Jabodetabek.id

Hadirkan Fakta-Realita dan Anti Hoax

Sederet Masalah yang Wajib Dibenahi STY Usai Ditahan Imbang Laos di Piala AFF 2024, Salah Satunya Sering Salah Oper

Potret Pertandingan Timnas Indonesia vs Laos di Piala AFF 2024, pada Kamis, 12 Desember 2024.
Potret Pertandingan Timnas Indonesia vs Laos di Piala AFF 2024, pada Kamis, 12 Desember 2024. (Foto: Instagram.com/@timnas.indonesia)

Jabodetabek.Id- Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (STY) menyoroti masalah yang dialami skuadnya usai ditahan imbang Laos di laga lanjutan Piala AFF 2024, pada Kamis, 12 Desember 2024.

Terjadi hujan gol dalam laga yang digelar di Stadion Manahan Solo, dan berakhir dengan skor sama kuat, 3-3.

STY mengaku menyesal dengan hasil tersebut, karena skuad Garuda tidak dapat memanfaatkan momentum bermain di kandang sendiri untuk meraih poin kemenangan di fase Grup B Piala AFF 2024.

“Indonesia maupun tim Laos bekerja maksimal semuanya,” ujar STY dalam konferensi pers usai laga Indonesia vs Laos di Stadion Manahan Solo, pada Kamis, 12 Desember 2024.

STY juga mengungkap sejumlah problem yang dialami skuad Timnas Indonesia dalam laga kontra negara Seribu Gajah (julukan Timnas Laos). Berikut ini di antaranya:

1.Salah Oper

STY menyebut faktor pass miss (salah mengoper bola) menjadi problem yang wajib dibenahi para punggawa Garuda.

Bagi yang belum tahu, pelatih asal Korea Selatan itu membawa skuad yang didominasi oleh para pemain muda di bawah usia 22 tahun (U-22) dalam gelaran AFF 2024.

Dalam laga melawan Laos, masalah salah oper itu menjadi sorotan tersendiri bagi STY.

“Pass miss (salah oper) itu yang menyebabkan (Indonesia) kemasukan banyak gol,” sebut STY dalam kesempatan yang sama.

2.Transisi Permainan

Dalam kesempatan yang sama, STY juga mengeluhkan terkait strategi transisi permainan dari menyerang ke bertahan yang dilakukan skuad Garuda tidak berjalan optimal.

Problem itu juga akibat masalah operan antar pemain yang menyebabkan Timnas Indonesia berkali-kali harus kecolongan dari strategi serangan balik Laos.

“Pass miss (dalam transisi) para pemain itu yang menyebabkan pertandingan ini juga seri juga, sangat disayangkan,” terangnya.

3.Kelelahan

STY mengaku merasa bersalah dan meminta maaf kepada fans Timnas Indonesia yang memberikan dukungannya untuk skuad Garuda saat menjamu Laos di Stadion Manahan Solo.

“Dan merasa salah dan minta maaf kepada fans sepak bola Indonesia, tadi sudah datang ke stadion tapi kita tidak bisa memberikan kemenangan,” terangnya dalam kesempatan yang sama.

Sebelum laga itu, pemain gelandang Timnas Indonesia, Marselino Ferdinan mengaku alami kendala kelelahan fisik.

“Kami kembali dari Myanmar, memang pertama kali saya travel seperti ini. Biasanya waktu AFF sebelumnya kita stay di Jakarta. Jadi saya sendiri merasa sedikit lelah,” ujar Marselino dalam jumpa pers di Solo, pada Rabu, 11 Desember 2024.

Hujan Gol di Stadion Manahan Solo

Dalam laga Indonesia vs Laos di Stadion Manahan Solo itu, terjadi saling balas gol yang ditampilkan para pemain di atas lapangan.

Gol yang terjadi pada babak pertama bermula dari gol dari pemain Laos, Phusomboun Panyavong (9′) yang kemudian dibalas bek Garuda, Kadek Arel (12′).

Tak berselang lama, pemain Seribu Gajah membalas gol (13′) dan skor kembali disamakan oleh pemain Garuda, Muhammad Ferarri (18′).

Pada babak kedua, laga berlangsung sengit. Marselino tampak frustasi ketika wasit asal Jepang, Hiroki Kasahara menilai dirinya melanggar pemain Laos hingga melayangkan kartu merah (69′).

Kejar-kejaran gol pun kembali terjadi, saat Muhammad Ferarri mencetak gol keduanya (72′) namun kembali dibalas Laos dengan strategi serang balik cepat (77′).

Pertandingan Indonesia vs Laos di Piala AFF 2024 itu pun akhirnya berakhir dengan skor, 3-3.

Berkaca dari hal itu, terjadi sederet kontroversi yang menyita perhatian fans Timnas Indonesia dalam laga kontra Laos

1.Gol Kontroversial Timnas Laos

Kontroversi pertama muncul saat Laos mencetak gol melalui sepakan Peter Phanthavong (77′) yang membuat skor pada pertandingan itu menjadi imbang, 3-3.

Dalam proses gol ini, melibatkan aksi pemain Laos, Damoth Thongkhamsavath yang memenangi duel melawan Dony Tri Pamungkas di kotak penalti. 

Sekilas bola sudah melewati garis lapangan saat Thongkhamsavath menguasai bola, lalu dioper ke Phanthavong untuk selesaikan menjadi gol.

Sayangnya pilihan jumlah kamera untuk bisa melihat bola sudah atau belum keluar dari lapangan tidak banyak. Hiroki Kasahara selaku wasit pertandingan juga mengesahkan gol tersebut. 

Hal ini yang turut memunculkan kontroversi pada gol ketiga yang dicetak Laos ke gawang Timnas Indonesia

2.Pelanggaran Hanthavong ke Asnawi di Kotak Penalti

Kontroversi kedua terjadi pada penghujung laga Indonesia vs Laos. Tepatnya, saat bek Timnas Indonesia, Asnawi Mangkualam yang masuk sebagai pemain pengganti dengan jelas dilanggar oleh pemain Laos, Sengdaovy Hanthavong.

Asnawi dilanggar saat melakukan penetrasi di kotak penalti yang dijaga skuad Laos. Laju pemain Port FC itu tampak dihentikan dengan sengaja oleh Hanthavong di kotak 16 pas.

Namun, sang pengadil tidak melihatnya sebagai pelanggaran. Hiroki Kasahara tetap melanjutkan permainan dan tidak berselang lama meniup peluit panjang tanda berakhirnya babak kedua.

Dua kontroversi ini menjadi warna dari kegagalan Timnas Indonesia mengamankan tiga poin melawan Laos di kandang sendiri. 

Tambahan satu poin ini membuat Garuda memuncaki klasemen sementara Grup B dengan mengemas empat poin dari dua pertandingan Piala AFF 2024.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *