Jabodetabek.id

Hadirkan Fakta-Realita dan Anti Hoax

Viral Dugaan Pelecehan di KRL Jakarta Kota-Bogor, Korban Sebut Pelaku Terang-terangan Akui Perbuatannya

Viral pengakuan penumpang KRL jadi korban pelecehan.
Viral pengakuan penumpang KRL jadi korban pelecehan. (Foto: Instagram/commuterline)

Jabodetabek.Id – Seorang wanita mengaku menjadi korban pelecehan seksual di rangkaian KRL rute Jakarta Kota-Bogor tengah viral di media sosial.

Video tersebut menunjukkan korban tengah menceritakan kronologi perlakuan tak menyenangkan yang ia terima kepada petugas Stasiun Cilebut.

Dalam video itu, ia mengaku naik dari Stasiun Manggarai dan merasakan ada kontak fisik dengan seseorang yang berada di belakangnya.

“Dari Manggarai saya nggak tahu tuh dia naiknya dari mana karena aku fokus di HP. Terus saya pikir itu tas karena tasnya dia ada di depan,” ucap wanita dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @quineilona pada Jumat, 27 Februari 2026.

Pelaku Terang-terangan Mengakui Perbuatannya

Lebih lanjut, korban mengungkapkan bahwa pelaku pun telah mengakui perbuatannya secara langsung.

“Saya emang udah ngerasa kok ini ada sesuatu di belakang saya, tapi saya pikir itu tas. Abis itu pas di Citayem dia bilang, ‘Mbak tadi saya gesekin kelamin saya ke Mbaknya, Mbaknya marah nggak ya?’” kata korban sambil menirukan ucapan pelaku.

Korban juga mengatakan bahwa menurutnya tak ada raut penyesalan ketika pelaku mengakui perbuatannya saat itu.

Tidak Mendapat Bantuan dari Penumpang Lain

Korban lantas menyebut bahwa pelaku ingin mengajaknya bersalaman dan mencoba mencari bantuan dengan orang di sekitarnya.

“Orang sebelah saya cuma nengok saya dan saya makin ngedempet karena tadi ngomongnya makin deket. Terus dia bilang, ‘Yaudah deh Mbak, salaman aja’ terus saya jawab, ‘Loh, kok salaman? Nggak usah pak, orang Bapak baru aja ngelecehin saya,’” ucapnya.

“Orang-orang sekitar cuma ngeliatin saya, nggak ada yang bantu padahal depan saya bapak-bapak lagi duduk. Cuma nengok ke atas dan udah, terus saya, ‘Lah? Kok nggak ada yang bantuin saya?’” tambahnya.

Ia juga sempat mendekat pada penumpang lain untuk berharap mendapat bantuan, namun tetap nihil.

“Sampai akhirnya saya ambil Cilebut, diturunin di Bojong terus akhirnya saya lapor di sini,” lanjutnya.

Sudah Menunggu Laporan hingga 1 Bulan, Belum Ada Tanggapan

Adapun dalam keterangannya di caption unggahan, korban membeberkan bahwa dirinya sudah menunggu selama satu bulan dari pihak KAI Commuter.

“Saya sudah menunggu laporan selama 1 bulan full dan tidak ada lanjutan dari kalian. Di sini saya hanya meminta kalian untuk melanjutkan laporan saya dan saya mau ini tidak akan terjadi kepada saya 3 kali,” tulisnya.

“Ini kasus ke-2 saya dilecehkan di KAI dan tidak ada jawaban apapun, bahkan mungkin pelakunya masih ada dan masih naik KRL kalian,” tambahnya.

Korban juga mengaku memiliki foto pelaku dan memilih untuk memviralkan kasusnya agar segera mendapat respons.

“Saya ada bukti jelas muka pelakunya, yang di mana itu sangat mudah penangkapan buat kalian (harusnya). Dan kata petugas kalian ‘Kalau mau cepet di-notice viralin aja kan?’ Okeey, saya viralkan ya,” tegasnya.

Sementara itu, pihak KAI memberi respons dengan mengungkapkan telah melanjutkan laporan kepada unit KAI Commuter.

“Laporan telah diterima KAI Commuter dan saat ini sedang dalam proses tindak lanjut,” tutur pihak KAI dalam kolom komentar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *