Jabodetabek.id

Hadirkan Fakta-Realita dan Anti Hoax

Warga Diminta Kerja Bakti Bersihkan Pancuran 13 Wisata Guci Tegal, Sebut untuk Pemulihan Perekonomian

Warga kerja bakti di Pancuran 13 Guci, Tegal pascabanjir Januari 2026.
Warga kerja bakti di Pancuran 13 Guci, Tegal pascabanjir Januari 2026. (Foto: Instagram/infowisataguciofficial)

Jabodetabek.Id – Viral di media sosial pengumuman kepada warga yang tinggal di sekitar Pancuran 13 kawasan Wisata Guci Tegal, Jawa Tengah.

Dalam pengumuman yang disiarkan lewat pengeras suara itu, terdengar imbauan kepada warga untuk melakukan kerja bakti membersihkan area Pancuran 13.

Area Pancuran 13 di Guci menjadi lokasi terparah ketika banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu.

“Bangun, bangun, bangun, kerja bakti bapak, jangan tidur terus biar bisa jualan somay lagi,” ucap pengumuman tersebut, dikutip dari unggahan akun Instagram @istikhoroh_12 pada Jumat, 13 Februari 2026.

Kerja Bakti Bangun Jembatan dan untuk Pemulihan Ekonomi

Lebih lanjut, dalam pengumuman yang disampaikan juga mengajak warga untuk membangun jembatan sasak.

Jembatan sasak biasanya dibangun untuk menghubungkan dua area dan terbuat dari rotan atau bambu sebagai penghubung darurat maupun alternatif.

“Pada hari ini diadakan kerja bakti di area Pancuran 13 dan membikin jembatan sasak, biar semuanya bisa beraktivitas kembali,” ujarnya.

Pembangunan jembatan sasak, menurut pengumuman tersebut juga untuk memperbaiki perekonomian warga.

Sehingga, warga yang biasa berjualan di lokasi wisata bisa kembali menjajakan dagangannya.

“(Jembatan sasak) Untuk bisa berjualan, bisa berkuda, dan bisa narik ojek,” lanjutnya.

Tuai Kontra Warganet

Video yang sudah ditonton lebih dari 127 ribu kali itu, menarik perhatian warganet.

Tak sedikit warganet yang kontra mengingat ada retribusi dalam tiket pengunjung.

Beberapa komentar dari warganet seperti, “Kalau rusak ngajak yang lain buat benerin, pas udah jadi, ditiketin lagi dan duitnya nggak dibagi,” tulis akun @m.m****n

“Kok bisa warganya, kan retribusi masuk ke Pemkab, ya Pemkab harunya bergerak,” tulis akun @not*****5

“Harusnya pengurus wisata yang maju,” tulis akun @muh******a

Di sisi lain, pemilik video mengungkapkan bahwa ajakan kerja bakti diinisiasi oleh warga sendiri.

“Yang ngajak warga juga karena ingin memulihkan ekonomi juga dan yang warga harapkan gratis seperti dulu,” tutur pengunggah video.

“Semangat warga Guci, biar ramai lagi wisatanya. Tapi inginnya gratiskan saja itu Pancuran 13,” tambahnya.

Banjir Bandang di Kawasan Guci

Sebelumnya, banjir bandang yang terjadi di lereng Gunung Slamet juga menerjang kawasan obyek wisata Pemandian Air Panas Guci pada 24 Januari 2026.

Setidaknya, ada 3 lokasi di Guci yang mengalami kerusakan parah karena meluapnya Sungai Gung Guci, yakni Pancuran 13, Pancuran 5, dan Kolam Air Barokah.

Banjir yang membawa lumpur dan kayu gelondongan itu juga turut merusak fasilitas yang ada di lokasi.

Beberapa jembatan di dalam area Guci dilaporkan putus, yaitu di Jembatan Jedor, Jembatan Kaligung Pancuran 13, dan Jembatan Gantung di area Pancuran 5.

Sejumlah infrastruktur vital yang rusak berat itu memberi dampak pada aktivitas wisata dan mobilitas warga yang kini terganggu.

Usai terjangan banjir, Pemerintah Kabupaten Tegal memutuskan menutup sementara dua titik wisata favorit, yakni Pancuran 13 dan Pancuran 5.

Sebagai bentuk empati kepada para pengunjung, Pemkab Tegal menggratiskan tiket masuk Kawasan Wisata Guci selama masa pemulihan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *