Jabodetabek.id – Saat ini kita dapat melakukan layanan transfer uang dari mana saja, mulai dari mesin ATM, internet banking, mobile banking, sampai aplikasi dompet digital.
Seiring dengan perkembangan teknologi mengirim uang ke orangtua, keluarga, dan teman jadi lebih mudah.
Namun pernahkah kamu mengalami salah transfer uang?
Salah transfer uang bisa terjadi pada siapapun. Salah memasukkan nomor rekening, atau karena terburu-buru sehingga tidak fokus, dan akhirnya malah kirim uang ke rekening orang lain.
Baca Juga: Dukung UMKM Transformasi Digital, Mitra DANA Bisnis Lebih dari 300 Ribu
Jika salah transfer uang murni karena kelalaian sendiri, kamu harus segera mengurusnya agar uang bisa kembali.
Berikut hal yang harus kamu lakukan bila salah transfer uang:
Bersikap tenang
Panik lah masa enggak kalau transfer uang ke rekening yang salah mau nominalnya kecil sekalipun, pasti bikin nyesek.
Langsung deh kebakaran jenggot begitu tahu salah transfer uang. Apalagi kalau jumlah uangnya besar, sampai jutaan rupiah.
Padahal panik berlebihan tidak akan menyelesaikan masalah malah bikin tak bisa berpikir jernih.
Sehingga hanya bisa menangis atau marah-marah, tidak tahu apa yang mesti dilakukan.
Baca Juga: Ini Alasan Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga Acuan 3,5 Persen
Bila mengalami salah transfer uang, coba untuk bersikap tenang. Duduk, lalu tarik napas sejenak agar kamu lebih rileks. Setelah itu, mulai memikirkan langkah selanjutnya.
Lapor ke bank untuk membatalkan transaksi
Usai kejadian salah transfer uang, segera melapor ke bank. Kamu bisa menghubungi call center atau customer service bank di nomor resmi atau datang langsung ke kantor cabang terdekat untuk membuat laporan
Ceritakan kejadian yang sebenarnya dengan jelas
Ketika melapor ke bank, baik datang ke kantor cabang atau melalui layanan call center, ceritakan kejadian salah transfer yang sebenarnya dengan jelas.
Hindari berbicara sambil menangis atau emosi, karena hanya akan memperburuk keadaan.
Katakan bahwa kamu salah transfer uang, misalnya salah memasukkan nomor rekening atau tidak cek lagi saat akan melakukan transaksi. Ceritakan juga lokasi kejadian secara detail.
Menyiapkan identitas diri dan bukti salah transfer
Dalam penanganannya, pihak bank melalui layanan call center maupun di kantor cabang tidak akan percaya begitu saja dengan ceritamu.
Mereka akan meminta kamu menyebutkan data diri atau menunjukkan identitas diri (KTP, ATM, dan buku tabungan) untuk dicocokkan dengan pemilik rekening.
Selain itu, menunjukkan struk atau bukti transfer uang secara langsung atau dalam bentuk foto untuk dikirim via email bila laporanmu melalui call center.
Pihak bank juga biasanya akan meminta kamu membuat surat kronologis salah transfer bermaterai.
Proses verifikasi oleh bank
Pihak bank pada dasarnya akan membantu kesalahan transfer uang oleh nasabah sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur) yang berlaku. Namun mungkin saja proses penyelesaiannya tidak hari itu.
Pihak bank terlebih dahulu harus melakukan verifikasi atas berkas dan laporanmu. Setelah dinyatakan lengkap, baru akan ditindaklanjuti dan akan menghubungimu untuk kelanjutannya.
Bank menjadi perantara
Langkah selanjutnya dalam proses pengembalian dana adalah bank menjadi perantara atau media penghubung antara kamu dengan pemilik rekening penerima salah transfer.
Bank akan menghubungi penerima bahwa nasabahnya melakukan kesalahan transfer ke rekeningnya dan meminta uang dikembalikan.
Tentunya disertai bukti kekeliruan transfer uang. Bila penerima uang salah transfer bersedia mengembalikan uang tersebut, dia akan mendapat bukti pengembalian uang yang salah transfer dan masuk ke rekeningnya.
Tetapi bagaimana jika penerima tidak mau mengembalikan uang kamu? Ini lain lagi ceritanya. Penerima bisa di penjara atau kena denda.
Tertuang dalam Undang-undang (UU) Nomor 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana, Pasal 85 yang berbunyi:
“Setiap orang yang dengan sengaja menguasai dan mengakui sebagai miliknya dana hasil transfer yang diketahui atau patut diketahui bukan haknya, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak Rp5 miliar.”
Jadi, jangan macam-macam kalau kamu justru yang dapat transferan duit mendadak dapat di rekening. Sebaiknya dikembalikan, jangan dipakai atau kamu akan masuk bui.
Bank mengembalikan uang
Jika penerima bersedia mengembalikan uang kamu, bank akan melakukan pendebetan di rekening penerima dan menyerahkannya ke kamu. Proses ini memakan waktu sekitar dua minggu lebih.
Tetapi lamanya pengembalian dana transfer tersebut sesuai dengan kebijakan masing-masing bank.
Kamu dapat mengajukan gugatan ke pengadilan karena menyalahi aturan bila penerima tidak bersedia mengembalikan uang. (Dari Berbagai Sumber).















Leave a Reply