Jabodetabek.id

Hadirkan Fakta-Realita dan Anti Hoax

Pemerintah akan Gelar Sidang Isbat 28 Februari 2025, Muhammadiyah Sudah Pastikan Awal Ramadhan 1 Maret 2025

Foto ilustrasi ramadhan - penetapan awal puasa pemerintah Indonesia dengan sidang isbat.
Foto ilustrasi ramadhan – penetapan awal puasa pemerintah Indonesia dengan sidang isbat. (Foto: Unsplash/masjidmpd)

Jabodetabek.Id – Umat Muslim akan segera memasuki bulan Ramadhan 1446 Hijriah.

Muhammadiyah sudah mengumumkan awal puasa Ramadhan melalui Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 1/MLM/1.0/E/2025.

Mengutip dari laman resmi Muhammadiyah, dengan hisab yang dipedomani Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat, awal Ramadhan jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025.

Menurut perhitungan Muhammadiyah, hilal sudah nampak saat matahari terbenam pada Jumat, 28 Februari 2025.

Selain mengumumkan awal Ramadhan, Muhammadiyah juga mengumumkan Idul Fitri atau 1 Syawal 1446 Hijriah jatuh pada Senin, 31 Maret 2025.

Dalam perhitungan hilal, belum terlihat sampai matahari terbenam pada Sabtu, 29 Maret 202, sehingga Ramadhan digenapkan menjadi 30 hari.

Berdasarkan hisab tersebut, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan:

1.1 Ramadan 1446 H jatuh pada hari Sabtu Pahing, 1 Maret 2025 

2.1 Syawal 1446 H (Idul Fitri) jatuh pada hari Senin Pahing, 31 Maret 2025

3.1 Zulhijah 1446 H jatuh pada hari Rabu Kliwon, 28 Mei 2025 M 

4.Hari Arafah (9 Zulhijah 1446 H) jatuh pada hari Kamis Pon, 5 Juni 2025

5.Idul Adha (10 Zulhijah 1446 H) jatuh pada hari Jumat Wage, 6 Juni 2025 

Sidang Isbat Penetapan Ramadhan Pemerintah

Pemerintah baru akan menggelar sidang isbat untuk menetapkan awal Ramadhan 1446 Hijriah pada Jumat, 28 Februari 2025.

Menteri Agama Nasaruddin Umar akan memimpin jalannya sidang isbat penetapan ini.

Untuk lokasi sidang isbat akan dilakukan di Auditorium H.M. Rasjidi, Kementerian Agama, Jakarta Pusat.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, sidang ini akan dihadiri oleh berbagai pihak,” ujar Abu Rokhmad, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam seperti dikutip dari laman resmi Kemenag.

“Termasuk perwakilan ormas Islam, MUI, BMKG, ahli falak, serta perwakilan dari DPR dan Mahkamah Agung,” imbuhnya.

3 Rangkaian Pelaksanaan Sidang Isbat

Abu Rokhmad mengatakan kalau ada 3 rangkaian dalam menjalankan sidang isbat untuk penentuan awal Ramadhan.

Pertama adalah pemaparan data posisi hilal berdasarkan perhitungan astronomi. 

Kedua, verifikasi hasil rukyatul hilal dari berbagai titik pemantauan di Indonesia.

Ketiga, musyawarah dan pengambilan keputusan yang akan diumumkan kepada publik.

“Kita berharap umat Islam di Indonesia bisa mengawali Ramadhan tahun ini secara bersama-sama,” ungkapnya.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah (Urais Binsyar) pada Ditjen Bimas Islam Kemenag, Arsad Hidayat, menambahkan, berdasarkan data hisab awal Ramadan 1446 H, ijtimak terjadi pada Jumat, 28 Februari 2025, sekitar pukul 07.44 WIB. 

Ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia sudah di atas ufuk antara 3° 5,91’ hingga 4° 40,96’, dengan sudut elongasi antara 4° 47,03’ hingga 6° 24,14’.

Menurut data tersebut, Arsad mengungkapkan ada kemungkinan hilal akan terlihat.

“Dengan kriteria ini, secara astronomi, ada indikasi kuat bahwa hilal akan terlihat,” kata Arsad.

Meski baru secara hitungan, ia menegaskan untuk menunggu hasil dari sidang isbat.

“Keputusan akhirnya kita tunggu berdasarkan hasil sidang isbat yang akan diumumkan Menteri Agama,” imbuhnya.

Sementara itu, pemantauan hilal akan dilakukan di berbagai titik di seluruh Indonesia dengan kerja sama Kemenag dan Kantor Wilayah Kemenag di berbagai daerah.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *