadirkan Fakta-Realita dan Anti Hoax

Aksi Ricuh Warnai Pertanding Cabor Gulat PON XX Papua

Aksi Ricuh Warnai Pertanding Cabor Gulat PON XX Papua
Aksi Ricuh Warnai Pertanding Cabor Gulat PON XX Papua (Foto: Dok Nwt/ Istimewa)

Jabodetabek.id – Kericuhan terjadi di tengah pertandingan cabang olahraga (Cabor) gulat di PON XX Papua 2021.

Berlangsung di GOR Hiad Say, Merauke, pada Senin (11/10/2021) seketika lokasi tersebut menjadi arena tawuran. Di mana banyak orang terlibat dalam keributan yang membuat kondisi jadi tak kondusif.

Diketahui keributan terjadi saat pertandingan perebutan medali perunggu digelar. Di mana wakil tuan rumah, Papua berhadapan dengan Kalimantan Timur.

Pada saat pertandingan, Wakil Papua melakukan protes kepada wasit, lantara mereka menganggap juri telah mengeluarkan keputusan yang lebih menguntungkan Kalimantan Timur.

Baca Juga: Catat! Lokasi dan Jadwal Vaksinasi Keliling di Jakarta Hari Ini

Kemdian tak lama, tiba-tiba ada satu orang yang menerobos masuk ke dalam arena.

Pria itu mengejar para juri, dan melakukan pengrusakan fasilitas, seperti televisi yang ditendang hingga terjatuh.

Keributan ini akhirnya bisa diredam setelah para petugas yang ada di lapangan menenangkan kontingen tuan rumah. Dari sana, mereka memilih untuk walk out, dan akan mengadu ke Badan Arbitrasi Olahraga Indonesia.

Ini bukan kali pertama keributan dari arena gulat dalam perhelatan PON. Pada 2016 silam, ketika Jawa Barat menjadi tuan rumah, keributan juga sempat pecah.

Baca Juga: KTT Virtual Pemimpin G20, Janji Cegah Bencana Ekonomi di Afghanistan

Salah satu momen yang membuat miris adalah mengamuknya ofisial dari kontingen Kalimantan Selatan. Dia tidak bisa menerima keputusan juri di lapangan.

Saat itu, atlet Kalimantan Selatan, Setya A menghadapi Vanto dari Kalimantan Timur. Kedua pegulat itu bertarung dengan sangat sengit sejak awal.

Pada akhirnya, Vanto yang disahkan menjadi pemenang dengan perolehan poin 17 berbanding sembilan. Karena merasa tak puas, Kalimantan Selatan mengajukan challenge.

Tujuan dari challenge itu untuk melihat apakah ada pelanggaran yang dilakukan oleh Vanto terhadap Setya. Namun kemudian juri memastikan challenge yang diajukan tidak tepat.

Baca Juga: Tentukan Lokasi Baru Formula E, Pemprov DKI Tunggu Kehadiran Tim FEO

Ketika Setya sudah menerima keputusan juri dan bersalaman dengan Vanto, tiba-tiba pelatihnya yang berasal dari Rumania, Puscasu Lonel masuk ke ring. Dia melakukan protes keras.

Ofisial Kalimantan Selatan lainnya tersulut juga. Mereka beramai-ramai melakukan protes, sampai harus diredam oleh aparat kepolisian.

Penonton Kalimantan Selatan yang awalnya ada di tribun ikut turun dan masuk ke arena. Sebabnya, mereka melihat ada salah satu aparat yang memukul rekannya.

Beberapa menit keributan terjadi, akhirnya situasi bisa tenang terkendali. Mereka yang mengamuk dibawa menuju ruang ganti untuk ditenangkan.

(Dari Berbagai Sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *