
Jabodetabek.id – Di masa Pandemi ini, tren menanam tanaman kian digemari hampir sebagian besar masyarakat Indonesia. Oleh sebab itu, sayang sekali jika peluang ini tidak dimanfaatkan untuk membuka lahan bisnis baru.
Bahkan untuk memulai bisnis tanaman, Kamu tidak harus memerlukan tanah yang luas, karena cukup menggunakan hidroponik saja.
Namun selain berbicara lahan, yang harus diperhatikan untuk memulai bisnis ini adalah media tanam apa yang digunakan.
Maka dari itu, kali ini Jabodetabek.id bakal membahas macam-macam media tanam hidroponik terbaik yang bisa kamu gunakan untuk usahamu.
Media tanam hidroponik tidak menggunakan tanah yang pada umumnya kita gunakan.
Sifatnya yang cukup praktis membuat hidroponik semakin digemari masyarakat dengan memanfaatkan lahan terbatas.
Media untuk bercocok tanam bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhanmu. Yuk simak apa saja media tanam hidroponik terbaik, yang bisa kamu jadikan ladang bisnis!
1. Arang Sekam
Arang sekam menjadi media tanam paling populer karena harganya yang cukup terjangkau dan efisien untuk kita gunakan.
Baca Juga: VIRAL! Video Nakes Diserang Warga dan Merusak Fasilitas RS
Komponen kimiawi yang terdapat dalam arang sekam terdiri dari lemak, serta kasar, oksigen, karbohidrat, karbon, silik, abu, kadar air, dan protein kasar. Semua komponen tersebut sangat bagus untuk pertumbuhan tanaman.
Selain itu, untuk mendapatkan arang sekam cukup mudah dan murah. Apalagi di daerah pedesaan, kamu bisa mendapatkannya secara cuma-cuma.
Jika kamu mendapatkannya dalam bentuk mentah, kamu harus membakarnya terlebih dahulu. Dalam dunia pertanian, biasanya arang sekam dipakai untuk penggemburan tanah atau pembuatan kompos.
2. Hidroton (Expanded Clay)
Hidroton merupakan jenis tanah liat yang melalui proses pemanasan terlebih dahulu. Bentuknya sendiri bulatan kecil seperti pelet dan berpori.
Baca Juga: Resep Simpel Odeng yang Cocok Untuk Menemani Kamu Drakoran!
Karena bentuknya bulatan kecil, kamu dapat mudah menggunakannya secara praktis. Media tanam hidroponik yang satu ini cukup terkenal di Jerman.
Kemampuan hidroton dalam menyimpan kandungan air bersih dengan seimbang membuatnya sangat bagus untuk media bercocok tanam. Selain itu, hidroton mampu menetralkan pH secara stabil dan memiliki aerasi yang cukup baik.
Hanya saja, media tanam ini memiliki bobot yang lebih berat daripada yang lainnya
3. Serbuk Sabut Kelapa (Cocopeat)
Selain arang sekam yang cukup populer di Indonesia, sabut kelapa juga tak kalah populer.
Baca Juga: 10 Orang Agen Intelijen Asing Ditangkap di Iran, Berasal Dari Negara Mana Mereka
Sebagai negara beriklim tropis, Indonesia memiliki cukup banyak pohon kelapa yang menghasilkan buah kelapa berkualitas. Sabutnya biasa digunakan sabut wajan, sapu, kompos maupun keset.
Dutch Plantin pada tahun 1980-an menemukan bahwa sabut kelapa dapat berfungsi sebagai media tanam organik yang ramah lingkungan.
Kelebihannya yaitu memiliki daya tampung air hingga 73% dan efisiensi larutan nutrisi yang tinggi. Dengan begitu, sabut kelapa sangat bagus untuk menumbuhkan benih bibit yang sempurna.
4. Rockwool
Rockwool merupakan media tanam hidroponik yang terbuat dari lelehan batu gunung berapi seperti batuan basalt, kapur, dan batu bara. Berawal dari lava, ketika dingin bebatuan tersebut akan berbentuk sekumpulan serat seperti busa.
Baca Juga: 10 Orang Agen Intelijen Asing Ditangkap di Iran, Berasal Dari Negara Mana Mereka
Media bercocok tanam ini memiliki perbandingan komposisi air dan udara yang seimbang. Kandungan airnya mampu mencapai 14 kali lebih banyak daripada tanah.
Sebab itu, rockwool dapat mengoptimalkan larutan nutrisi sebagai pupuk cair.
Kandungan pH dalam rockwool cenderung tinggi sehingga untuk beberapa tanaman memerlukan perawatan khusus bila menggunakan rockwool sebagai media tanam.
Debu yang muncul dari proses pembuatan rockwool berbahaya bagi mata dan paru-paru kita. Oleh karena itu, kamu perlu merendamnya terlebih dahulu.
Baca Juga: Lagi Video Call Ibu, Siswi SMK Dirampok-Dipukul Kunci Roda oleh Sopir Angkot di Kalideres
5. Kerikil
Kerikil bisa menjadi pilihan media tanam hidroponik untuk para pemula. Bobotnya yang cukup berat dapat menopang tanaman menjadi tegak.
Sebagai media tanam, kerikil menyediakan ruang tumbuh akar yang maksimal. Pori-pori kerikil banyak dan berukuran makro, mudah basah dan kering.
Peredaran larutan unsur hara dan udara melalui kerikil cukup baik. Hanya saja, sifat kerikil yang sulit mengikat air memerlukan frekuensi penyiraman yang lebih rutin daripada media tanam lainnya.
Kerikil sintesis memiliki kemampuan mengikat air yang jauh lebih baik daripada jenis kerikil lainnya.
Baca Juga: Ingat! ASN Dilarang Ambil Cuti pada Tanggal 18 Hingga 22 Oktober 2021
6. Serbuk Serat Kayu
Serbuk serat kayu berasal dari parutan kayu atau sisa gergaji kayu. Biasanya serat kayu lebih terkenal dengan sebutan serbuk gergaji.
Banyak orang yang membuang serbuk gaji, padahal dalam dunia tanaman sangatlah bermanfaat.
Berasal dari kayu, media tanam ini mampu mengoptimalkan unsur hara dan penyerapan air pada tanaman.
Dengan kemampuannya tersebut, tanaman akan jauh lebih berkembang dan tumbuh dengan subur. Akar yang berada di dalamnya mampu tumbuh dan berkembang lebih cepat.
Baca Juga: Siang Ini, Yogyakarta Diguncang Gempa Berkekuatan Magnitudo 5
7. Perlit
Perlit berasal dari mineral atau obsidian berbobot ringan yaitu batu silika. Sebagai media tanam hidroponik, perlit mampu menyimpan unsur hara dan memiliki sistem drainase yang cukup baik.
Media tanam bebas tanah ini memiliki tingkat penyimpanan oksigen paling baik di antara media tanam lain.
Karena sifatnya anorganik, perlit memiliki daya serap air yang tidak terlalu banyak sehingga lebih cocok kita gunakan sebagai penopang tanaman.
Agar hasil tanaman semakin optimal, kamu bisa mengombinasikan perlit dengan media tanam lain yang organik supaya data menghasilkan unsur hara yang lebih baik.
Baca Juga: Ada 19 Kode Redeem FF Menanti, Segera Klaim Hari Ini Juga
8. Spons
Media tanam hidroponik terbaik selanjutnya adalah spons. Jika kamu ingin berbisnis tanaman hias secara hidroponik, kamu bisa menggunakan spons.
Beratnya yang cukup ringan membuatnya mudah untuk kita tempatkan di mana pun yang kita mau. Meskipun ringan, kamu tidak memerlukan pemberat agar tanaman tegak. Kamu cukup menyiramnya dengan air.
Spons mampu menyimpan kandungan air hingga 2 minggu serta kebal terhadap jamur. Tanaman dalam spons dapat tumbuh dengan subur tanpa perlu adanya proses adaptasi.
Maka dari itu, spons dapat menjadi pilihan media tanam bagi kamu yang ingin berbisnis tanaman hias.
(Dari Berbagai Sumber)















Leave a Reply