
Jabodetabek.Id – Indonesia merupakan negara yang terkenal dengan berbagai macam budaya, adat dan suku. Faktanya, terdapat 718 bahasa daerah yang tersebar secara merata di berbagai wilayah. Menariknya, sekitar 35% penduduk Indonesia merupakan pebisnis.
SEO Specialist Jasa Ahli SEO, Kornelius SEO mengungkapkan bahwa rata-rata pebisnis di Indonesia dinilai masih sangat awam dengan istilah Search Engine Optimization (SEO).
Menurutnya, pelaku usaha di Indonesia masih tetap mempertahankan budaya nenek moyang dalam mencari pekerjaan hingga mendapatkan pendapatan secara aktif.
“Banyak wirausaha yang saya kenal. Namun, tidak semuanya paham betul dengan sistem bisnis yang sebenarnya. SEO merupakan terobosan terbaik untuk memajukan bisnis mikro menjadi lebih baik,” ujar Kornelius.
Konvensional Dianggap Menjanjikan
Berdasarkan keterangan dari beberapa sumber, sejumlah pebisnis di Indonesia masih menjalankan usaha secara konvensional. Karena bagi mereka, cara ini dipercaya sangat kuat untuk membangun hubungan baik antara penjual dan pembeli.
Kornelius SEO menegaskan, bisnis konvensional tidak sepenuhnya mengikat pelaku bisnis ke jenjang yang lebih baik. Kadang kala, mereka harus mengalami ketidakpuasan setelah mengetahui hasil akhirnya.
Sejauh ini, usaha konvensional masih menjadi batu sandungan utama bagi masyarakat menengah ke bawah. Karena mungkin, mereka belum tahu banyak hal tentang perkembangan bisnis di era modern.
Faktanya, digitalisasi semakin berkembang pesat sehingga mampu melenyapkan pelaku usaha konvensional secara perlahan. Meski begitu, hal tersebut tidak menimbulkan efek jera sehingga mereka tetap bersikukuh untuk mengembangkan usahanya.
Pergaulan yang Tidak Tepat
Sementara itu, banyak pebisnis di Indonesia yang masih kurang tepat dalam memilih pergaulan. Katakan saja mereka tetap berpedoman pada prinsip bisnis para leluhur. Diketahui bahwa persaingan bisnis dianggap sebagai peningkatan mutu dan kualitas dalam setiap usaha.
Terkadang proses kerja sama mereka sering dimanfaatkan untuk mendapatkan keuntungan secara sepihak. Hal ini acap kali terjadi di lingkungan pedesaan. Sebagian besar masyarakat awam terlalu jujur dalam menjanjikan bisnisnya. Hal inilah yang menjadikan mereka terjerumus ke jurang kerugian besar.
“Saya pun masih terheran – heran mengapa pelaku bisnis di Indonesia terlalu fokus pada keuntungan. Sedangkan poin terpentingnya adalah memberikan kualitas dan pelayanan bermutu. Sehingga hasil yang didapatkan jauh lebih baik dari pada harapan sebelumnya,” ungkap Kornelius SEO.
Tidak Punya Website
Sejak masuknya era digitalisasi di Indonesia, hal tersebut menyulap beberapa pelaku bisnis dalam mengembangkan usahanya. Akan tetapi, masyarakat awam masih tidak memperdulikannya untuk meningkatkan neraca keuangan dan stabilitas usaha.
Beberapa pelaku usaha modern memanfaatkan website sebagai platform terbaik untuk mempromosikan, mengembangkan hingga meningkatkan bentuk usahanya. Dengan begitu, mereka memiliki kemudahan untuk menjangkau area pemasaran yang lebih luas.
“Punya website itu penting, lebih penting lagi jika dioptimasikan menggunakan SEO. Pembeli akan menemukan produk yang diinginkan dalam waktu singkat. Sehingga income yang diraih jauh lebih cepat dari pada bisnis konvensional,” tegas Kornelius SEO.
Ketinggalan Informasi
Demi memajukan pebisnis awam di Indonesia, Kornelius SEO sering membuatkan website secara gratis.
Melansir dari akun Instagram @kornelius039, hal tersebut dialami oleh Soehartono warga Bundaran Bugel Tigaraksa, Tangerang. Ia kesulitan dalam memasarkan sejumlah tanaman hias. Alasannya ketinggalan informasi sehingga harus memasarkan produk secara keliling.
“Saya datangi Pak Soehartono yang kebetulan ketinggalan informasi dan dunia digitalisasi. Lalu saya buatkan website resmi tanaman hias keliling secara gratis,” kata Kornelius SEO.
Pada akhirnya, Ia tidak perlu lagi berkeliling pakai mobil untuk memasarkan tanaman hias. Hanya dengan memanfaatkan website, satu per satu pelanggan pun berdatangan.













Leave a Reply