Jabodetabek.id

Hadirkan Fakta-Realita dan Anti Hoax

Tren #KaburAjaDulu Ramai di Sosmed, Istana: Jangan Jadi Pendatang Haram

Tren #KaburAjaDulu yang viral, pemerintah tak melarang asal punya skill.
Tren #KaburAjaDulu yang viral, pemerintah tak melarang asal punya skill. (Foto: Unsplash/Erik Odiin)

Jabodetabek.Id – Tren sosial media saat ini tengah ramai dengan tagar #KaburAjaDulu.

Tagar tersebut berisi tentang ajakan atau keinginan untuk meninggalkan Indonesia dan mencari peruntungan ke luar negeri.

Tren #KaburAjaDulu makin ramai usai banyak terjadi PHK massal hingga kabar efisiensi anggaran yang dilakukan oleh pemerintah.

Ramainya tagar ini karena banyak WNI yang ingin mencari pekerjaan di luar negeri, menurut Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli justru menjadi tantangan Indonesia untuk membuka banyak lapangan pekerjaan.

Bekerja di Luar Negeri untuk Meningkatkan Skill dan Kembali Membangun Indonesia

Menaker Yassierli mengatakan jika tagar tersebut adalah bentuk penyampaian aspirasi dan menjadi perhatian untuk pemerintah.

Menurutnya, pemerintah memiliki tantangan untuk memperbanyak lapangan pekerjaan.

“Ini tantangan buat kami kalau memang itu adalah terkait dengan aspirasi mereka,” ujar Menaker Yassierli saat menemui wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta pada Senin, 17 Februari 2025.

“Ayo pemerintah create better jobs, itu yang kemudian menjadi catatan dan concern kami,” imbuhnya.

Ia juga membenarkan kalau ada kesempatan yang terbuka untuk bekerja di luar negri.

Menurutnya meningkatkan skill di luar negeri bisa untuk membangun negeri saat kembali nanti.

“Memang di satu sisi saya melihat ada kesempatan kerja di luar, memang ada ya jadi semangatnya bukan kabur,” ujarnya.

“Kalau memang ingin untuk meningkatkan skill dan ada peluang kerja di luar negeri, kemudian kembali ke Indonesia bisa membangun negeri, ya tidak masalah,” imbuh Menaker.

Istana Mengingatkan untuk Punya Skill Sebelum #KaburAjaDulu

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi juga mengingatkan untuk memiliki skill sebelum memutuskan keluar negeri.

Ia juga mengingatkan untuk masuk ke negara tujuan sesuai dengan prosedur yang legal.

“Kalau mau merantau itu bagus lho, kalau mau merantau,” kata Hasan Nasbi kepada media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta pada Senin, 17 Februari 2025.

“Tapi kalau mau merantau ke luar negeri, ingat harus punya skill kalau nggak punya skill, nanti nggak punya pekerjaan baik di luar negeri,” ujar Hasan mengingatkan pentingnya skill yang harus dimiliki.

Selain persoalan skill, Hasan juga menggarisbawahi tentang prosedur legal masuk ke negara lain.

“Yang kedua, harus taat prosedur supaya nggak jadi pendatang haram,” ucapnya.

“Kalau orang mau merantau, nggak boleh dilarang,” imbuhnya.

Masuk ke Negara Lain dengan Cara Legal

Sebelumnya, Presiden Prabowo juga telah mengingatkan untuk WNI menaati aturan tentang bekerja di luar negeri.

Hal tersebut disampaikan usai terjadi kasus penembakan 5 WNI di Malaysia dan Prabowo menyatakan harapannya penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh.

“Sekali lagi saya ingatkan, bahwa jangan mau ikut-ikut kegiatan ilegal,” ujar Prabowo setelah memberikan arahan dalam Rapat Pimpinan TNI Polri Tahun 2025 pada Kamis, 30 Januari 2025 lalu.

“Kalau nyelundup ke negara asing, risikonya negara asing akan bertindak, jadi rakyat kita jangan mau dibohongi oleh sindikat-sindikat yang berjanji ini, berjanji itu,” imbuhnya.

“Kita waspada, kita ingatkan tapi kita juga yakin bahwa pihak Malaysia akan melaksanakan penyelidikan yang terbaik,” imbuh Presiden.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *