
Jabodetabek.Id – Majelis Hakim Pengadilan Agama (PA) Tigaraksa, Banten, resmi menolak gugatan cerai artis Andre Taulany terhadap istrinya bernama Rien Wartia yang dilayangkan pada April 2024 lalu.
Humas PA Tigaraksa, Ummi Azma mengungkap hasil putusan penolakan gugatan perceraian Andre dan Rien tersebut ke awak media.
“Jadi utusan nomor 1668/PDTG/2024/PA Tigaraksa perkara cerai talak antara Andreas Taulany sebagai pemohon melawan Rien Wartia Trigina, Majelis Hakim menolak permohonan pemohon,” kata Ummi kepada wartawan di kantor PA Tigaraksa, Banten, pada Selasa, 24 September 2024 lalu.
Majelis Hakim menilai rumah tangga mereka tidak terbukti adanya perselisihan.
“Menurut pertimbangan hukum Majelis Hakim bahwa dari dalil yang diajukan oleh pemohon yang menyatakan adanya perselisihan dan pertengkaran yang terus-menerus itu tidak terbukti,” tutur Ummi.
“Pemohon dan termohon (dianggap) hanya kurang komunikasi saja,” tegasnya.
Hal tersebut berdasarkan penjelasan para saksi yang dihadirkan dalam sidang perceraian Andre dan Rien, pada 19 September 2024 lalu.
Namun, putusan majelis hakim itu belum berkekuatan hukum tetap, karena pihak Andre dan Rien masih diberi waktu untuk mengajukan banding hingga 3 Oktober 2024 mendatang.
Menyoroti penolakan majelis hakim terhadap gugatan cerai Andre yang dianggap hanya kurang komunikasi dalam rumah tangganya, berikut ini hal-hal penting dalam menjaga keutuhan rumah tangga:
Antara Komunikasi dan Keintiman Rumah Tangga
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Akademisi Fakultas Keperawatan Universitas Andalas (UNAND) mengungkap, komunikasi dan keintiman adalah dua hal yang sangat berhubungan.
“Saat sebuah hubungan dibangun maka dengan komunikasilah akan muncul sebuah keintiman,” begitu isi penelitian yang terbit pada tahun 2013 itu.
Bagi pasangan yang dikategorikan tidak bahagia, selalu mengeluhkan tidak adanya komunikasi.
Menurutnya, komunikasi dalam hubungan dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti saling berbicara, kontak fisik, bahkan hanya dengan saling memberikan senyuman.
Masa Awal Hubungan
Pada masa awal hubungan, pasangan selalu melihat kepada hal-hal positif yang dimiliki satu sama lain. Bahkan, mereka cenderung mengabaikan hal-hal negatif dari pasangannya.
Menurut penelitian itu, hubungan dalam rumah tangga membuat pasangan melewati tahun demi tahun dengan melihat hal-hal negatif dengan cenderung mengabaikan hal-hal positif dari pasangannya.
Manfaat Rumah Tangga
Pernikahan kuat sekali manfaatnya bagi individu dan masyarakat. Sebab, rumah tangga dapat menghasilkan emosi yang sehat, hubungan seksual yang sehat, serta kepuasan secara ekonomi.
“Hal ini akan berdampak langsung pada kesejahteraan individu itu sendiri, anak-anak, serta komunitas di sekitarnya,” tulis penelitian yang tersebut.
Perbedaan Pandangan Suami dan Istri Tentang Komunikasi
Pada dasarnya, terdapat perbedaan antara suami dan istri dalam memandang komunikasi.
Suami lebih menekankan pada tujuan berkomunikasi sementara istri lebih menekankan pada proses berkomunikasi.
Perbedaan cara pandang ini merupakan pemicu konflik dalam komunikasi rumah tangga mereka.
“Sesuatu hal menjadi tidak penting bagi suami, sehingga tidak perlu dikomunikasikan. Sementara istri hal tersebut merupakan sesuatu hal penting yang perlu dikomunikasikan,” tulis penelitian yang itu.
Pola Komunikasi Penyebab Perceraian
ETTISAL Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor pada tahun 2017 lalu, mengungkap pola komunikasi suami dan istri yang menjadi penyebab perceraian:
Kurangnya Sikap Percaya
Sikap percaya dapat berkembang apabila masing-maasing pasangan saling jujur dan saling menerima kekurangan satu sama lain.
Hilangnya kejujuran akan memunculkan ketidakpercayaan antar pasangan. Hal tersebut dapat berpengaruh terhadap hubungan interpersonal suami dan istri.
Kejujuran dan penerimaan dari masing-masing pasangan merupakan faktor penting dalam membangun kepercayaan dalam rumah tangga.
Kurangnya Sikap Suportif
Sikap suportif menjadikan masing-masing pasangan saling memahami pesan yang disampaikan satu sama lain.
Kurangnya sikap suportif membuat pasangan tidak mampu memecahkan setiap permasalahan yang muncul dalam keluarga.
Terbangunnya sikap mendukung dalam rumah tangga akan menghilangkan kecemasan dari masing-masing pasangan.
Hal tersebut terbukti dengan adanya perilaku komunikasi yang terbuka dan melahirkan hubungan yang harmonis dalam keluarga.










Leave a Reply