Jabodetabek.id – Pelek asli bawaan pabrik mobil biasanya membuat para pemilik mobil ‘gatal’ untuk ingin langsung menggantinya atau sekadar merubah profil ban.
Hal tersebut tentu bisa saja dilakukan, namun agar mobil tetap bekerja secara optimal walau sudah dimodifikasi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Product Specialist BMW, Anindya Kumoro berbagi beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika hendak mengganti pelek atau ban, khususnya untuk mobil BMW yang modern.
Baca Juga: Percobaan Hacker Retas Data Suzuki Indonesia Buat Produksi Mobil Terhenti 2 Hari
“Sebenarnya kalau ingin ganti pelek sih, menurut saya yang penting itu PCD-nya sama, lalu offset-nya sesuai, masih dalam range-nya lah paling enggak,” papar Anindya kepada wartawan di sesi peluncuran BMW 320i Dynamic di Senayan Park pada Jumat (22/10/21) lalu.
PCD adalah singkatan dari Pitch Circle Diameter atau istilan lainya adalah bolt pattern yang secara sederhana, berarti jarak antar lubang baut roda yang ada di pelek.
Biasanya PCD merupakan kombinasi antara jumlah baut dan jarak antara baut dalam satuan mm.
Contohnya di mobil BMW seri 3, PCD-nya adalah 5×112 atau bautnya berjumlah 5 buah dan masing-masing baut berjarak 112 mm.
Baca Juga: Tidak Tanggung-Tanggung, Garansi Seumur Hidup untuk Mobil Ini
Bengkel-bengkel modifikasi pelek sebenarnya biasa melakukan penggantian PCD di pelek mobil, namun sebab dapat menurunkan performa dari kaki-kaki mobil itu sendiri hal ini tentu tidak disarankan oleh pabrikan.
Lalu jarak antara bagian penampang tengah pelek dengan garis tengahnya merupakan apa yang dimaksud pihak BMW di sini dengan Offset di mana juga sering disebut ‘ET’.
Offset di pelek ini sangat penting bukan hanya tentang penampilan saja melainkan karena dikhawatirkan dapat membuat pembacaan sensor pada kaki-kaki mobil menjadi tidak akurat jika sangat jauh dari standar.
“Lalu juga yang paling penting adalah profil ban, jangan sampai misalnya kita inch up tapi profilnya enggak diturunin. Nanti malah ngaco kemana-mana. Karena kan mungkin bisa jadi ke speed sensor dia bacanya either lebih telat atau lebih cepat, gitu kan,” ujar Anindya.
Sensor tekanan angin ban alias TPMS merupakan salah satu sensor yang paling sering ada di mobil kekinian.
Tapi tenang saja, ternyata tidak akan membuat sensor ini menjadi tidak akurat bahkan tidak bekerja bila mengganti pelek dan ban dengan kondisi yang tidak standar di mobil BMW.
“TPMS kan sebenarnya ngebaca pressure ban pas awal rolling assistance-nya, terus tiap berkurang berapa persen dia akan baca,” papar Anindya.
Cara paling sederhana yang dapat dilakukan oleh pemilik mobil, khususnya BMW modern adalah dengan mengganti pelek dan ban berspesifikasi yang sudah direkomendasikan oleh pabrikan.
“Jadi kalau misalnya mau ada penggantian ban atau ukuran pelek, disesuaikan saja dengan spek dari pabrik gimana,” tutup Anindya. (Dari Berbagai Sumber).












Leave a Reply