Jabodetabek.id

Hadirkan Fakta-Realita dan Anti Hoax

Misteri Temuan Jasad dalam Karung Beras di Rawageni Depok, Hebohkan Warga saat Pembakaran Sampah

Menyoroti fakta terkini ihwal penemuan jasad dalam sebuah karung yang berada pada tumpukan sampah di kawasan Rawageni, Depok.
Menyoroti fakta terkini ihwal penemuan jasad dalam sebuah karung yang berada pada tumpukan sampah di kawasan Rawageni, Depok. (Foto: Instagram.com/@infodepok)

Jabodetabek.Id– Sebagian publik di media sosial, tengah ramai menyoroti penemuan jasad di dalam karung beras menggegerkan warga di kawasan Tanah Merah, Rawageni, Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat.

Sebelumnya diketahui, jasad tersebut pertama kali ditemukan setelah sebuah karung yang selama berhari-hari dikira berisi sampah dibakar oleh warga, pada Selasa, 4 Agustus 2026.

Kini, kasus tersebut masih dalam penyelidikan Satreskrim Polres Metro Depok.

Sejauh ini, polisi telah mengevakuasi jasad korban ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk menjalani proses autopsi guna mengungkap identitas serta penyebab pasti kematian korban.

Tergeletak Hampir 2 Pekan

Berdasarkan laporan di lapangan, karung beras yang belakangan diketahui berisi jasad itu diketahui sudah berada di lahan kosong tersebut sejak 24 Juli 2026.

Setelah hampir 2 pekan berlalu, tidak ada warga yang menaruh curiga.

Terlebih, lokasi penemuan yang dipenuhi ilalang serta bentuk karung yang menyerupai tumpukan sampah membuat warga menganggap benda tersebut tidak berbahaya.

Salah seorang warga, Badlu (66) menuturkan, karung tersebut sempat dibiarkan begitu saja karena seluruh warga mengira isinya hanyalah sampah.

“Dikira sampah, makanya sama warga sini didiamkan saja,” ujar Badlu dalam keterangannya, pada Selasa, 4 Agustus 2026.

Menurut Badlu, selama karung berada di lokasi juga tidak tercium aroma menyengat yang biasanya muncul dari jasad yang telah membusuk.

Kondisi itu membuat tidak seorang pun menduga ada tubuh manusia di dalamnya.

Terungkap saat Pembakaran Sampah

Usut punya usut, peristiwa mengejutkan itu bermula saat seorang warga berniat membakar karung yang dianggap sebagai tumpukan sampah.

Saat lapisan plastik dan karung perlahan meleleh, dari situlah, warga melihat bagian tubuh manusia yang berada di dalamnya.

“Setelah dibakar karungnya meleleh. Karungnya meleleh, terus baru kelihatan badannya,” ungkap Badlu.

Temuan tersebut langsung membuat warga langsung melaporkan ihwal penemuan jasad tersebut ke pihak kepolisian.

Polisi Gelar Olah TKP

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Made Gede Oka Utama membenarkan kronologi penemuan jasad di kawasan Rawageni, Depok.

“Pada saat ditemukan saksi awalnya berpikiran itu adalah sampah, kemudian dibakar,” kata Gede dalam keterangan resminya, pada Rabu, 5 Agustus 2026.

“Saat proses pembakaran tersebut, warga melihat potongan tubuh dari korban,” sambungnya.

Saat itu, polisi menerima laporan penemuan mayat sekitar pukul 16.00 WIB pada Selasa, 4 Agustus 2026.

Setelah menerima informasi dari masyarakat, petugas Satreskrim Polres Metro Depok langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi yang pertama kali menemukan jasad tersebut.

Usai proses olah TKP, jasad korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk menjalani pemeriksaan forensik.

Identitas Korban Masih Misteri

Hingga saat ini, identitas korban masih belum diketahui, dan polisi juga belum memastikan jenis kelamin maupun usia korban karena proses identifikasi masih berlangsung.

Terkait jenis kelamin korban, Gede hanya mengatakan seluruh identitas korban akan diumumkan setelah dipastikan melalui proses identifikasi forensik.

“Untuk itu, identitas korban nanti kami akan sampaikan setelah kita mendapatkan kepastian,” ungkap Gede.

Di samping itu, penyidik Satreskrim Polres Metro Depok masih melanjutkan penyelidikan dengan memeriksa para saksi, menelusuri asal-usul korban, serta mencari bagian tubuh yang belum ditemukan.

Sampai saat ini, tim dokter forensik di Rumah Sakit Polri Kramat Jati masih melakukan autopsi untuk mengungkap penyebab kematian dan memastikan identitas korban sebelum hasilnya diumumkan secara resmi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *