Jabodetabek.id

Hadirkan Fakta-Realita dan Anti Hoax

Heboh Temuan Bayi Cantik dalam Tas di Sukoharjo Jateng, Bermula Saat Warga Dengar Tangisan pada Pagi Hari

Menyoroti kasus penemuan bayi dalam tas di permukiman warga Sukoharjo, Jawa Tengah.
Menyoroti kasus penemuan bayi dalam tas di permukiman warga Sukoharjo, Jawa Tengah. (Foto: Instagram.com/@lambegosiip)

Jabodetabek.Id – Sebagian publik di media sosial tengah ramai menyoroti kasus penemuan bayi pada permukiman warga di wilayah Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Dalam unggahan Instagram @lambegosiip, pada Kamis, 23 April 2026, dilaporkan bayi tersebut ditemukan dalam sebuah tas dengan sepucuk surat yang diduga berasal dari orang tuanya.

“Bayi cantik di Sukoharjo ini ditemukan dalam tas, ditinggalkan orang tuanya dengan sepucuk surat,” tulis postingan itu.

Kini, pihak kepolisian setempat telah mengungkap isi surat yang ditemukan di dekat bayi yang terlantar di permukiman warga.

Lantas, bagaimana kronologi penemuan bayi di Sukoharjo ini bermula, terkhusus ihwal pesan yang disampaikan dalam surat tersebut? Begini ceritanya.

Bermula dari Tangisan sang Bayi

Berdasarkan laporan di lokasi, penemuan bayi itu terjadi di sebuah rumah warga Dusun Kalisongo, Desa Plesan, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, pada Senin, 20 April 2026.

Bayi tersebut pertama kali diketahui setelah seorang warga mendengar suara tangisan sekitar pukul 06.00 WIB.

Kapolsek Nguter, AKP Maryadi mengungkapkan bayi tersebut ditemukan dalam sebuah tas dengan kondisi tubuh terbalut kain.

“Diperkirakan bayi berusia sekitar 7 hari. Tali pusar sudah kering dan ari-arinya sudah dipotong,” kata Maryadi dalam keterangan resminya, pada Kamis, 23 April 2026.

Saat ini, bayi tersebut telah dibawa ke Puskesmas setempat untuk mendapatkan perawatan dan pemantauan kondisi kesehatan lebih lanjut.

Isi Secarik Surat di Dekatnya

Polisi kemudian mengungkapkan isi secarik surat kecil yang disertakan bersama bayi tersebut di dalam sebuah tas.

“Pesannya ada tulisan ‘Tolong Mamah Arum dan Papah Bram, tolong rawat adik, kasihani adik’, demikian,” kata Maryadi.

Maryadi mengungkapkan, sosok yang disebut dalam pesan itu diduga merupakan nama dari pemilik sebuah rumah di lokasi kejadian.

“Itu merupakan pemilik rumah, mereka pasangan suami istri yang informasinya belum memiliki anak,” ungkapnya.

Ortu Bayi Masih Diselidiki

Maryadi menjelaskan, saat ditemukan kondisi bayi dalam keadaan hidup dan relatif sehat.

Terkait identitas bayi berjenis kelamin perempuan itu kini masih diselidiki oleh pihak kepolisian.

Di sisi lain, polisi juga melakukan pendataan terhadap warga yang diketahui melahirkan pada bulan April 2026 sebagai bagian dari proses penyelidikan.

“Kami melakukan penyelidikan dan mapping siapa saja yang melahirkan pada bulan April ini. Kami telusuri siapa yang menaruh bayi ini,” tandasnya.

Hingga berita ini terbit, belum ada keterangan lanjutan dari pihak kepolisian ihwal penemuan bayi di permukiman warga Sukoharjo, Jateng tersebut.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *