Jabodetabek.id

"Hadirkan Fakta-Realita dan Anti Hoaks"

Viral Dugaan Pelecehan di KRL Tujuan Bogor, Warganet Soroti Respons Penumpang Lain

Viral penumpang pria diduga alami pelecehan seksual di KRL.
Viral penumpang pria diduga alami pelecehan seksual di KRL. (Foto: Instagram/@dramakrlcommuterline)

Jabodetabek.Id – Viral di media sosial seorang pria marah-marah hingga menendang seorang penumpang pria lainnya di dalam gerbong commuter line atau KRL.

Aksi ribut-ribut itu diduga karena pria yang meluapkan emosinya itu adalah korban pelecehan seksual dari pria yang ditendangnya.

Video viral tersebut diunggah oleh akun Instagram @dramakrlcommuterline pada Jumat, 24 April 2026 saat pria tersebut sedang mengamuk.

Dibawa Petugas Security KRL, Diduga Korban Pelecehan

Saat suasana makin memanas, satu petugas security membawa pria tersebut untuk keluar dari gerbong.

Satu pria lainnya yang diduga menjadi pelaku pelecehan juga ikut diminta turun dari gerbong.

“Dia ngelecehin gue,” ucap pria tersebut sambil mencoba terus menendang terduga pelaku yang mengenakan masker putih.

Unggahan yang sudah diputar lebih dari 1,6 juta kali penayangan itu juga terlihat komentar yang diduga dari korban.

Melalui komentar tersebut, ia menjelaskan kronologi yang ia alami saat di atas gerbong.

“Guys, sorry for crowd, gue juga tau semua capek, termasuk gue juga capek balik kerja, tapi gue dapet abuse man to man,” tulis akun Instagram bernama @ilh****s.

“Lima stasiun gue make sure kelamin gue sebelum gue ambil tindakan. So, what do u expect buat bela harga diri lu? Be careful, semua orang bisa kena,” lanjutnya.

Mengaku Alami Trauma

Melalui unggahan di Instagram Story, ia menyinggung tentang trauma yang dialami pascakejadian tersebut.

“Buat jadi pelajaran, anything can happen to everybody. Let me heal my trauma,” ungkapnya.

(Apapun bisa terjadi kepada siapa saja, biarkan saya menyembuhkan trauma saya)

KCI Commuter Telah Lakukan Mediasi

Peristiwa tersebut terjadi di KRL No 1388 relasi Jakarta Kota-Bogor pada Kamis, 23 April 2026 sekitar pukul 19.05 WIB.

Keributan bermula dari pengguna yang melakukan pelecehan kepada pengguna KRL lainnya saat area sensitifnya tersentuh.

Menurut Manager Public Relations KAI Commuter, Leza, permasalahan tersebut kemudian diselesaikan di Pos Pengamanan Stasiun Pasar Minggu.

“Keduanya menyadari adanya kesalahpahaman posisi saat berada di dalam Commuter Line. Kedua pengguna tersebut juga menyampaikan permohonan maaf karena telah membuat kegaduhan dan ketidaknyamanan bagi pengguna Commuter Line lainnya,” kata Leza dalam keterangannya kepada awak media pada Jumat, 24 April 2026.

Warganet Menyoroti dengan Sikap Orang Sekitar

Unggahan tersebut mendapat lebih dari 6.000 komentar dan tak sedikit yang menyoroti sikap penumpang lainnya.

Warganet menyayangkan sikap yang justru diterima oleh terduga korban.

Beberapa komentar seperti, “Ini abangnya dilecehin? Wajar nggak sih kalau dia marah? Kenapa kalau korbannya laki-laki pada banyak yang nggak terima? Padahal laki-laki kan bisa jadi korban juga,” tulis akun @bun*****5

“Gue gedeg banget liatnya, pada diem aja padahal jadi korban pelecehan loh, malah lebih nyolot ke korban,” tulis akun @adh*****5

“Korban kok malah jadi kayak tersangka? Terus tersangkanya malah didiemin, padahal korban marah ya wajar. Apa karena pria jadi tindakan pelecehan dinormalisasi?” tulis akun @rya****k

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *