
Jabodetabek.Id – Sebagian publik di media sosial tengah ramai menyoroti beredarnya video yang memperlihatkan aksi heroik emak-emak di Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara (Sumut).
Bukan tanpa sebab, sang ibu mendatangi sebuah rumah yang diduga milik bandar narkoba dan kerap menjadi lapak jual-beli sabu di daerahnya.
Terlihat dalam unggahan X @mariaalkaff_, pada Kamis, 25 Juni 2026, emak-emak itu menyebut lapak bandar narkoba itu milik pria bernisial Uki.
Bermodal kamera ponselnya, emak-emak itu merekam penampakan dugaan rumah milik bandar narkoba tersebut.
“Ibu ini berani sekali memvideokan kejadian nyata. Mana nih, kinerja aparat. Terang benderang kayak gini,” tulis postingan tersebut.
Lantas, bagaimana kronologi penggerebekan yang dilakukan seorang ibu terhadap rumah yang diduga milik bandar narkoba di Labura tersebut? Begini ceritanya.
Ciduk ‘Pelanggan’ sampai Lari Terbirit-birit
Dalam video tersebut, tampak sang ibu merasa resah akibat aktivitas yang selama ini dilakukan oleh bandar narkoba di samping rumahnya.
Emak-emak di Labura itu juga memperlihatkan sejumlah laki-laki di dalam lapak gubuk dari kayu.
Di awal video, terlihat seorang laki-laki yang disebut sebagai penjual.
Kemudian, terdapat sejumlah ‘pelanggan’ di area rumah tersebut yang kedapatan sedang menghisap diduga sabu.
Emak-emak itu sontak berteriak sambil marah ada markas narkoba di lingkungannya.
Dengan sigap, ia mendobrak bilik-bilik yang dijadikan tempat ‘pesta’ sabu.
Aksinya lantas sukses membuat para laki-laki di lapak itu kemudian berlarian dan kabur dari lokasi.
Setelah aksinya viral di media sosial, pihak kepolisian setempat memastikan akan menerjunkan aparat untuk meninjau dugaan lapak sabu di Labura tersebut.
Polisi Turun ke Lokasi
Secara terpisah, Kapolsek Kualuh Hulu, AKP Citra Yani mengatakan pihaknya turun ke lokasi yang diduga dijadikan tempat transaksi dan konsumsi narkotika.
Yani menyebutkan, dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan adanya aktivitas transaksi maupun para pelaku penyalahgunaan narkotika.
Hal itu lantaran lapak tersebut telah kosong usai aparat turun ke lokasi.
“Dari hasil pemeriksaan, petugas tidak menemukan adanya aktivitas transaksi maupun pelaku penyalahgunaan narkotika,” kata Citra dalam keterangannya di Labura, Sumut, pada Kamis, 25 Juni 2026.
Kendati demikian, polisi menemukan delapan alat hisap bong yang diduga digunakan untuk mengonsumsi narkoba.
“Petugas menemukan sejumlah barang yang diduga digunakan untuk mengonsumsi narkoba berupa delapan buah alat hisap (bong) dan satu buah mancis,” imbuh Citra.
Setelah dilakukan pemeriksaan, lapak tersebut akhirnya dibongkar dan dibakar oleh pihak kepolisian.
Hal tersebut, dilakukan polisi untuk mencegah lokasi tersebut digunakan kembali untuk aktivitas transaksi narkotika di Labura, Sumut.















Leave a Reply