Jabodetabek.id

Hadirkan Fakta-Realita dan Anti Hoax

Sekolah Digembok Preman, Belasan Guru di Padang Terkurung Berjam-jam

 

Peristiwa pengurungan telah terjadi pada belasan guru di SMA PGRI 1 Padang dalam sekolah di Jalan Koto Tinggi Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Rabu (13/10). (Foto: Dok Net/ Istimewa).
Peristiwa pengurungan telah terjadi pada belasan guru di SMA PGRI 1 Padang dalam sekolah di Jalan Koto Tinggi Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Rabu (13/10). (Foto: Dok Net/ Istimewa).

Jabodetabek.id – Peristiwa pengurungan telah terjadi pada belasan guru di SMA PGRI 1 Padang dalam sekolah di Jalan Koto Tinggi Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Rabu (13/10).

Belasan guru ini terkurung karena pagar sekolah digembok oleh beberapa preman.Dan itu terjadi karena adanya ketegangan antara pemilik yayasan sekolah atas perebutan kepemilikan sekolah tersebut.

Tapi syukurnya belasan guru tersebut akhirnya berhasil keluar dari sekolah setelah dimediasi oleh pihak kepolisian.

Para guru termasuk penjaga sekolah tersebut terkurung didalam sekolah selama berjam-jam, dari pukul 17.00 sore sampai malam.

Baca juga : Tragis Sekaligus Miris, Cari Sinyal HP ke Atas Bukit Seorang Pria Tewas Diterkam Harimau

Ini terjadi juga karena adanya kisruh kepemilikan yayasan sekolah PGRI 1 Kota Padang antara pihak yayasan yang lama Dasrizal dengan yang baru, Sofyan Kahar.

Dan untuk sengketa kepemilikan sekolah tersebut sudah berlanjut ke Pengadilan Negeri Padang dan berhasil dimenangkan oleh pihak kubu yayasan yang lama Dasrizal.

Tapi karena tidak terima kalah di persidangan, pihak dari kubu Sofyan Kahar melakukan penggembokan sekolah.

Jadi menyebabkan terganggunya aktivitas belajar mengajar yang seharusnya pembelajaran tatap muka dimulai hari ini, Rabu (13/10).

Baca juga : Warga Papua Rela Antre Tiket Hingga Dini Hari untuk Hadir di Penutupan PON XX Papua

“Belasan guru beserta kendaraanya yang terkunci di dalam sekolah akhirnya bisa keluar setelah pihak kepolisian dari Polresta Padang dan Polsek Padang Timur tiba ke lokasi dan melakukan mediasi,” kata Kanit III SPKT Polresta Padang, Ipda Dwi Jatmiko. (Dari berbagai sumber).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *