Jabodetabek.id – Selama pandemi COVID-19 Pemprov DKI Jakarta mencatat limbah medis mencapai 30.370 ton.
Laboratorium, lokasi isolasi terkendali hingga fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di Ibu Kota menjadi mayoritas sumber limbah medis tersebut berasal.
Humas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Yogi Ikhwan mengatakan data ini diambil sejak April 2020 hingga September 2021.
Baca Juga: Akhirnya Terungkap! Sungai Cisadane Berubah Merah Sebab Pencucian Limbah Plastik
Rinciannya sebanyak 22.767 kg atau 22,7 ton dari laboratorium, 119.444 kg atau 119,4 ton dari lokasi isolasi terkendali COVID-19.
Kemudian, 15.114.109 kg atau 15.114 ton dari 186 fasyankes, 13.002.510 atau 13.002 ton dari 105 RS COVID-19 dan 2.111.599 kg atau 2.111 ton dari 81 RS non COVID-19.
Jika diakumulasikan, jumlahnya mencapai 30.370.429 kg atau 30.370 ton.
“Kita mengumpulkan limbah infeksius (medis) COVID itu dari fasyankes sama dari tempat isolasi terpusat,” kata Yogi saat dikonfirmasi, Senin (11/10/2021).
Baca Juga: Viral Video Lukisan Personel BTS dari Limbah Plastik, Apa Kata ARMY?
Selain itu, dirinya juga melaporkan jumlah limbah medis mengalami peningkatan yang berasal dari rumah tangga.
Selama 2021, total ada 1,5 ton limbah infeksius yang bersumber dari rumah tangga.
“1,5 ton kayak masker berkas, APD rumahan, dan sebagainya. kalau itu dataya 2021,” jelasnya.
Yogi memastikan pihaknya telah mengupayakan penanganan limbah medis sejak awal pandemi COVID-19 salah satunya dengan cara melakukan penjemputan ke rumah-rumah.
Cara lainnya limbah medis atau B3 disediakan tempat sampah khusus di fasilitas umum.
“Jadi kita buka layanan penjemputan limbah infeksius (medis) dari rumah nah kita umumkan nomor teleponnya setiap kecamatannya,” ujarnya. (Dari Berbagai Sumber).















Leave a Reply